alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Sarankan Program Isbat Nikah Ditata Ulang

Prioritas Pendewasaan Usia Nikah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program isbat nikah masal yang sudah dua tahun berjalan di Kabupaten Jember dinilai perlu penekanan pada ketentuannya. Pasalnya, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, mengharuskan kedua calon pengantin sama-sama berusia 19 tahun.

Sementara dalam realisasinya, catatan Bimas Kementerian Agama (Kemenag) Jember menyebutkan, terdapat 402 calon pengantin pria dan 644 calon pengantin perempuan yang melangsungkan pernikahan di bawah usia 19 tahun selama 2020 lalu. Mereka bisa menikah setelah permohonan dispensasi kawinnya dikabulkan Pengadilan Agama Jember.

Terlebih lagi, jumlah itu dinilai banyak disumbang dari program isbat nikah masal yang belakangan dilakukan di Jember. Pada 2019 saja, terdapat 755 pasangan mengikuti program tersebut. Sementara 2020 lalu, sebanyak 1.000 pasangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Bimas Islam Kemenag Jember Mohammad Muslim menilai, banyaknya permohonan dispensasi kawin itu menunjukkan bahwa masyarakat belum benar-benar bisa beradaptasi dengan regulasi baru terkait perkawinan. “Sebenarnya ada spirit yang dibawa dalam pelaksanaan aturan baru itu, yaitu pendewasaan usia perkawinan,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program isbat nikah masal yang sudah dua tahun berjalan di Kabupaten Jember dinilai perlu penekanan pada ketentuannya. Pasalnya, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, mengharuskan kedua calon pengantin sama-sama berusia 19 tahun.

Sementara dalam realisasinya, catatan Bimas Kementerian Agama (Kemenag) Jember menyebutkan, terdapat 402 calon pengantin pria dan 644 calon pengantin perempuan yang melangsungkan pernikahan di bawah usia 19 tahun selama 2020 lalu. Mereka bisa menikah setelah permohonan dispensasi kawinnya dikabulkan Pengadilan Agama Jember.

Terlebih lagi, jumlah itu dinilai banyak disumbang dari program isbat nikah masal yang belakangan dilakukan di Jember. Pada 2019 saja, terdapat 755 pasangan mengikuti program tersebut. Sementara 2020 lalu, sebanyak 1.000 pasangan.

Kasi Bimas Islam Kemenag Jember Mohammad Muslim menilai, banyaknya permohonan dispensasi kawin itu menunjukkan bahwa masyarakat belum benar-benar bisa beradaptasi dengan regulasi baru terkait perkawinan. “Sebenarnya ada spirit yang dibawa dalam pelaksanaan aturan baru itu, yaitu pendewasaan usia perkawinan,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program isbat nikah masal yang sudah dua tahun berjalan di Kabupaten Jember dinilai perlu penekanan pada ketentuannya. Pasalnya, dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, mengharuskan kedua calon pengantin sama-sama berusia 19 tahun.

Sementara dalam realisasinya, catatan Bimas Kementerian Agama (Kemenag) Jember menyebutkan, terdapat 402 calon pengantin pria dan 644 calon pengantin perempuan yang melangsungkan pernikahan di bawah usia 19 tahun selama 2020 lalu. Mereka bisa menikah setelah permohonan dispensasi kawinnya dikabulkan Pengadilan Agama Jember.

Terlebih lagi, jumlah itu dinilai banyak disumbang dari program isbat nikah masal yang belakangan dilakukan di Jember. Pada 2019 saja, terdapat 755 pasangan mengikuti program tersebut. Sementara 2020 lalu, sebanyak 1.000 pasangan.

Kasi Bimas Islam Kemenag Jember Mohammad Muslim menilai, banyaknya permohonan dispensasi kawin itu menunjukkan bahwa masyarakat belum benar-benar bisa beradaptasi dengan regulasi baru terkait perkawinan. “Sebenarnya ada spirit yang dibawa dalam pelaksanaan aturan baru itu, yaitu pendewasaan usia perkawinan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/