alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kondisi Kumuh dan Sering Tergenang Air

Pedagang Eks Pasar Manggisan Ingin Direlokasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar tradisional yang berada di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, ini tampak terlihat ala kadarnya. Di lokasi yang dulunya ditempati Pasar Hewan Tanggul itu, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, sejak awal ditempati pada 2018 lalu hingga hari ini, tidak ada perubahan signifikan. Hanya ada penambahan sejumlah lapak pedagang yang terbuat dari kayu, terpal, hingga banner.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di pasar yang terletak bersebelahan degan jalur nasional itu, terdapat puluhan bangunan semi permanen milik pedagang yang biasa dibuat melapak. Parahnya, saat hujan, tak jarang lapak mereka kehujanan hingga tergenang. Begitupun saat masuk musim kemarau.

Kondisi itu pun sudah berlangsung cukup lama. Para pedagang mengaku tidak punya pilihan selain melapak di lokasi pasar itu. “Sekitar dua tahunan lebih menempati pasar ini. Kalau hujan ya pasti bocor, tapi mau yaapa. Ditempati seadanya,” kata Uswatun Hasanah, pedagang sayur asal Tanggul Wetan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski demikian, tidak semua bangunannya merupakan semi permanen. Masih ada lapak yang terbuat dari galvalum atau besi ringan, namun hanya sebagian kecil yang disediakan pemerintah saat awal relokasi dulu. Kondisi tersebut juga diperparah dengan tidak tersedianya sarana atau fasilitas pasar yang memadai seperti toilet atau tempat ibadah layaknya pasar rakyat kebanyakan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar tradisional yang berada di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, ini tampak terlihat ala kadarnya. Di lokasi yang dulunya ditempati Pasar Hewan Tanggul itu, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, sejak awal ditempati pada 2018 lalu hingga hari ini, tidak ada perubahan signifikan. Hanya ada penambahan sejumlah lapak pedagang yang terbuat dari kayu, terpal, hingga banner.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di pasar yang terletak bersebelahan degan jalur nasional itu, terdapat puluhan bangunan semi permanen milik pedagang yang biasa dibuat melapak. Parahnya, saat hujan, tak jarang lapak mereka kehujanan hingga tergenang. Begitupun saat masuk musim kemarau.

Kondisi itu pun sudah berlangsung cukup lama. Para pedagang mengaku tidak punya pilihan selain melapak di lokasi pasar itu. “Sekitar dua tahunan lebih menempati pasar ini. Kalau hujan ya pasti bocor, tapi mau yaapa. Ditempati seadanya,” kata Uswatun Hasanah, pedagang sayur asal Tanggul Wetan.

Meski demikian, tidak semua bangunannya merupakan semi permanen. Masih ada lapak yang terbuat dari galvalum atau besi ringan, namun hanya sebagian kecil yang disediakan pemerintah saat awal relokasi dulu. Kondisi tersebut juga diperparah dengan tidak tersedianya sarana atau fasilitas pasar yang memadai seperti toilet atau tempat ibadah layaknya pasar rakyat kebanyakan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasar tradisional yang berada di Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, ini tampak terlihat ala kadarnya. Di lokasi yang dulunya ditempati Pasar Hewan Tanggul itu, kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, sejak awal ditempati pada 2018 lalu hingga hari ini, tidak ada perubahan signifikan. Hanya ada penambahan sejumlah lapak pedagang yang terbuat dari kayu, terpal, hingga banner.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di pasar yang terletak bersebelahan degan jalur nasional itu, terdapat puluhan bangunan semi permanen milik pedagang yang biasa dibuat melapak. Parahnya, saat hujan, tak jarang lapak mereka kehujanan hingga tergenang. Begitupun saat masuk musim kemarau.

Kondisi itu pun sudah berlangsung cukup lama. Para pedagang mengaku tidak punya pilihan selain melapak di lokasi pasar itu. “Sekitar dua tahunan lebih menempati pasar ini. Kalau hujan ya pasti bocor, tapi mau yaapa. Ditempati seadanya,” kata Uswatun Hasanah, pedagang sayur asal Tanggul Wetan.

Meski demikian, tidak semua bangunannya merupakan semi permanen. Masih ada lapak yang terbuat dari galvalum atau besi ringan, namun hanya sebagian kecil yang disediakan pemerintah saat awal relokasi dulu. Kondisi tersebut juga diperparah dengan tidak tersedianya sarana atau fasilitas pasar yang memadai seperti toilet atau tempat ibadah layaknya pasar rakyat kebanyakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/