alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Diterjang Hujan Angin, Padi Roboh

Akhirnya Petani Panen Paksa

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang disertai angin, beberapa hari lalu, mengakibatkan banyak tanaman padi roboh. Tanaman padi yang roboh umurnya berbeda-beda. Akibatnya, banyak tanaman padi yang dipanen sebelum waktunya.

Namun, sebagian petani ada yang memilih untuk menunggu umur padi lebih tua. Jadi, dibiarkan roboh. “Petani memilih umur padinya cukup, baru dipanen,” kata En Sugianto, warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Robohnya padi akibat angin tidak hanya terlihat di wilayah Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah. Di wilayah Ambulu, Wuluhan, dan Puger juga banyak tanaman padi roboh. “Untuk padi yang belum menguning dan roboh akibat angin, langsung diberdirikan dengan cara diikat,” kata Sugianto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, ada petani yang memaksa panen padi yang belum menguning. Namun, tentunya berpengaruh pada kualitas gabahnya. “Untuk padi yang masih belum waktunya dipanen sudah roboh, ya kami ikat biar tidak tergenangi air saat hujan. Karena kalau padi itu terendam air hujan, padi akan rusak,” kata Slamet, petani lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wilayah Wuluhan juga banyak tanaman padi yang roboh akibat angin. Petani yang melihat padinya roboh ada yang langsung mengikat padinya agar bisa berdiri. Mereka memilih membiarkan padinya sampai menguning. Untuk tanaman yang masih muda, petani membiarkan tetap roboh, tidak diikat.

 

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Solikhul Huda

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang disertai angin, beberapa hari lalu, mengakibatkan banyak tanaman padi roboh. Tanaman padi yang roboh umurnya berbeda-beda. Akibatnya, banyak tanaman padi yang dipanen sebelum waktunya.

Namun, sebagian petani ada yang memilih untuk menunggu umur padi lebih tua. Jadi, dibiarkan roboh. “Petani memilih umur padinya cukup, baru dipanen,” kata En Sugianto, warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Robohnya padi akibat angin tidak hanya terlihat di wilayah Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah. Di wilayah Ambulu, Wuluhan, dan Puger juga banyak tanaman padi roboh. “Untuk padi yang belum menguning dan roboh akibat angin, langsung diberdirikan dengan cara diikat,” kata Sugianto.

Mobile_AP_Half Page

Sementara itu, ada petani yang memaksa panen padi yang belum menguning. Namun, tentunya berpengaruh pada kualitas gabahnya. “Untuk padi yang masih belum waktunya dipanen sudah roboh, ya kami ikat biar tidak tergenangi air saat hujan. Karena kalau padi itu terendam air hujan, padi akan rusak,” kata Slamet, petani lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wilayah Wuluhan juga banyak tanaman padi yang roboh akibat angin. Petani yang melihat padinya roboh ada yang langsung mengikat padinya agar bisa berdiri. Mereka memilih membiarkan padinya sampai menguning. Untuk tanaman yang masih muda, petani membiarkan tetap roboh, tidak diikat.

 

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Solikhul Huda

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan yang disertai angin, beberapa hari lalu, mengakibatkan banyak tanaman padi roboh. Tanaman padi yang roboh umurnya berbeda-beda. Akibatnya, banyak tanaman padi yang dipanen sebelum waktunya.

Namun, sebagian petani ada yang memilih untuk menunggu umur padi lebih tua. Jadi, dibiarkan roboh. “Petani memilih umur padinya cukup, baru dipanen,” kata En Sugianto, warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Robohnya padi akibat angin tidak hanya terlihat di wilayah Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah. Di wilayah Ambulu, Wuluhan, dan Puger juga banyak tanaman padi roboh. “Untuk padi yang belum menguning dan roboh akibat angin, langsung diberdirikan dengan cara diikat,” kata Sugianto.

Sementara itu, ada petani yang memaksa panen padi yang belum menguning. Namun, tentunya berpengaruh pada kualitas gabahnya. “Untuk padi yang masih belum waktunya dipanen sudah roboh, ya kami ikat biar tidak tergenangi air saat hujan. Karena kalau padi itu terendam air hujan, padi akan rusak,” kata Slamet, petani lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di wilayah Wuluhan juga banyak tanaman padi yang roboh akibat angin. Petani yang melihat padinya roboh ada yang langsung mengikat padinya agar bisa berdiri. Mereka memilih membiarkan padinya sampai menguning. Untuk tanaman yang masih muda, petani membiarkan tetap roboh, tidak diikat.

 

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Jumai
Redaktur : Solikhul Huda

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran