alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kepala Keamanan Lapas Tersangka Penipuan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember ditetapkan sebagai tersangka. Pria berinisial WY itu diduga melakukan tindak pidana penipuan kepada korbannya warga Banyuwangi sebesar Rp 300 juta.

Penetapan tersangka WY disampaikan Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono kepada wartawan. Menurut dia, setelah menjemput paksa WY, polisi langsung memeriksanya. Selanjutnya, nama WY ditetapkan sebagai tersangka.

Mujiono menyebut, status tersangka yang disematkan kepada WY dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan alat bukti yang cukup terkait dugaan penipuan. WY terancam kurungan empat tahun penjara. “Kami kenakan Pasal 178 juncto Pasal 172 KUHP,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada polisi, lanjut Mujiono, WY mengakui telah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari korban. Uang itu merupakan syarat atas janji agar anak korban menjadi PNS. Namun demikian, apa yang dijanjikan WY tak kunjung terbukti hingga sekarang.

Informasi yang berhasil dihimpun, WY tidak langsung ditahan dan masih bertugas di Lapas Jember. Hal itu karena dinilai tidak membahayakan. Sementara di Lapas Jember, WY tetap bekerja dalam pembatasan karena kasusnya.

Sebelumnya diberitakan, WY sempat dijemput paksa oleh kepolisian Banyuwangi. Dia diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan CPNS. Atas ulahnya itu, Lapas Jember tidak memberikan pendampingan hukum kepada WY.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yandi menyampaikan, WY bertugas di Lapas Jember dengan menjadi kepala regu atau kepala keamanan. “Dia bertugas baru empat bulan ini,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember ditetapkan sebagai tersangka. Pria berinisial WY itu diduga melakukan tindak pidana penipuan kepada korbannya warga Banyuwangi sebesar Rp 300 juta.

Penetapan tersangka WY disampaikan Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono kepada wartawan. Menurut dia, setelah menjemput paksa WY, polisi langsung memeriksanya. Selanjutnya, nama WY ditetapkan sebagai tersangka.

Mujiono menyebut, status tersangka yang disematkan kepada WY dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan alat bukti yang cukup terkait dugaan penipuan. WY terancam kurungan empat tahun penjara. “Kami kenakan Pasal 178 juncto Pasal 172 KUHP,” bebernya.

Kepada polisi, lanjut Mujiono, WY mengakui telah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari korban. Uang itu merupakan syarat atas janji agar anak korban menjadi PNS. Namun demikian, apa yang dijanjikan WY tak kunjung terbukti hingga sekarang.

Informasi yang berhasil dihimpun, WY tidak langsung ditahan dan masih bertugas di Lapas Jember. Hal itu karena dinilai tidak membahayakan. Sementara di Lapas Jember, WY tetap bekerja dalam pembatasan karena kasusnya.

Sebelumnya diberitakan, WY sempat dijemput paksa oleh kepolisian Banyuwangi. Dia diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan CPNS. Atas ulahnya itu, Lapas Jember tidak memberikan pendampingan hukum kepada WY.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yandi menyampaikan, WY bertugas di Lapas Jember dengan menjadi kepala regu atau kepala keamanan. “Dia bertugas baru empat bulan ini,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepala Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember ditetapkan sebagai tersangka. Pria berinisial WY itu diduga melakukan tindak pidana penipuan kepada korbannya warga Banyuwangi sebesar Rp 300 juta.

Penetapan tersangka WY disampaikan Kapolsek Bangorejo AKP Mujiono kepada wartawan. Menurut dia, setelah menjemput paksa WY, polisi langsung memeriksanya. Selanjutnya, nama WY ditetapkan sebagai tersangka.

Mujiono menyebut, status tersangka yang disematkan kepada WY dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan alat bukti yang cukup terkait dugaan penipuan. WY terancam kurungan empat tahun penjara. “Kami kenakan Pasal 178 juncto Pasal 172 KUHP,” bebernya.

Kepada polisi, lanjut Mujiono, WY mengakui telah menerima uang sebesar Rp 300 juta dari korban. Uang itu merupakan syarat atas janji agar anak korban menjadi PNS. Namun demikian, apa yang dijanjikan WY tak kunjung terbukti hingga sekarang.

Informasi yang berhasil dihimpun, WY tidak langsung ditahan dan masih bertugas di Lapas Jember. Hal itu karena dinilai tidak membahayakan. Sementara di Lapas Jember, WY tetap bekerja dalam pembatasan karena kasusnya.

Sebelumnya diberitakan, WY sempat dijemput paksa oleh kepolisian Banyuwangi. Dia diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan CPNS. Atas ulahnya itu, Lapas Jember tidak memberikan pendampingan hukum kepada WY.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yandi menyampaikan, WY bertugas di Lapas Jember dengan menjadi kepala regu atau kepala keamanan. “Dia bertugas baru empat bulan ini,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/