alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Polisi Punya PR Kasus Pengeroyokan Pesilat

Baru Dua yang Ditahan, Tujuh Lainnya Buron

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memasuki babak baru. Setelah beberapa pekan tidak ada kepastian, kini polisi telah menangkap serta menahan beberapa tersangka. Hanya, dari sembilan orang yang ditengarai sebagai pelaku penganiayaan, baru dua pelaku saja yang diamankan. Sisanya, menjadi pekerjaan rumah bagi polisi untuk segera menangkapnya.

Kasus pengeroyokan ini terjadi di Kecamatan Bangsalsari, beberapa pekan lalu. Ternyata, pada pers rilis itu terungkap, motif yang menjadi dasar tersangka melakukan penganiayaan itu lantaran persoalan atribut. Para pelaku tak terima ada seragam pesilat lain di wilayahnya, hingga membuat mereka menganiaya empat korban dari perguruan silat Pagar Nusa.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan, motif pemukulan yang dilakukan itu terjadi karena pelaku tidak menghendaki ada perguruan silat lain di wilayah mereka. “Mereka anggota perguruan silat PSHT. Saat kejadian, korban disuruh melepaskan atribut perguruan silatnya, sehingga tersangka ini melakukan pengeroyokan,” jelasnya saat pers rilis di Polres Jember, kemarin (6/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, kedua tersangka baru diamankan pada Sabtu (1/5) lalu. Mereka ditangkap di sekitar Kecamatan Bangsalsari. Kendati dua pelaku sudah ditangkap, namun masih ada sejumlah pelaku lain yang dinyatakan buron.

Dalam keterangan kepada awak media itu, sedikitnya terdapat tujuh pelaku yang sampai hari ini, Kamis (6/5), belum ditangkap. Namun, polisi mengklaim sudah menerjunkan beberapa personel untuk memburu para pelaku yang buron tersebut. “Sampai saat ini masih kami lakukan pencarian, sesuai dengan teknik-teknik yang kami miliki,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memasuki babak baru. Setelah beberapa pekan tidak ada kepastian, kini polisi telah menangkap serta menahan beberapa tersangka. Hanya, dari sembilan orang yang ditengarai sebagai pelaku penganiayaan, baru dua pelaku saja yang diamankan. Sisanya, menjadi pekerjaan rumah bagi polisi untuk segera menangkapnya.

Kasus pengeroyokan ini terjadi di Kecamatan Bangsalsari, beberapa pekan lalu. Ternyata, pada pers rilis itu terungkap, motif yang menjadi dasar tersangka melakukan penganiayaan itu lantaran persoalan atribut. Para pelaku tak terima ada seragam pesilat lain di wilayahnya, hingga membuat mereka menganiaya empat korban dari perguruan silat Pagar Nusa.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan, motif pemukulan yang dilakukan itu terjadi karena pelaku tidak menghendaki ada perguruan silat lain di wilayah mereka. “Mereka anggota perguruan silat PSHT. Saat kejadian, korban disuruh melepaskan atribut perguruan silatnya, sehingga tersangka ini melakukan pengeroyokan,” jelasnya saat pers rilis di Polres Jember, kemarin (6/5).

Menurut dia, kedua tersangka baru diamankan pada Sabtu (1/5) lalu. Mereka ditangkap di sekitar Kecamatan Bangsalsari. Kendati dua pelaku sudah ditangkap, namun masih ada sejumlah pelaku lain yang dinyatakan buron.

Dalam keterangan kepada awak media itu, sedikitnya terdapat tujuh pelaku yang sampai hari ini, Kamis (6/5), belum ditangkap. Namun, polisi mengklaim sudah menerjunkan beberapa personel untuk memburu para pelaku yang buron tersebut. “Sampai saat ini masih kami lakukan pencarian, sesuai dengan teknik-teknik yang kami miliki,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memasuki babak baru. Setelah beberapa pekan tidak ada kepastian, kini polisi telah menangkap serta menahan beberapa tersangka. Hanya, dari sembilan orang yang ditengarai sebagai pelaku penganiayaan, baru dua pelaku saja yang diamankan. Sisanya, menjadi pekerjaan rumah bagi polisi untuk segera menangkapnya.

Kasus pengeroyokan ini terjadi di Kecamatan Bangsalsari, beberapa pekan lalu. Ternyata, pada pers rilis itu terungkap, motif yang menjadi dasar tersangka melakukan penganiayaan itu lantaran persoalan atribut. Para pelaku tak terima ada seragam pesilat lain di wilayahnya, hingga membuat mereka menganiaya empat korban dari perguruan silat Pagar Nusa.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika menjelaskan, motif pemukulan yang dilakukan itu terjadi karena pelaku tidak menghendaki ada perguruan silat lain di wilayah mereka. “Mereka anggota perguruan silat PSHT. Saat kejadian, korban disuruh melepaskan atribut perguruan silatnya, sehingga tersangka ini melakukan pengeroyokan,” jelasnya saat pers rilis di Polres Jember, kemarin (6/5).

Menurut dia, kedua tersangka baru diamankan pada Sabtu (1/5) lalu. Mereka ditangkap di sekitar Kecamatan Bangsalsari. Kendati dua pelaku sudah ditangkap, namun masih ada sejumlah pelaku lain yang dinyatakan buron.

Dalam keterangan kepada awak media itu, sedikitnya terdapat tujuh pelaku yang sampai hari ini, Kamis (6/5), belum ditangkap. Namun, polisi mengklaim sudah menerjunkan beberapa personel untuk memburu para pelaku yang buron tersebut. “Sampai saat ini masih kami lakukan pencarian, sesuai dengan teknik-teknik yang kami miliki,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/