alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Pria dengan Gelas di Perut Asal Jember Sempat Menolak Dibawa ke RS

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nur Lasiadi, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tengah menjadi buah bibir. Sebab, di dalam perutnya ditemukan gelas kaca yang bagian bibir gelasnya telah pecah. Ternyata, ini awal mula lelaki 35 tahun itu diketahui menderita sakit yang berkepanjangan hingga dilakukan operasi pengangkatan gelas dari dalam perutnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Wasiso menceritakan, warganya tersebut baru diketahui sakit setelah pihak desa dan petugas medis keliling ke rumah-rumah warga untuk vaksinasi. Kala itu, tim medis yang mendatangi rumah Lasiadi hendak memvaksin, namun tidak bisa karena tubuhnya sedang lemah. “Awalnya mau memvaksin beliau. Tapi ternyata sakit dan sudah agak lama. Akhirnya kami tawari agar diperiksakan, tapi tidak mau,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, kata Wasiso, tim medis yang akan membawanya sempat kerepotan karena Lasiadi terus menolak hingga menyerupai orang kesurupan. Selanjutnya, pihak keluarga pasrah dan meminta agar tim medis tidak memaksa. Tiga bulan berjalan, pemerintah desa baru mengetahui setelah ada relawan yang meminta surat keterangan domisili dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Dan setelah mendapatkan SKTM ini beliau sudah dibawa ke rumah sakit. Saat dibawa ke rumah sakit, kami dari pemerintah desa tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu, keterangan dari keluarga Lasiadi, sebenarnya sakit itu telah dirasakan sejak lima bulan lalu. Namun tiga bulan belakangan, kondisinya semakin parah, hingga ada relawan yang datang dan membawa Lasiadi ke rumah sakit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nur Lasiadi, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tengah menjadi buah bibir. Sebab, di dalam perutnya ditemukan gelas kaca yang bagian bibir gelasnya telah pecah. Ternyata, ini awal mula lelaki 35 tahun itu diketahui menderita sakit yang berkepanjangan hingga dilakukan operasi pengangkatan gelas dari dalam perutnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Wasiso menceritakan, warganya tersebut baru diketahui sakit setelah pihak desa dan petugas medis keliling ke rumah-rumah warga untuk vaksinasi. Kala itu, tim medis yang mendatangi rumah Lasiadi hendak memvaksin, namun tidak bisa karena tubuhnya sedang lemah. “Awalnya mau memvaksin beliau. Tapi ternyata sakit dan sudah agak lama. Akhirnya kami tawari agar diperiksakan, tapi tidak mau,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Bahkan, kata Wasiso, tim medis yang akan membawanya sempat kerepotan karena Lasiadi terus menolak hingga menyerupai orang kesurupan. Selanjutnya, pihak keluarga pasrah dan meminta agar tim medis tidak memaksa. Tiga bulan berjalan, pemerintah desa baru mengetahui setelah ada relawan yang meminta surat keterangan domisili dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Dan setelah mendapatkan SKTM ini beliau sudah dibawa ke rumah sakit. Saat dibawa ke rumah sakit, kami dari pemerintah desa tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu, keterangan dari keluarga Lasiadi, sebenarnya sakit itu telah dirasakan sejak lima bulan lalu. Namun tiga bulan belakangan, kondisinya semakin parah, hingga ada relawan yang datang dan membawa Lasiadi ke rumah sakit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Nur Lasiadi, pria asal Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, tengah menjadi buah bibir. Sebab, di dalam perutnya ditemukan gelas kaca yang bagian bibir gelasnya telah pecah. Ternyata, ini awal mula lelaki 35 tahun itu diketahui menderita sakit yang berkepanjangan hingga dilakukan operasi pengangkatan gelas dari dalam perutnya.

Kepala Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Wasiso menceritakan, warganya tersebut baru diketahui sakit setelah pihak desa dan petugas medis keliling ke rumah-rumah warga untuk vaksinasi. Kala itu, tim medis yang mendatangi rumah Lasiadi hendak memvaksin, namun tidak bisa karena tubuhnya sedang lemah. “Awalnya mau memvaksin beliau. Tapi ternyata sakit dan sudah agak lama. Akhirnya kami tawari agar diperiksakan, tapi tidak mau,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ada Gelas Kaca Dalam Perut Pria di Jember, Bagaimana Masuknya?

Bahkan, kata Wasiso, tim medis yang akan membawanya sempat kerepotan karena Lasiadi terus menolak hingga menyerupai orang kesurupan. Selanjutnya, pihak keluarga pasrah dan meminta agar tim medis tidak memaksa. Tiga bulan berjalan, pemerintah desa baru mengetahui setelah ada relawan yang meminta surat keterangan domisili dan surat keterangan tidak mampu (SKTM). “Dan setelah mendapatkan SKTM ini beliau sudah dibawa ke rumah sakit. Saat dibawa ke rumah sakit, kami dari pemerintah desa tidak tahu,” jelasnya.

Sementara itu, keterangan dari keluarga Lasiadi, sebenarnya sakit itu telah dirasakan sejak lima bulan lalu. Namun tiga bulan belakangan, kondisinya semakin parah, hingga ada relawan yang datang dan membawa Lasiadi ke rumah sakit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/