alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Polres Jember Bakal Usut Kasus Kejahataan Perbankan

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Kasus kejahatan perbankan di Jember yang melibatkan oknum pegawai bank bakal diusut oleh Satrekrim Polres Jember. Perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan ini dilaporkan oleh seorang ahli waris debitur salah satu bank yang ada di Jember.

Kejelasan tindak lanjut perkara ini muncul setelah pelapor melalui kuasa hukumnya mendatangi Polres Jember, Rabu (5/5). Polisi menyatakan bakal mengkroscek kembali sejauh mana kelengkapan berkas terkait perkara itu, untuk selanjutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Kami cek lebih dulu sejauh mana tahapan kelengkapan pemberkasannya. Nantinya akan kami lakukan gelar perkara. Bagaimana nanti perkembangaannya, akan kami sampaikan kepada pihak pelapor,” ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasatreskrim Polres Jember, dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Perkara dugaan tindak pidana itu terkait proses penerbitan perjanjiaan kredit. Pihak debitur menengarai ada kejanggalan dalam proses penerbitan surat perjanjian kredit yang ditandatangani antara pihak bank dengan Debitur. Dalam surat perjanjiaan kredit senilai Rp 1,3 milyar itu, tanda tangan debitur berbeda dengan aslinya. Sehingga terindikasi ada upaya pemalsuan yang ditengarai dilakukan oleh oknum pegawai bank tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, laporan ahli waris debitur, Suciwati dan Oiy Haryanto Wibowo, menyebutkan, perkara dugaan kejahataan perbankan tersebut sebelumnya telah beberapa kali masuk dalam proses persidangan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jember pada 2011 lalu. Namun penanganan perkara perdata yang diajukan ini dihentikan oleh majelis hakim karena terindikasi telah terjadi dugaan perbuatan pidana dalam penerbitan perjanjiaan kredit tersebut.

- Advertisement -

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Kasus kejahatan perbankan di Jember yang melibatkan oknum pegawai bank bakal diusut oleh Satrekrim Polres Jember. Perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan ini dilaporkan oleh seorang ahli waris debitur salah satu bank yang ada di Jember.

Kejelasan tindak lanjut perkara ini muncul setelah pelapor melalui kuasa hukumnya mendatangi Polres Jember, Rabu (5/5). Polisi menyatakan bakal mengkroscek kembali sejauh mana kelengkapan berkas terkait perkara itu, untuk selanjutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Kami cek lebih dulu sejauh mana tahapan kelengkapan pemberkasannya. Nantinya akan kami lakukan gelar perkara. Bagaimana nanti perkembangaannya, akan kami sampaikan kepada pihak pelapor,” ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasatreskrim Polres Jember, dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

Perkara dugaan tindak pidana itu terkait proses penerbitan perjanjiaan kredit. Pihak debitur menengarai ada kejanggalan dalam proses penerbitan surat perjanjian kredit yang ditandatangani antara pihak bank dengan Debitur. Dalam surat perjanjiaan kredit senilai Rp 1,3 milyar itu, tanda tangan debitur berbeda dengan aslinya. Sehingga terindikasi ada upaya pemalsuan yang ditengarai dilakukan oleh oknum pegawai bank tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, laporan ahli waris debitur, Suciwati dan Oiy Haryanto Wibowo, menyebutkan, perkara dugaan kejahataan perbankan tersebut sebelumnya telah beberapa kali masuk dalam proses persidangan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jember pada 2011 lalu. Namun penanganan perkara perdata yang diajukan ini dihentikan oleh majelis hakim karena terindikasi telah terjadi dugaan perbuatan pidana dalam penerbitan perjanjiaan kredit tersebut.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Kasus kejahatan perbankan di Jember yang melibatkan oknum pegawai bank bakal diusut oleh Satrekrim Polres Jember. Perkara dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan ini dilaporkan oleh seorang ahli waris debitur salah satu bank yang ada di Jember.

Kejelasan tindak lanjut perkara ini muncul setelah pelapor melalui kuasa hukumnya mendatangi Polres Jember, Rabu (5/5). Polisi menyatakan bakal mengkroscek kembali sejauh mana kelengkapan berkas terkait perkara itu, untuk selanjutnya akan dilakukan gelar perkara.

“Kami cek lebih dulu sejauh mana tahapan kelengkapan pemberkasannya. Nantinya akan kami lakukan gelar perkara. Bagaimana nanti perkembangaannya, akan kami sampaikan kepada pihak pelapor,” ujar AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Kasatreskrim Polres Jember, dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember.

Perkara dugaan tindak pidana itu terkait proses penerbitan perjanjiaan kredit. Pihak debitur menengarai ada kejanggalan dalam proses penerbitan surat perjanjian kredit yang ditandatangani antara pihak bank dengan Debitur. Dalam surat perjanjiaan kredit senilai Rp 1,3 milyar itu, tanda tangan debitur berbeda dengan aslinya. Sehingga terindikasi ada upaya pemalsuan yang ditengarai dilakukan oleh oknum pegawai bank tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, laporan ahli waris debitur, Suciwati dan Oiy Haryanto Wibowo, menyebutkan, perkara dugaan kejahataan perbankan tersebut sebelumnya telah beberapa kali masuk dalam proses persidangan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jember pada 2011 lalu. Namun penanganan perkara perdata yang diajukan ini dihentikan oleh majelis hakim karena terindikasi telah terjadi dugaan perbuatan pidana dalam penerbitan perjanjiaan kredit tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/