alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Mama Muda Ketipu Arisan Bodong

Dijanjikan Royalti, Pelaku Berkedok Persit TNI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Raut wajah gelisah tampak terlihat jelas dari tujuh mama-mama muda saat mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, Kamis (3/6). Sambil masing-masing menenteng map dan tas, ibu-ibu itu membuat laporan atas kasus yang dialaminya.

Rupanya, emak-emak milenial ini adalah korban penipuan arisan bodong berkedok royalti, atau keuntungan lebih dari pemanfaatan barang dan jasa. “Itu arisan online. Jadi, tiap bulan kami setor di tanggal yang ditentukan. Dan ada profit di situ. Tapi saat penarikan, tidak dicairkan,” keluh Wim Fernadiawati, salah seorang korban yang membuat laporan.

Mereka menjelaskan, arisan itu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Modus yang digunakan pelaku hingga membuat ibu-ibu muda itu tergiur lantaran adanya keterlibatan ibu-ibu yang mengaku sebagai ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) dari Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari situlah, mereka tertarik. Apalagi, mereka juga dijanjikan ada keuntungan atau profit dari arisan tersebut. “Kami percaya karena di situ ada ibu-ibu Persit TNI. Kami kira amanah. Ternyata saat penarikan tidak dicairkan,” gerutunya.

Seharusnya, mereka bisa melakukan penarikan atau pencairan itu saat Maret lalu, atau sebelum puasa. Namun, ternyata penarikan tidak bisa dilakukan. Pelaku justru menjanjikan akan mencairkan satu tahun ke depan dengan cara dicicil. “Kami tidak mau, dan itu sudah tidak jelas. Makanya kami lapor polisi,” imbuh ibu-ibu asal Tiris, Probolinggo, yang mengaku tertipu Rp 27 jutaan itu.

Tidak hanya mereka, korban lain diakuinya juga banyak. Sebab, keanggotaan arisan berkedok ngaku-ngaku istri TNI itu tersebar dari berbagai daerah. Ada dari Jember, Probolinggo, Banyuwangi, hingga Lampung. “Ada sekitar 50-an. Nominalnya macem-macem. Kisaran Rp 3-8 juta per bulan per kepala,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Raut wajah gelisah tampak terlihat jelas dari tujuh mama-mama muda saat mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, Kamis (3/6). Sambil masing-masing menenteng map dan tas, ibu-ibu itu membuat laporan atas kasus yang dialaminya.

Rupanya, emak-emak milenial ini adalah korban penipuan arisan bodong berkedok royalti, atau keuntungan lebih dari pemanfaatan barang dan jasa. “Itu arisan online. Jadi, tiap bulan kami setor di tanggal yang ditentukan. Dan ada profit di situ. Tapi saat penarikan, tidak dicairkan,” keluh Wim Fernadiawati, salah seorang korban yang membuat laporan.

Mereka menjelaskan, arisan itu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Modus yang digunakan pelaku hingga membuat ibu-ibu muda itu tergiur lantaran adanya keterlibatan ibu-ibu yang mengaku sebagai ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) dari Jember.

Dari situlah, mereka tertarik. Apalagi, mereka juga dijanjikan ada keuntungan atau profit dari arisan tersebut. “Kami percaya karena di situ ada ibu-ibu Persit TNI. Kami kira amanah. Ternyata saat penarikan tidak dicairkan,” gerutunya.

Seharusnya, mereka bisa melakukan penarikan atau pencairan itu saat Maret lalu, atau sebelum puasa. Namun, ternyata penarikan tidak bisa dilakukan. Pelaku justru menjanjikan akan mencairkan satu tahun ke depan dengan cara dicicil. “Kami tidak mau, dan itu sudah tidak jelas. Makanya kami lapor polisi,” imbuh ibu-ibu asal Tiris, Probolinggo, yang mengaku tertipu Rp 27 jutaan itu.

Tidak hanya mereka, korban lain diakuinya juga banyak. Sebab, keanggotaan arisan berkedok ngaku-ngaku istri TNI itu tersebar dari berbagai daerah. Ada dari Jember, Probolinggo, Banyuwangi, hingga Lampung. “Ada sekitar 50-an. Nominalnya macem-macem. Kisaran Rp 3-8 juta per bulan per kepala,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Raut wajah gelisah tampak terlihat jelas dari tujuh mama-mama muda saat mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember, Kamis (3/6). Sambil masing-masing menenteng map dan tas, ibu-ibu itu membuat laporan atas kasus yang dialaminya.

Rupanya, emak-emak milenial ini adalah korban penipuan arisan bodong berkedok royalti, atau keuntungan lebih dari pemanfaatan barang dan jasa. “Itu arisan online. Jadi, tiap bulan kami setor di tanggal yang ditentukan. Dan ada profit di situ. Tapi saat penarikan, tidak dicairkan,” keluh Wim Fernadiawati, salah seorang korban yang membuat laporan.

Mereka menjelaskan, arisan itu sudah berlangsung sejak tiga bulan yang lalu. Modus yang digunakan pelaku hingga membuat ibu-ibu muda itu tergiur lantaran adanya keterlibatan ibu-ibu yang mengaku sebagai ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) dari Jember.

Dari situlah, mereka tertarik. Apalagi, mereka juga dijanjikan ada keuntungan atau profit dari arisan tersebut. “Kami percaya karena di situ ada ibu-ibu Persit TNI. Kami kira amanah. Ternyata saat penarikan tidak dicairkan,” gerutunya.

Seharusnya, mereka bisa melakukan penarikan atau pencairan itu saat Maret lalu, atau sebelum puasa. Namun, ternyata penarikan tidak bisa dilakukan. Pelaku justru menjanjikan akan mencairkan satu tahun ke depan dengan cara dicicil. “Kami tidak mau, dan itu sudah tidak jelas. Makanya kami lapor polisi,” imbuh ibu-ibu asal Tiris, Probolinggo, yang mengaku tertipu Rp 27 jutaan itu.

Tidak hanya mereka, korban lain diakuinya juga banyak. Sebab, keanggotaan arisan berkedok ngaku-ngaku istri TNI itu tersebar dari berbagai daerah. Ada dari Jember, Probolinggo, Banyuwangi, hingga Lampung. “Ada sekitar 50-an. Nominalnya macem-macem. Kisaran Rp 3-8 juta per bulan per kepala,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/