29.7 C
Jember
Thursday, 23 March 2023

Parkiran Satlantas Polres Jember Mendadak Jadi Bengkel Motor, Ini Sebabnya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Tak seperti biasanya, halaman Satlantas Polres Jember mendadak ramai. Bahkan, lokasi parkir yang biasanya digunakan apel berubah menjadi bengkel motor. Mereka yang sedang memperbaiki motor itu adalah para pemilik kendaraan yang terjaring operasi balap liar di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Paseban, Kecamatan Kencong, kemarin (5/3).

Praktis, suasana di halaman satlantas menjadi cukup riuh. Terlihat ada yang membawa sak berisi kunci pas dan onderdil motor. Ada juga yang membawa ransel berisi knalpot dan perlengkapan motor lainnya.

BACA JUGA: Polres Jember Amankan 124 Motor dari Operasi Balap Liar di JLS Paseban

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena sebelum dibawa pulang, para pemilik kendaraan itu harus melengkapi kendaraan agar sesuai standar pabrikan. Banyak di antara motor yang diamankan tersebut menggunakan knalpot brong, tidak ada spion, tanpa lampu, serta ban dan velg berukuran kecil.

Khusus pemilik kendaraan yang masih berstatus pelajar atau di bawah umur, mereka tak boleh mengambil sendiri. Wajib didampingi orang tua masing-masing. Kalau mereka memaksa datang sendiri, diminta balik kanan. “Boleh kembali lagi asa bersama orang tua,” kata Heru Siswanto, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, Senin (6/3).

Kehadiran orang tua, Heru menilai, cukup penting. Karena ulah para remaja itu dengan melakukan aksi balap liar, sudah menyusahkan mereka. Rupanya, kewajiban menghadirkan orang tua tersebut menyimpan nilai edukasi. Sebab, para remaja itu diminta meminta maaf secara langsung di depan orang tua. Suasana itu memunculkan pemandangan haru. Karena mereka meminta maaf dengan bersimpuh di depan orang tua masing-masing.

“Tolong jangan diulangi lagi dengan aksi balap liar. Karena selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain,” pesan Heru kepada para remaja tersebut.

Walau kendaraan yang sudah kembali standar bisa diambil kembali, namun polisi tetap mengenakan tilang kepada mereka. Ini agar menimbulkan efek jera, serta diharapkan tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. “Tilang tetap kami berikan. Karena mereka sudah melanggar,” pungkas Heru. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Tak seperti biasanya, halaman Satlantas Polres Jember mendadak ramai. Bahkan, lokasi parkir yang biasanya digunakan apel berubah menjadi bengkel motor. Mereka yang sedang memperbaiki motor itu adalah para pemilik kendaraan yang terjaring operasi balap liar di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Paseban, Kecamatan Kencong, kemarin (5/3).

Praktis, suasana di halaman satlantas menjadi cukup riuh. Terlihat ada yang membawa sak berisi kunci pas dan onderdil motor. Ada juga yang membawa ransel berisi knalpot dan perlengkapan motor lainnya.

BACA JUGA: Polres Jember Amankan 124 Motor dari Operasi Balap Liar di JLS Paseban

Karena sebelum dibawa pulang, para pemilik kendaraan itu harus melengkapi kendaraan agar sesuai standar pabrikan. Banyak di antara motor yang diamankan tersebut menggunakan knalpot brong, tidak ada spion, tanpa lampu, serta ban dan velg berukuran kecil.

Khusus pemilik kendaraan yang masih berstatus pelajar atau di bawah umur, mereka tak boleh mengambil sendiri. Wajib didampingi orang tua masing-masing. Kalau mereka memaksa datang sendiri, diminta balik kanan. “Boleh kembali lagi asa bersama orang tua,” kata Heru Siswanto, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, Senin (6/3).

Kehadiran orang tua, Heru menilai, cukup penting. Karena ulah para remaja itu dengan melakukan aksi balap liar, sudah menyusahkan mereka. Rupanya, kewajiban menghadirkan orang tua tersebut menyimpan nilai edukasi. Sebab, para remaja itu diminta meminta maaf secara langsung di depan orang tua. Suasana itu memunculkan pemandangan haru. Karena mereka meminta maaf dengan bersimpuh di depan orang tua masing-masing.

“Tolong jangan diulangi lagi dengan aksi balap liar. Karena selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain,” pesan Heru kepada para remaja tersebut.

Walau kendaraan yang sudah kembali standar bisa diambil kembali, namun polisi tetap mengenakan tilang kepada mereka. Ini agar menimbulkan efek jera, serta diharapkan tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. “Tilang tetap kami berikan. Karena mereka sudah melanggar,” pungkas Heru. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID– Tak seperti biasanya, halaman Satlantas Polres Jember mendadak ramai. Bahkan, lokasi parkir yang biasanya digunakan apel berubah menjadi bengkel motor. Mereka yang sedang memperbaiki motor itu adalah para pemilik kendaraan yang terjaring operasi balap liar di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Paseban, Kecamatan Kencong, kemarin (5/3).

Praktis, suasana di halaman satlantas menjadi cukup riuh. Terlihat ada yang membawa sak berisi kunci pas dan onderdil motor. Ada juga yang membawa ransel berisi knalpot dan perlengkapan motor lainnya.

BACA JUGA: Polres Jember Amankan 124 Motor dari Operasi Balap Liar di JLS Paseban

Karena sebelum dibawa pulang, para pemilik kendaraan itu harus melengkapi kendaraan agar sesuai standar pabrikan. Banyak di antara motor yang diamankan tersebut menggunakan knalpot brong, tidak ada spion, tanpa lampu, serta ban dan velg berukuran kecil.

Khusus pemilik kendaraan yang masih berstatus pelajar atau di bawah umur, mereka tak boleh mengambil sendiri. Wajib didampingi orang tua masing-masing. Kalau mereka memaksa datang sendiri, diminta balik kanan. “Boleh kembali lagi asa bersama orang tua,” kata Heru Siswanto, Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, Senin (6/3).

Kehadiran orang tua, Heru menilai, cukup penting. Karena ulah para remaja itu dengan melakukan aksi balap liar, sudah menyusahkan mereka. Rupanya, kewajiban menghadirkan orang tua tersebut menyimpan nilai edukasi. Sebab, para remaja itu diminta meminta maaf secara langsung di depan orang tua. Suasana itu memunculkan pemandangan haru. Karena mereka meminta maaf dengan bersimpuh di depan orang tua masing-masing.

“Tolong jangan diulangi lagi dengan aksi balap liar. Karena selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang lain,” pesan Heru kepada para remaja tersebut.

Walau kendaraan yang sudah kembali standar bisa diambil kembali, namun polisi tetap mengenakan tilang kepada mereka. Ini agar menimbulkan efek jera, serta diharapkan tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari. “Tilang tetap kami berikan. Karena mereka sudah melanggar,” pungkas Heru. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca