alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

RH Ditahan, Terancam 15 Tahun Penjara 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala RH menunduk ketika berjalan melewati salah satu lorong di Polres Jember. Didampingi aparat kepolisian, tangannya tampak terikat borgol. Ya, sejak kemarin (6/5), polisi resmi menahan RH, setelah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kini, salah satu dosen di Universitas Jember itu bakal menjalani proses penyidikan terkait perkara asusila tersebut.

Saat konferensi pers, RH adalah satu-satunya tersangka yang digelandang kepolisian tanpa menggunakan rompi oranye. Ia memakai kaus oblong berwarna biru, bercelana abu-abu selutut, dan tak memakai alas kaki. Wajahnya dilengkapi penutup kepala saat mengikuti pers rilis bersama beberapa tersangka kasus lain yang digelar di halaman Polres Jember itu.

Setelah menjalani dua kali gelar perkara dan berita acara pemeriksaan (BAP), RH resmi ditangkap. Penahanan dilakukan sejak Rabu (5/5) malam seusai menjalani pemeriksaan BAP. Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan BAP itu cukup alot hingga memakan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya RH resmi ditahan di Polres Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika mengungkapkan, RH terjerat Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 junto Pasal 76 E Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. RH terancam hukuman 15 tahun penjara, ditambah sepertiga ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Kadek Ary membenarkan, modus pencabulan yang dilakukan RH adalah pengobatan kanker payudara. Padahal sebelumnya, korban tidak memiliki riwayat sakit kanker tersebut. “Modus operandinya adalah teknik mengobati penyakit. Dalam pelaksanaannya malah melakukan cabul,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala RH menunduk ketika berjalan melewati salah satu lorong di Polres Jember. Didampingi aparat kepolisian, tangannya tampak terikat borgol. Ya, sejak kemarin (6/5), polisi resmi menahan RH, setelah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kini, salah satu dosen di Universitas Jember itu bakal menjalani proses penyidikan terkait perkara asusila tersebut.

Saat konferensi pers, RH adalah satu-satunya tersangka yang digelandang kepolisian tanpa menggunakan rompi oranye. Ia memakai kaus oblong berwarna biru, bercelana abu-abu selutut, dan tak memakai alas kaki. Wajahnya dilengkapi penutup kepala saat mengikuti pers rilis bersama beberapa tersangka kasus lain yang digelar di halaman Polres Jember itu.

Setelah menjalani dua kali gelar perkara dan berita acara pemeriksaan (BAP), RH resmi ditangkap. Penahanan dilakukan sejak Rabu (5/5) malam seusai menjalani pemeriksaan BAP. Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan BAP itu cukup alot hingga memakan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya RH resmi ditahan di Polres Jember.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika mengungkapkan, RH terjerat Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 junto Pasal 76 E Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. RH terancam hukuman 15 tahun penjara, ditambah sepertiga ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Kadek Ary membenarkan, modus pencabulan yang dilakukan RH adalah pengobatan kanker payudara. Padahal sebelumnya, korban tidak memiliki riwayat sakit kanker tersebut. “Modus operandinya adalah teknik mengobati penyakit. Dalam pelaksanaannya malah melakukan cabul,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala RH menunduk ketika berjalan melewati salah satu lorong di Polres Jember. Didampingi aparat kepolisian, tangannya tampak terikat borgol. Ya, sejak kemarin (6/5), polisi resmi menahan RH, setelah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kini, salah satu dosen di Universitas Jember itu bakal menjalani proses penyidikan terkait perkara asusila tersebut.

Saat konferensi pers, RH adalah satu-satunya tersangka yang digelandang kepolisian tanpa menggunakan rompi oranye. Ia memakai kaus oblong berwarna biru, bercelana abu-abu selutut, dan tak memakai alas kaki. Wajahnya dilengkapi penutup kepala saat mengikuti pers rilis bersama beberapa tersangka kasus lain yang digelar di halaman Polres Jember itu.

Setelah menjalani dua kali gelar perkara dan berita acara pemeriksaan (BAP), RH resmi ditangkap. Penahanan dilakukan sejak Rabu (5/5) malam seusai menjalani pemeriksaan BAP. Diberitakan sebelumnya, pemeriksaan BAP itu cukup alot hingga memakan waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya RH resmi ditahan di Polres Jember.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika mengungkapkan, RH terjerat Pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 junto Pasal 76 E Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. RH terancam hukuman 15 tahun penjara, ditambah sepertiga ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Kadek Ary membenarkan, modus pencabulan yang dilakukan RH adalah pengobatan kanker payudara. Padahal sebelumnya, korban tidak memiliki riwayat sakit kanker tersebut. “Modus operandinya adalah teknik mengobati penyakit. Dalam pelaksanaannya malah melakukan cabul,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/