alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Jembatan Piket Nol Putus Akbiat Erupsi Gunung Semeru

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDGunung Semeru kembali meletus. Letusan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lereng  gunung lari berhamburan keluar rumah. Erupsi Gunung Semeru menyebabkan Jembatan Piket Nol, di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo putus. Praktis akses Lumajang-Malang jalur selatan terhenti total. Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengamankan kawasan tersebut.

Sanhaji, salah satu warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo meng ungkapkan, awalnya terdengar suara letusan beberapa kali. Warga setempat mengang gap hal itu biasa. Namun, letusan akhirnya disertai awan panas yang membumbung cukup tinggi. “Sekitar jam 13.00, ada aliran lahar dingin kecil. Di sekitar Curahkobokan. Tetapi, aliran semakin besar dan ada suara letusan beberapa kali. Suaranya seperti guntur dan petir,” ungkapnya.Dia menambahkan, warga mengungsi di sejumlah tempat. Sebab, hujan abu mulai turun. “Di sini listriknya padam juga,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa kecamatan di sekitar lereng Gunung Semeru juga ikut mengungsi ke tempat aman. Abu juga menyelimuti bangunan dan lingkungan sekitar. Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebab, abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru menutupi hampir semua kawasan tersebut. Alhasil, Dusun tersebut terisolir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dusun yang berjarak sekitar dua kilometer dari Sungai Rejali tersebut tertimbun abu vulkanik. Aliran sungai tersebut tidak membawa abu. Melainkan, abu vulkanik mengalir lewat jalan desa setempat. Sehingga akses ke dusun lainnya  terputus. “Sementara belum terdeteksi ada berapa jumlah warga sini yang terluka. Tetapi ada tiga warga dengan kulit terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa,” ujar Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDGunung Semeru kembali meletus. Letusan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lereng  gunung lari berhamburan keluar rumah. Erupsi Gunung Semeru menyebabkan Jembatan Piket Nol, di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo putus. Praktis akses Lumajang-Malang jalur selatan terhenti total. Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengamankan kawasan tersebut.

Sanhaji, salah satu warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo meng ungkapkan, awalnya terdengar suara letusan beberapa kali. Warga setempat mengang gap hal itu biasa. Namun, letusan akhirnya disertai awan panas yang membumbung cukup tinggi. “Sekitar jam 13.00, ada aliran lahar dingin kecil. Di sekitar Curahkobokan. Tetapi, aliran semakin besar dan ada suara letusan beberapa kali. Suaranya seperti guntur dan petir,” ungkapnya.Dia menambahkan, warga mengungsi di sejumlah tempat. Sebab, hujan abu mulai turun. “Di sini listriknya padam juga,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa kecamatan di sekitar lereng Gunung Semeru juga ikut mengungsi ke tempat aman. Abu juga menyelimuti bangunan dan lingkungan sekitar. Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebab, abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru menutupi hampir semua kawasan tersebut. Alhasil, Dusun tersebut terisolir.

Dusun yang berjarak sekitar dua kilometer dari Sungai Rejali tersebut tertimbun abu vulkanik. Aliran sungai tersebut tidak membawa abu. Melainkan, abu vulkanik mengalir lewat jalan desa setempat. Sehingga akses ke dusun lainnya  terputus. “Sementara belum terdeteksi ada berapa jumlah warga sini yang terluka. Tetapi ada tiga warga dengan kulit terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa,” ujar Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin.

LUMAJANG, RADARJEMBER.IDGunung Semeru kembali meletus. Letusan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lereng  gunung lari berhamburan keluar rumah. Erupsi Gunung Semeru menyebabkan Jembatan Piket Nol, di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo putus. Praktis akses Lumajang-Malang jalur selatan terhenti total. Sejumlah petugas dikerahkan untuk mengamankan kawasan tersebut.

Sanhaji, salah satu warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo meng ungkapkan, awalnya terdengar suara letusan beberapa kali. Warga setempat mengang gap hal itu biasa. Namun, letusan akhirnya disertai awan panas yang membumbung cukup tinggi. “Sekitar jam 13.00, ada aliran lahar dingin kecil. Di sekitar Curahkobokan. Tetapi, aliran semakin besar dan ada suara letusan beberapa kali. Suaranya seperti guntur dan petir,” ungkapnya.Dia menambahkan, warga mengungsi di sejumlah tempat. Sebab, hujan abu mulai turun. “Di sini listriknya padam juga,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa kecamatan di sekitar lereng Gunung Semeru juga ikut mengungsi ke tempat aman. Abu juga menyelimuti bangunan dan lingkungan sekitar. Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro menjadi salah satu desa yang terdampak paling parah. Sebab, abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru menutupi hampir semua kawasan tersebut. Alhasil, Dusun tersebut terisolir.

Dusun yang berjarak sekitar dua kilometer dari Sungai Rejali tersebut tertimbun abu vulkanik. Aliran sungai tersebut tidak membawa abu. Melainkan, abu vulkanik mengalir lewat jalan desa setempat. Sehingga akses ke dusun lainnya  terputus. “Sementara belum terdeteksi ada berapa jumlah warga sini yang terluka. Tetapi ada tiga warga dengan kulit terkena lahar panas. Mereka sopir dari luar desa,” ujar Sekretaris Desa Sumberwuluh, Samsul Arifin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/