alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, meninggalkan trauma bagi warga setempat. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, warga kini mulai mengemasi barang-barang berharga. Barang-barang tersebut dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.

Abdullah bersama istrinya, Sulima, mengaku trauma dengan pembakaran rumah yang terus terjadi. Karena sejak sebulan terakhir, sudah ada empat kali peristiwa pembakaran dan perusakan. Pertama pada 3 Juli, 30 Juli, 3 dan 4 Agustus. Apalagi, pembakaran itu terjadi setelah ada kunjungan Forkopimda Jember.

BACA JUGA: Silo Jember Makin Mencekam, Kapolres Pulang Dua Rumah Kembali Dibakar

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak. Karena ini merupakan satu-satunya harta yang dimiliki. Barang yang diamankan seluruh perabot rumah tangga yang ada di dalam rumah,” ujar Rudy, menantu Abdullah.

Rudy mengaku, keluarganya mengantisipasi jika aksi pembakaran semakin liar. “Saya masih trauma dengan pembakaran yang terjadi. Padahal saat itu, Kapolres Jember bersama Dandim Jember dan Wakil Bupati Jember baru pulang dari sini,” ucapnya.

Jika kondisi benar-benar aman, Rudy mengatakan, semua barang milik mertuanya itu akan dikembalikan lagi ke rumah asal. Meski barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua mertuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut.

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Sementara itu, Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” ujarnya, ditemani sang istri.

Tak Sampai Meluas

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, meninggalkan trauma bagi warga setempat. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, warga kini mulai mengemasi barang-barang berharga. Barang-barang tersebut dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.

Abdullah bersama istrinya, Sulima, mengaku trauma dengan pembakaran rumah yang terus terjadi. Karena sejak sebulan terakhir, sudah ada empat kali peristiwa pembakaran dan perusakan. Pertama pada 3 Juli, 30 Juli, 3 dan 4 Agustus. Apalagi, pembakaran itu terjadi setelah ada kunjungan Forkopimda Jember.

BACA JUGA: Silo Jember Makin Mencekam, Kapolres Pulang Dua Rumah Kembali Dibakar

“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak. Karena ini merupakan satu-satunya harta yang dimiliki. Barang yang diamankan seluruh perabot rumah tangga yang ada di dalam rumah,” ujar Rudy, menantu Abdullah.

Rudy mengaku, keluarganya mengantisipasi jika aksi pembakaran semakin liar. “Saya masih trauma dengan pembakaran yang terjadi. Padahal saat itu, Kapolres Jember bersama Dandim Jember dan Wakil Bupati Jember baru pulang dari sini,” ucapnya.

Jika kondisi benar-benar aman, Rudy mengatakan, semua barang milik mertuanya itu akan dikembalikan lagi ke rumah asal. Meski barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua mertuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut.

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Sementara itu, Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” ujarnya, ditemani sang istri.

Tak Sampai Meluas

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, meninggalkan trauma bagi warga setempat. Takut terjadi aksi pembakaran susulan, warga kini mulai mengemasi barang-barang berharga. Barang-barang tersebut dibawa turun ke rumah sanak saudara di perkampungan terdekat.

Abdullah bersama istrinya, Sulima, mengaku trauma dengan pembakaran rumah yang terus terjadi. Karena sejak sebulan terakhir, sudah ada empat kali peristiwa pembakaran dan perusakan. Pertama pada 3 Juli, 30 Juli, 3 dan 4 Agustus. Apalagi, pembakaran itu terjadi setelah ada kunjungan Forkopimda Jember.

BACA JUGA: Silo Jember Makin Mencekam, Kapolres Pulang Dua Rumah Kembali Dibakar

“Saya terpaksa mengamankan seluruh barang yang ada di rumah bapak. Karena ini merupakan satu-satunya harta yang dimiliki. Barang yang diamankan seluruh perabot rumah tangga yang ada di dalam rumah,” ujar Rudy, menantu Abdullah.

Rudy mengaku, keluarganya mengantisipasi jika aksi pembakaran semakin liar. “Saya masih trauma dengan pembakaran yang terjadi. Padahal saat itu, Kapolres Jember bersama Dandim Jember dan Wakil Bupati Jember baru pulang dari sini,” ucapnya.

Jika kondisi benar-benar aman, Rudy mengatakan, semua barang milik mertuanya itu akan dikembalikan lagi ke rumah asal. Meski barangnya telah dibawa ke tempat lain, namun kedua mertuanya tetap tinggal bersama warga lain di kampung tersebut.

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Sementara itu, Abdullah juga mengaku trauma dengan aksi pembakaran rumah yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut. “Apalagi rumah saya berdempetan dengan rumah Pak Ali,” ujarnya, ditemani sang istri.

Tak Sampai Meluas

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/