alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Padukan Kendang dan Hadrah, Tarik Antusiasme Anak Muda

Antusiasme anak muda dalam musik islami biasanya cukup rendah. Hanya kalangan tertentu saja. Nah, di Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, ada cara tersendiri yang dilakukan sehingga menjadi magnet bagi pemuda. Apaan sih?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik Hadrah terdengar berbeda dari biasanya. Suara itu berasal dari Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Lagunya salawat diiringi rebana, tetapi ada suara kendang dan gongnya.

Hadrah yang diselingi dengan kendang dan gong itu kontan menjadi perhatian sejumlah orang. Sejumlah ASN serta para tamu undangan tertarik dengan alunan musik hadrah yang menjadi pembuka sebuah rapat penting di sana. Ada yang mendekat dan ada yang mendengar dari kejauhan. Sama-sama asyik.

Nur Hamid, pria yang tergabung dalam Grup Gandrung Salawat Konco Manunggal, menyebut, grup hadrah yang tampil memang agar berbeda dengan yang lain. “Itu karena ada perpaduan antara musik hadrah dan gandrung. Ada rebana lengkap, kemudian ada gong dan kendang. Jadi, musik yang dihasilkan lebih kaya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada awal pendirian grup hadrah ini, pria yang menjadi bendahara pada perkumpulan asal Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, itu mengaku, dulunya hanya beranggotakan orang-orang tua. Tetapi, mereka bertekad untuk melahirkan kader-kader baru, yakni anak muda. “Alhamdulillah antusiasme anak-anak muda sangat besar. Apalagi, ini bukan hanya hadrah biasa,” cetusnya.

Dikatakannya, grup itu dinamai Gandrung Salawat Konco Manunggal karena ada perpaduan di dalam musiknya. Proses penggabungan pun dilakukan sehingga lahirlah musik gandrung dan hadrah. Hal itu membuat antusiasme anak-anak muda semakin meningkat. “Kalau dibilang sulit, ya sulit. Tetapi, karena ada kemauan yang tinggi, akhirnya kami bisa. Ini kehormatan bagi kami bisa tampil di Aula PB Soedirman,” paparnya.

Sekretaris grup, Nasihin menuturkan, kolaborasi antara kendang dan hadrah memberikan kesan tersendiri bagi banyak orang. Untuk itulah, para pemain yang kini didominasi anak-anak muda kerap mendapat undangan ke sejumlah tempat. “Kami pun latihan bersama kalau tidak ada undangan,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik Hadrah terdengar berbeda dari biasanya. Suara itu berasal dari Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Lagunya salawat diiringi rebana, tetapi ada suara kendang dan gongnya.

Hadrah yang diselingi dengan kendang dan gong itu kontan menjadi perhatian sejumlah orang. Sejumlah ASN serta para tamu undangan tertarik dengan alunan musik hadrah yang menjadi pembuka sebuah rapat penting di sana. Ada yang mendekat dan ada yang mendengar dari kejauhan. Sama-sama asyik.

Nur Hamid, pria yang tergabung dalam Grup Gandrung Salawat Konco Manunggal, menyebut, grup hadrah yang tampil memang agar berbeda dengan yang lain. “Itu karena ada perpaduan antara musik hadrah dan gandrung. Ada rebana lengkap, kemudian ada gong dan kendang. Jadi, musik yang dihasilkan lebih kaya,” katanya.

Pada awal pendirian grup hadrah ini, pria yang menjadi bendahara pada perkumpulan asal Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, itu mengaku, dulunya hanya beranggotakan orang-orang tua. Tetapi, mereka bertekad untuk melahirkan kader-kader baru, yakni anak muda. “Alhamdulillah antusiasme anak-anak muda sangat besar. Apalagi, ini bukan hanya hadrah biasa,” cetusnya.

Dikatakannya, grup itu dinamai Gandrung Salawat Konco Manunggal karena ada perpaduan di dalam musiknya. Proses penggabungan pun dilakukan sehingga lahirlah musik gandrung dan hadrah. Hal itu membuat antusiasme anak-anak muda semakin meningkat. “Kalau dibilang sulit, ya sulit. Tetapi, karena ada kemauan yang tinggi, akhirnya kami bisa. Ini kehormatan bagi kami bisa tampil di Aula PB Soedirman,” paparnya.

Sekretaris grup, Nasihin menuturkan, kolaborasi antara kendang dan hadrah memberikan kesan tersendiri bagi banyak orang. Untuk itulah, para pemain yang kini didominasi anak-anak muda kerap mendapat undangan ke sejumlah tempat. “Kami pun latihan bersama kalau tidak ada undangan,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Alunan musik Hadrah terdengar berbeda dari biasanya. Suara itu berasal dari Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Lagunya salawat diiringi rebana, tetapi ada suara kendang dan gongnya.

Hadrah yang diselingi dengan kendang dan gong itu kontan menjadi perhatian sejumlah orang. Sejumlah ASN serta para tamu undangan tertarik dengan alunan musik hadrah yang menjadi pembuka sebuah rapat penting di sana. Ada yang mendekat dan ada yang mendengar dari kejauhan. Sama-sama asyik.

Nur Hamid, pria yang tergabung dalam Grup Gandrung Salawat Konco Manunggal, menyebut, grup hadrah yang tampil memang agar berbeda dengan yang lain. “Itu karena ada perpaduan antara musik hadrah dan gandrung. Ada rebana lengkap, kemudian ada gong dan kendang. Jadi, musik yang dihasilkan lebih kaya,” katanya.

Pada awal pendirian grup hadrah ini, pria yang menjadi bendahara pada perkumpulan asal Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, itu mengaku, dulunya hanya beranggotakan orang-orang tua. Tetapi, mereka bertekad untuk melahirkan kader-kader baru, yakni anak muda. “Alhamdulillah antusiasme anak-anak muda sangat besar. Apalagi, ini bukan hanya hadrah biasa,” cetusnya.

Dikatakannya, grup itu dinamai Gandrung Salawat Konco Manunggal karena ada perpaduan di dalam musiknya. Proses penggabungan pun dilakukan sehingga lahirlah musik gandrung dan hadrah. Hal itu membuat antusiasme anak-anak muda semakin meningkat. “Kalau dibilang sulit, ya sulit. Tetapi, karena ada kemauan yang tinggi, akhirnya kami bisa. Ini kehormatan bagi kami bisa tampil di Aula PB Soedirman,” paparnya.

Sekretaris grup, Nasihin menuturkan, kolaborasi antara kendang dan hadrah memberikan kesan tersendiri bagi banyak orang. Untuk itulah, para pemain yang kini didominasi anak-anak muda kerap mendapat undangan ke sejumlah tempat. “Kami pun latihan bersama kalau tidak ada undangan,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/