alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka Pengeroyokan

Kasus Penganiayaan oleh Oknum Perguruan Silat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap anggota Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa masih menuai tanda tanya. Sebab, setelah beberapa pekan peristiwa itu terjadi, polisi belum mengekspos kasus tersebut secara terbuka ke publik.

Gerak lamban polisi inilah yang membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember bersama petinggi Pagar Nusa mendatangi Polres Jember untuk meminta kejelasan pengusutan kasus tersebut, akhir April lalu. Namun, sampai saat ini, belum ada kabar terbaru soal kelanjutan proses hukum kasus kekerasan tersebut.

Ketua PSNU Pagar Nusa Jember Fathorrozi mengaku belum mengetahui sejauh mana proses hukum yang berjalan atas kekerasan yang menimpa anggotanya itu. Namun, pihaknya mengaku tetap bakal mengawalnya. “Kami juga ingin tahu ada berapa yang sudah ditangkap. Namun, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada informasi yang kami terima dari kepolisian,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya juga menyayangkan proses hukum yang dinilainya berjalan lamban. Padahal, saat silaturahmi terakhir, pihaknya bersama PCNU Jember ditemui langsung oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman. Bahkan, kapolres menjanjikan bakal segera mengusut dan menuntaskan kasus tersebut, hingga semua pelakunya ditangkap. “Tetap kami kawal sampai sejauh mana proses penyidikan itu,” sambung Fathorrozi, saat dikonfirmasi, kemarin (5/5).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menampik jika disebut lamban menangani kasus itu. Menurutnya, perkara itu sudah tertangani. “Yang jelas, sudah ada perkembangan. Sudah ada yang kami amankan dan sudah ditahan,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di ruangannya, kemarin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap anggota Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa masih menuai tanda tanya. Sebab, setelah beberapa pekan peristiwa itu terjadi, polisi belum mengekspos kasus tersebut secara terbuka ke publik.

Gerak lamban polisi inilah yang membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember bersama petinggi Pagar Nusa mendatangi Polres Jember untuk meminta kejelasan pengusutan kasus tersebut, akhir April lalu. Namun, sampai saat ini, belum ada kabar terbaru soal kelanjutan proses hukum kasus kekerasan tersebut.

Ketua PSNU Pagar Nusa Jember Fathorrozi mengaku belum mengetahui sejauh mana proses hukum yang berjalan atas kekerasan yang menimpa anggotanya itu. Namun, pihaknya mengaku tetap bakal mengawalnya. “Kami juga ingin tahu ada berapa yang sudah ditangkap. Namun, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada informasi yang kami terima dari kepolisian,” jelasnya.

Pihaknya juga menyayangkan proses hukum yang dinilainya berjalan lamban. Padahal, saat silaturahmi terakhir, pihaknya bersama PCNU Jember ditemui langsung oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman. Bahkan, kapolres menjanjikan bakal segera mengusut dan menuntaskan kasus tersebut, hingga semua pelakunya ditangkap. “Tetap kami kawal sampai sejauh mana proses penyidikan itu,” sambung Fathorrozi, saat dikonfirmasi, kemarin (5/5).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menampik jika disebut lamban menangani kasus itu. Menurutnya, perkara itu sudah tertangani. “Yang jelas, sudah ada perkembangan. Sudah ada yang kami amankan dan sudah ditahan,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di ruangannya, kemarin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap anggota Perguruan Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa masih menuai tanda tanya. Sebab, setelah beberapa pekan peristiwa itu terjadi, polisi belum mengekspos kasus tersebut secara terbuka ke publik.

Gerak lamban polisi inilah yang membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember bersama petinggi Pagar Nusa mendatangi Polres Jember untuk meminta kejelasan pengusutan kasus tersebut, akhir April lalu. Namun, sampai saat ini, belum ada kabar terbaru soal kelanjutan proses hukum kasus kekerasan tersebut.

Ketua PSNU Pagar Nusa Jember Fathorrozi mengaku belum mengetahui sejauh mana proses hukum yang berjalan atas kekerasan yang menimpa anggotanya itu. Namun, pihaknya mengaku tetap bakal mengawalnya. “Kami juga ingin tahu ada berapa yang sudah ditangkap. Namun, sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada informasi yang kami terima dari kepolisian,” jelasnya.

Pihaknya juga menyayangkan proses hukum yang dinilainya berjalan lamban. Padahal, saat silaturahmi terakhir, pihaknya bersama PCNU Jember ditemui langsung oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman. Bahkan, kapolres menjanjikan bakal segera mengusut dan menuntaskan kasus tersebut, hingga semua pelakunya ditangkap. “Tetap kami kawal sampai sejauh mana proses penyidikan itu,” sambung Fathorrozi, saat dikonfirmasi, kemarin (5/5).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna menampik jika disebut lamban menangani kasus itu. Menurutnya, perkara itu sudah tertangani. “Yang jelas, sudah ada perkembangan. Sudah ada yang kami amankan dan sudah ditahan,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Jember di ruangannya, kemarin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/