alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Warga Surabaya Jadi Korban Penggandaan Uang, Dukunnya Tinggal di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja laku. Buktinya, ada warga Surabaya yang kehilangan puluhan juta lantaran tergiur iming-iming tersangka yang tinggal di Jember. Terlebih syaratnya juga gampang. Cukup menyerahkan lembaran duit dan ubo rampenya. Bim salabim, uang tersebut dijanjikan bisa kembali meski sudah dibelanjakan. Anda percaya?

Korban bernama Nanang Santoso. Lelaki 42 tahun ini asal Kecamatan Tandes, Surabaya. Korban mengaku, selain menyerahkan sejumlah uang, dirinya juga diminta menyiapkan ubo rampe berupa burung gagak hitam, serta benda lain yang disebut sakral.

Oleh tersangka, uang tersebut dimasukan ke dalam kaleng biskuit lalu disuruh bawa pulang. Jumlahnya ada tiga lembar. Namun, sebelum digunakan, korban harus melakukan ritual dengan membakar dupa, sehari sebelum uang itu dipakai berbelanja. “Setelah itu uang saya belanjakan ke toko dua lembar. Dan ternyata uang tidak kembali ke kaleng. Saat itu, saya baru sadar jika saya kena tipu,” kata Nanang.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Nanang mengaku, ia mengenal dukun pesugihan itu dari seseorang asal Jember. Dia beralasan seperti orang linglung seperti terhipnotis, sehingga menurut saja ketika disuruh mengirim sejumlah uang ke tersangka. Bahkan, dia sudah transfer lima kali dengan total Rp 26 juta lebih. “Kata dukun buat beli burung gagak dan keperluan lain agar uang gaib cepat diproses dan bisa segera digunakan,” ucapnya.

Setelah sadar menjadi korban penipuan, Nanang akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Semboro. Sebab, tersangka tinggal di wilayah hukum Polsek Semboro. “Tersangka sudah kami tangkap. Jadi, kami bertindak atas laporan korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Semboro Bripka Anton Wijaya, Rabu (6/7).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja laku. Buktinya, ada warga Surabaya yang kehilangan puluhan juta lantaran tergiur iming-iming tersangka yang tinggal di Jember. Terlebih syaratnya juga gampang. Cukup menyerahkan lembaran duit dan ubo rampenya. Bim salabim, uang tersebut dijanjikan bisa kembali meski sudah dibelanjakan. Anda percaya?

Korban bernama Nanang Santoso. Lelaki 42 tahun ini asal Kecamatan Tandes, Surabaya. Korban mengaku, selain menyerahkan sejumlah uang, dirinya juga diminta menyiapkan ubo rampe berupa burung gagak hitam, serta benda lain yang disebut sakral.

Oleh tersangka, uang tersebut dimasukan ke dalam kaleng biskuit lalu disuruh bawa pulang. Jumlahnya ada tiga lembar. Namun, sebelum digunakan, korban harus melakukan ritual dengan membakar dupa, sehari sebelum uang itu dipakai berbelanja. “Setelah itu uang saya belanjakan ke toko dua lembar. Dan ternyata uang tidak kembali ke kaleng. Saat itu, saya baru sadar jika saya kena tipu,” kata Nanang.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Nanang mengaku, ia mengenal dukun pesugihan itu dari seseorang asal Jember. Dia beralasan seperti orang linglung seperti terhipnotis, sehingga menurut saja ketika disuruh mengirim sejumlah uang ke tersangka. Bahkan, dia sudah transfer lima kali dengan total Rp 26 juta lebih. “Kata dukun buat beli burung gagak dan keperluan lain agar uang gaib cepat diproses dan bisa segera digunakan,” ucapnya.

Setelah sadar menjadi korban penipuan, Nanang akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Semboro. Sebab, tersangka tinggal di wilayah hukum Polsek Semboro. “Tersangka sudah kami tangkap. Jadi, kami bertindak atas laporan korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Semboro Bripka Anton Wijaya, Rabu (6/7).

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Aksi penipuan dengan modus penggandaan uang masih saja laku. Buktinya, ada warga Surabaya yang kehilangan puluhan juta lantaran tergiur iming-iming tersangka yang tinggal di Jember. Terlebih syaratnya juga gampang. Cukup menyerahkan lembaran duit dan ubo rampenya. Bim salabim, uang tersebut dijanjikan bisa kembali meski sudah dibelanjakan. Anda percaya?

Korban bernama Nanang Santoso. Lelaki 42 tahun ini asal Kecamatan Tandes, Surabaya. Korban mengaku, selain menyerahkan sejumlah uang, dirinya juga diminta menyiapkan ubo rampe berupa burung gagak hitam, serta benda lain yang disebut sakral.

Oleh tersangka, uang tersebut dimasukan ke dalam kaleng biskuit lalu disuruh bawa pulang. Jumlahnya ada tiga lembar. Namun, sebelum digunakan, korban harus melakukan ritual dengan membakar dupa, sehari sebelum uang itu dipakai berbelanja. “Setelah itu uang saya belanjakan ke toko dua lembar. Dan ternyata uang tidak kembali ke kaleng. Saat itu, saya baru sadar jika saya kena tipu,” kata Nanang.

BACA JUGA: Warga Jember Jadi Korban Gendam, Motornya Ditukar Jaket dan Tas

Nanang mengaku, ia mengenal dukun pesugihan itu dari seseorang asal Jember. Dia beralasan seperti orang linglung seperti terhipnotis, sehingga menurut saja ketika disuruh mengirim sejumlah uang ke tersangka. Bahkan, dia sudah transfer lima kali dengan total Rp 26 juta lebih. “Kata dukun buat beli burung gagak dan keperluan lain agar uang gaib cepat diproses dan bisa segera digunakan,” ucapnya.

Setelah sadar menjadi korban penipuan, Nanang akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Semboro. Sebab, tersangka tinggal di wilayah hukum Polsek Semboro. “Tersangka sudah kami tangkap. Jadi, kami bertindak atas laporan korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Semboro Bripka Anton Wijaya, Rabu (6/7).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/