alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Jadi Tersangka, RH Bakal Ditahan

Proses Pemeriksaan Berlangsung Alot

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang dosen di Universitas Jember (Unej) terhadap kemenakannya terus berlanjut. Kini, polisi telah menetapkan pelaku yang berinisial RH tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini setelah RH menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Jember, kemarin (5/5).

Saat di Polres Jember, RH datang sejak pukul 09.00. Proses pemeriksaan berlangsung cukup lama. Mencapai tiga jam. Baru selesai sekitar pukul 12.00. RH mendapat 20 pertanyaan lebih. Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jember Ipda Diah Vitasari. “Masih ada beberapa pertanyaan. Tadi sekitar dua puluhan pertanyaan,” ungkapnya.

Vita menjelaskan, saat ini RH sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani gelar perkara kedua yang berlangsung 30 April lalu. Karena itu, kemarin, RH datang memberikan keterangan untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan itu, RH tidak datang sendiri. Dia ditemani enam kuasa hukumnya. “Yang hadir terlapor dan enam pendamping atau kuasa hukumnya. Dia diperiksa kapasitasnya sebagai tersangka,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah BAP selesai, Vita menuturkan, proses selanjutnya adalah penangkapan, penahanan, dan menyita barang bukti. Dia mengungkapkan, pemeriksaan BAP itu berlangsung cukup alot dan prosesnya tidak singkat. “Kalau pemeriksaan BAP-nya sudah selesai. Proses selanjutnya melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengupayakan adanya mediasi antara terlapor dan pelapor. Setidaknya, pihak kepolisian telah mengupayakan sebanyak dua kali. Ajakan mediasi pertama dilakukan awal ketika kasus ini mencuat. Selanjutnya, dilakukan pada 29 April lalu. Sehari sebelum gelar perkara kedua dilangsungkan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang dosen di Universitas Jember (Unej) terhadap kemenakannya terus berlanjut. Kini, polisi telah menetapkan pelaku yang berinisial RH tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini setelah RH menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Jember, kemarin (5/5).

Saat di Polres Jember, RH datang sejak pukul 09.00. Proses pemeriksaan berlangsung cukup lama. Mencapai tiga jam. Baru selesai sekitar pukul 12.00. RH mendapat 20 pertanyaan lebih. Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jember Ipda Diah Vitasari. “Masih ada beberapa pertanyaan. Tadi sekitar dua puluhan pertanyaan,” ungkapnya.

Vita menjelaskan, saat ini RH sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani gelar perkara kedua yang berlangsung 30 April lalu. Karena itu, kemarin, RH datang memberikan keterangan untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan itu, RH tidak datang sendiri. Dia ditemani enam kuasa hukumnya. “Yang hadir terlapor dan enam pendamping atau kuasa hukumnya. Dia diperiksa kapasitasnya sebagai tersangka,” bebernya.

Setelah BAP selesai, Vita menuturkan, proses selanjutnya adalah penangkapan, penahanan, dan menyita barang bukti. Dia mengungkapkan, pemeriksaan BAP itu berlangsung cukup alot dan prosesnya tidak singkat. “Kalau pemeriksaan BAP-nya sudah selesai. Proses selanjutnya melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengupayakan adanya mediasi antara terlapor dan pelapor. Setidaknya, pihak kepolisian telah mengupayakan sebanyak dua kali. Ajakan mediasi pertama dilakukan awal ketika kasus ini mencuat. Selanjutnya, dilakukan pada 29 April lalu. Sehari sebelum gelar perkara kedua dilangsungkan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang dosen di Universitas Jember (Unej) terhadap kemenakannya terus berlanjut. Kini, polisi telah menetapkan pelaku yang berinisial RH tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini setelah RH menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Jember, kemarin (5/5).

Saat di Polres Jember, RH datang sejak pukul 09.00. Proses pemeriksaan berlangsung cukup lama. Mencapai tiga jam. Baru selesai sekitar pukul 12.00. RH mendapat 20 pertanyaan lebih. Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Jember Ipda Diah Vitasari. “Masih ada beberapa pertanyaan. Tadi sekitar dua puluhan pertanyaan,” ungkapnya.

Vita menjelaskan, saat ini RH sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani gelar perkara kedua yang berlangsung 30 April lalu. Karena itu, kemarin, RH datang memberikan keterangan untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan itu, RH tidak datang sendiri. Dia ditemani enam kuasa hukumnya. “Yang hadir terlapor dan enam pendamping atau kuasa hukumnya. Dia diperiksa kapasitasnya sebagai tersangka,” bebernya.

Setelah BAP selesai, Vita menuturkan, proses selanjutnya adalah penangkapan, penahanan, dan menyita barang bukti. Dia mengungkapkan, pemeriksaan BAP itu berlangsung cukup alot dan prosesnya tidak singkat. “Kalau pemeriksaan BAP-nya sudah selesai. Proses selanjutnya melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengupayakan adanya mediasi antara terlapor dan pelapor. Setidaknya, pihak kepolisian telah mengupayakan sebanyak dua kali. Ajakan mediasi pertama dilakukan awal ketika kasus ini mencuat. Selanjutnya, dilakukan pada 29 April lalu. Sehari sebelum gelar perkara kedua dilangsungkan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/