alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Sembilan Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran di Silo Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan peristiwa pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, akhirnya terungkap. Hari ini (6/8), Polres Jember mengamankan 15 orang yang diduga berkaitan dengan tragedi tersebut. Dari belasan orang itu, sembilan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan enam orang lainnya sebagai saksi.

Menilik ke belakang, tragedi yang mengakibatkan kampung di tengah hutan ini mencekam terjadi empat kali. Pertama pada 3 Juli. Para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Padukuhan Patungrejo dan Dampitrejo. Kedua, pada 30 Juli. Sejumlah tersangka membakar dan merusak kendaraan. Ketiga pada 5 Agustus. Tersangka kembali melakukan pembakaran dan perusakan rumah.

BACA JUGA: Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Mereka adalah warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo, Silo. “Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP,” katanya.

Aksi tersebut, Lanjut Hery, dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo. Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.

“Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” terangnya kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di Polres Jember, malam ini.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Silo Jember

Ditambah, jauh sebelum peristiwa tragis ini terjadi, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo. “Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo, Desa Mulyorejo,” urainya.

Atas itulah, kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru. Sehingga berencana membakar rumah pelaku pungutan biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut. “Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan peristiwa pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, akhirnya terungkap. Hari ini (6/8), Polres Jember mengamankan 15 orang yang diduga berkaitan dengan tragedi tersebut. Dari belasan orang itu, sembilan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan enam orang lainnya sebagai saksi.

Menilik ke belakang, tragedi yang mengakibatkan kampung di tengah hutan ini mencekam terjadi empat kali. Pertama pada 3 Juli. Para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Padukuhan Patungrejo dan Dampitrejo. Kedua, pada 30 Juli. Sejumlah tersangka membakar dan merusak kendaraan. Ketiga pada 5 Agustus. Tersangka kembali melakukan pembakaran dan perusakan rumah.

BACA JUGA: Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Mereka adalah warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo, Silo. “Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP,” katanya.

Aksi tersebut, Lanjut Hery, dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo. Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.

“Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” terangnya kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di Polres Jember, malam ini.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Silo Jember

Ditambah, jauh sebelum peristiwa tragis ini terjadi, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo. “Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo, Desa Mulyorejo,” urainya.

Atas itulah, kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru. Sehingga berencana membakar rumah pelaku pungutan biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut. “Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rentetan peristiwa pembakaran dan perusakan rumah serta kendaraan di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, akhirnya terungkap. Hari ini (6/8), Polres Jember mengamankan 15 orang yang diduga berkaitan dengan tragedi tersebut. Dari belasan orang itu, sembilan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan enam orang lainnya sebagai saksi.

Menilik ke belakang, tragedi yang mengakibatkan kampung di tengah hutan ini mencekam terjadi empat kali. Pertama pada 3 Juli. Para tersangka membakar sejumlah rumah dan kendaraan milik warga Padukuhan Patungrejo dan Dampitrejo. Kedua, pada 30 Juli. Sejumlah tersangka membakar dan merusak kendaraan. Ketiga pada 5 Agustus. Tersangka kembali melakukan pembakaran dan perusakan rumah.

BACA JUGA: Trauma Ada Pembakaran Susulan, Warga Mulyorejo Jember Kemasi Perabotan

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan, sebanyak 15 orang tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Mereka adalah warga yang memiliki kebun kopi di daerah Desa Mulyorejo, Silo. “Mereka mayoritas berasal dari Kalibaru yang setiap saat mempunyai aktivitas pertanian kopi di TKP,” katanya.

Aksi tersebut, Lanjut Hery, dilatarbelakangi oleh amarah warga Kalibaru terhadap perlakuan warga Desa Mulyorejo. Masyarakat Kalibaru yang mempunyai kebun kopi di Desa Mulyorejo kerap dimintai uang keamanan yang tidak jelas, serta terdapat dugaan pencurian hasil panen kopi.

“Motifnya, adanya dugaan pencurian hasil panen kopi milik warga Kalibaru yang berada di Desa Mulyorejo,” terangnya kepada awak media dalam konferensi pers yang berlangsung di Polres Jember, malam ini.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Satu Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Silo Jember

Ditambah, jauh sebelum peristiwa tragis ini terjadi, warga Kalibaru sempat mendapatkan penganiayaan dari warga Desa Mulyorejo. “Sebelumnya ada petani asal Kalibaru yang juga mendapat penganiayaan dari warga Dusun Patungrejo, Desa Mulyorejo,” urainya.

Atas itulah, kemudian timbul dendam dari warga Kalibaru. Sehingga berencana membakar rumah pelaku pungutan biaya keamanan dan pelaku penganiayaan terhadap warga Kalibaru tersebut. “Karena amarah tersebut, jadi mereka dengan sengaja melakukan pembakaran,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/