alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kasus Politik Uang Lanjut ke Kejaksaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tersangka politik uang, Ahmad Zaini, tertunduk saat menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kemarin (4/12). Jalannya terburu-buru dan terus menatap ke lantai saat ada wartawan. Bahkan, masker hitam yang sebelumnya dia kenakan menutup hidung dan mulut, berubah fungsi. Masker itu menjadi alat menutupi wajahnya.

Ahmad Zaini masuk ke Kejari sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan rompi warna jingga. Kasus yang menjeratnya adalah tentang politik uang yang kini masuk ke tahap dua. Sebelumnya, dia menjalani penyidikan di Polres Jember untuk melengkapi berkas, termasuk dua alat bukti. Pelimpahan kasus tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren dan Dwi Endah Setyowati, Divisi Penindakan Bawaslu Jember.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza yang menerima pelimpahan tersebut mengatakan, sesuai hasil penyidikan Satreskrim Polres Jember, tersangka melanggar pasal 187 A ayat 1 junto pasal 173 ayat 4 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari menambahkan, tersangka adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kasus tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Dia mengatakan, setidaknya lima hari ke depan kasus politik uang tersebut akan diajukan ke persidangan. Bahkan, dia sendiri yang akan menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tersangka politik uang, Ahmad Zaini, tertunduk saat menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kemarin (4/12). Jalannya terburu-buru dan terus menatap ke lantai saat ada wartawan. Bahkan, masker hitam yang sebelumnya dia kenakan menutup hidung dan mulut, berubah fungsi. Masker itu menjadi alat menutupi wajahnya.

Ahmad Zaini masuk ke Kejari sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan rompi warna jingga. Kasus yang menjeratnya adalah tentang politik uang yang kini masuk ke tahap dua. Sebelumnya, dia menjalani penyidikan di Polres Jember untuk melengkapi berkas, termasuk dua alat bukti. Pelimpahan kasus tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren dan Dwi Endah Setyowati, Divisi Penindakan Bawaslu Jember.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza yang menerima pelimpahan tersebut mengatakan, sesuai hasil penyidikan Satreskrim Polres Jember, tersangka melanggar pasal 187 A ayat 1 junto pasal 173 ayat 4 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari menambahkan, tersangka adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kasus tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Dia mengatakan, setidaknya lima hari ke depan kasus politik uang tersebut akan diajukan ke persidangan. Bahkan, dia sendiri yang akan menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tersangka politik uang, Ahmad Zaini, tertunduk saat menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kemarin (4/12). Jalannya terburu-buru dan terus menatap ke lantai saat ada wartawan. Bahkan, masker hitam yang sebelumnya dia kenakan menutup hidung dan mulut, berubah fungsi. Masker itu menjadi alat menutupi wajahnya.

Ahmad Zaini masuk ke Kejari sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan rompi warna jingga. Kasus yang menjeratnya adalah tentang politik uang yang kini masuk ke tahap dua. Sebelumnya, dia menjalani penyidikan di Polres Jember untuk melengkapi berkas, termasuk dua alat bukti. Pelimpahan kasus tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren dan Dwi Endah Setyowati, Divisi Penindakan Bawaslu Jember.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza yang menerima pelimpahan tersebut mengatakan, sesuai hasil penyidikan Satreskrim Polres Jember, tersangka melanggar pasal 187 A ayat 1 junto pasal 173 ayat 4 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari menambahkan, tersangka adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kasus tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Dia mengatakan, setidaknya lima hari ke depan kasus politik uang tersebut akan diajukan ke persidangan. Bahkan, dia sendiri yang akan menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/