alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dulu Hanya Hobi, Sekarang Jadi Bisnis Menjanjikan

Siapa yang tak mengenal ikan koi. Ikan ini cukup populer karena corak dan warnanya yang memesona. Di Tegalgede, Sumbersari, ada warga yang bisa berbisnis ikan itu, setelah melihat anaknya kerap membeli koi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peluang bisnis terkadang ada di depan mata. Namun, tidak semua orang mampu mengambil berkahnya. Kadang, orang yang hanya melihat hal-hal besar sehingga lupa bahwa perkara sepele di sekelilingnya juga dapat mendulang rezeki.

Nur Salim salah satunya. Pria yang tinggal di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, itu kini memiliki bisnis sampingan yang cukup menjanjikan. Sejak tiga tahun terakhir, dia fokus merawat ikan koi. “Sebenarnya saya sudah suka ikan koi sejak dulu. Namun, hanya suka saja. Dulu tidak ada niatan untuk membudidayakan,” katanya.

Siapa sangka, pria dua anak tersebut justru dibikin gandrung karena sering melihat ikan koi yang dibeli anaknya. Awalnya dia biasa saja. Namun lama-lama, karena ikan yang dimiliki anaknya sering mati, dia pun mencoba untuk merawatnya di kolam yang standar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ikan milik anak saya ditaruh di akuarium. Akhirnya saya bikin kolam yang standar. Ada kolam utama dan filternya. Saya belajar dari teman sekolah saya dulu di Banyuwangi,” ucapnya.

Nur Salim semakin fokus mendalami dunia koi pada 2018 lalu. Dia selanjutnya masuk dalam komunitas pada 2019. Pada tahun itu, menurutnya, ada Jember Koi Club yang resmi terdaftar. Nah, sejak itulah, dia semakin mendalami apa saja dan bagaimana cara merawat ikan koi yang baik.

“Geliat ikan koi pada 2018 di Jember sudah tumbuh. Sejak lama sebenarnya sudah banyak yang suka. Hanya saja, kumpul-kumpul sejak tahun itu dan 2019 sudah ada yang resmi,” bebernya.

Setelah sering bertemu dengan banyak pecinta koi, Nur Salim melihat pangsa pasarnya cukup luar biasa. Bahkan, tetap terbuka di pasar maupun penjualan melalui daring. Di Jember sendiri, dia kerap mengetahui ikan koi yang harganya mencapai jutaan rupiah. “Koi yang mahal itu yang berkualitas. Kemudian, koi yang akan dibuat indukan juga mahal,” paparnya.

Harga ikan koi berkualitas atau tidak, menurutnya dilihat dari corak, warna, serta tubuh ikan itu sendiri. Koi yang biasanya diternak dan dipanen, maka akan ada pembedanya. Yaitu ikan koi grade A dan B. Hal ini dilakukan untuk memilah ikan koi yang bagus dan yang biasa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peluang bisnis terkadang ada di depan mata. Namun, tidak semua orang mampu mengambil berkahnya. Kadang, orang yang hanya melihat hal-hal besar sehingga lupa bahwa perkara sepele di sekelilingnya juga dapat mendulang rezeki.

Nur Salim salah satunya. Pria yang tinggal di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, itu kini memiliki bisnis sampingan yang cukup menjanjikan. Sejak tiga tahun terakhir, dia fokus merawat ikan koi. “Sebenarnya saya sudah suka ikan koi sejak dulu. Namun, hanya suka saja. Dulu tidak ada niatan untuk membudidayakan,” katanya.

Siapa sangka, pria dua anak tersebut justru dibikin gandrung karena sering melihat ikan koi yang dibeli anaknya. Awalnya dia biasa saja. Namun lama-lama, karena ikan yang dimiliki anaknya sering mati, dia pun mencoba untuk merawatnya di kolam yang standar.

“Ikan milik anak saya ditaruh di akuarium. Akhirnya saya bikin kolam yang standar. Ada kolam utama dan filternya. Saya belajar dari teman sekolah saya dulu di Banyuwangi,” ucapnya.

Nur Salim semakin fokus mendalami dunia koi pada 2018 lalu. Dia selanjutnya masuk dalam komunitas pada 2019. Pada tahun itu, menurutnya, ada Jember Koi Club yang resmi terdaftar. Nah, sejak itulah, dia semakin mendalami apa saja dan bagaimana cara merawat ikan koi yang baik.

“Geliat ikan koi pada 2018 di Jember sudah tumbuh. Sejak lama sebenarnya sudah banyak yang suka. Hanya saja, kumpul-kumpul sejak tahun itu dan 2019 sudah ada yang resmi,” bebernya.

Setelah sering bertemu dengan banyak pecinta koi, Nur Salim melihat pangsa pasarnya cukup luar biasa. Bahkan, tetap terbuka di pasar maupun penjualan melalui daring. Di Jember sendiri, dia kerap mengetahui ikan koi yang harganya mencapai jutaan rupiah. “Koi yang mahal itu yang berkualitas. Kemudian, koi yang akan dibuat indukan juga mahal,” paparnya.

Harga ikan koi berkualitas atau tidak, menurutnya dilihat dari corak, warna, serta tubuh ikan itu sendiri. Koi yang biasanya diternak dan dipanen, maka akan ada pembedanya. Yaitu ikan koi grade A dan B. Hal ini dilakukan untuk memilah ikan koi yang bagus dan yang biasa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Peluang bisnis terkadang ada di depan mata. Namun, tidak semua orang mampu mengambil berkahnya. Kadang, orang yang hanya melihat hal-hal besar sehingga lupa bahwa perkara sepele di sekelilingnya juga dapat mendulang rezeki.

Nur Salim salah satunya. Pria yang tinggal di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, itu kini memiliki bisnis sampingan yang cukup menjanjikan. Sejak tiga tahun terakhir, dia fokus merawat ikan koi. “Sebenarnya saya sudah suka ikan koi sejak dulu. Namun, hanya suka saja. Dulu tidak ada niatan untuk membudidayakan,” katanya.

Siapa sangka, pria dua anak tersebut justru dibikin gandrung karena sering melihat ikan koi yang dibeli anaknya. Awalnya dia biasa saja. Namun lama-lama, karena ikan yang dimiliki anaknya sering mati, dia pun mencoba untuk merawatnya di kolam yang standar.

“Ikan milik anak saya ditaruh di akuarium. Akhirnya saya bikin kolam yang standar. Ada kolam utama dan filternya. Saya belajar dari teman sekolah saya dulu di Banyuwangi,” ucapnya.

Nur Salim semakin fokus mendalami dunia koi pada 2018 lalu. Dia selanjutnya masuk dalam komunitas pada 2019. Pada tahun itu, menurutnya, ada Jember Koi Club yang resmi terdaftar. Nah, sejak itulah, dia semakin mendalami apa saja dan bagaimana cara merawat ikan koi yang baik.

“Geliat ikan koi pada 2018 di Jember sudah tumbuh. Sejak lama sebenarnya sudah banyak yang suka. Hanya saja, kumpul-kumpul sejak tahun itu dan 2019 sudah ada yang resmi,” bebernya.

Setelah sering bertemu dengan banyak pecinta koi, Nur Salim melihat pangsa pasarnya cukup luar biasa. Bahkan, tetap terbuka di pasar maupun penjualan melalui daring. Di Jember sendiri, dia kerap mengetahui ikan koi yang harganya mencapai jutaan rupiah. “Koi yang mahal itu yang berkualitas. Kemudian, koi yang akan dibuat indukan juga mahal,” paparnya.

Harga ikan koi berkualitas atau tidak, menurutnya dilihat dari corak, warna, serta tubuh ikan itu sendiri. Koi yang biasanya diternak dan dipanen, maka akan ada pembedanya. Yaitu ikan koi grade A dan B. Hal ini dilakukan untuk memilah ikan koi yang bagus dan yang biasa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/