DITANGKAP: Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto didampingi Kasatrekrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito menunjukkan pelaku beserta barang bukti saat gelar perkara kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG, Radar Kudus – Teka-teki pelaku pembakaran orang hidup-hidup di Desa Sumberjo, Rembang, terungkap. Jaraknya enam hari setelah kasus tragis itu. Pelakunya SM, 50, yang berprofesi sebagai penambal ban. Motifnya asmara. Kini, pelaku diancam hukuman 15 tahun.

Hal ini terungkap kemarin, saat Polres Rembang melakukan gelar kasus pengungkapan tersangka atas kasus pembakaran orang hidup-hidup di sebelah selatan pasar kota. SM terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi atas aksi nekatnya. Dia kalap, karena istrinya kerap diganggu.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto didampingi Kasatrekrim Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan kronologi penangkapan pelaku. Penangkapan berhasil dilakukan anggotanya pada Rabu (4/12) lalu. Pelaku ditangkap saat berada di bengkel miliknya.

MOTIF CEMBURU: Pelaku pembakaran orang SM (bertopeng) saat digelandang anggota Polres Rembang kemarin.
MOTIF CEMBURU: Pelaku pembakaran orang SM (bertopeng) saat digelandang anggota Polres Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

”Ini semua tidak lepas doa seluruh masyarakat. Juga kecepatan anggota Polres Rembang. Saya salut dan mengapresiasi kerja Satrekrim Polres Rembang,” katanya kemarin.

Menurut kapolres, pelaku pembakaran hanya satu orang. Motifnya karena sakit hati. Perbuatan keji ini, dilakukan dengan menyiram bensin kepada korban. Lalu pelaku dengan sengaja membakar korban. Sampai korban masuk rumah sakit.

Totalnya ada dua orang korban. Satu korban berinisial SK, warga Pati yang kini berdomisili di Rembang. Luka yang dialami sekitar 70 persen di tubuhnya. Ini merupakan sasaran tersangka.