alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Bulan Ini Puncak Cuaca Ekstrem

Warga Bantaran Sungai Diimbau Waspada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahfud menyeka dahinya menggunakan lengan. Butiran keringat menetes perlahan setelah dirinya mengikat roda motornya dengan tambang. Ini dilakukan agar ketika banjir kembali datang, kendaraannya itu tak sampai terbawa arus. Sebab, saat banjir, Jumat (29/1) lalu, dua motornya sempat terbawa arus, meski tak sampai hanyut dan hilang.

Mahfud selanjutnya berkeliling rumahnya yang terdampak banjir. Dia tak perlu memutar untuk pergi ke samping rumah, karena tembok samping rumahnya jebol. “Temboknya hilang diterjang banjir. Begitu juga dengan barang-barang berharga lainnya,” ungkap pria yang berumur 58 tahun itu.

Pascabencana banjir menerjang permukimannya, Mahfud mengaku selalu siaga. Terlebih, Rabu (3/2) kemarin, hujan turun semalaman hingga mengakibatkan air sungai kembali meninggi. “Bakda Magrib, air mulai naik lagi. Kami langsung waspada,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rumah Mahfud tepat berada di tikungan Sungai Bedadung, persis selatan Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Saat arus sungai deras, rumahnya rentan terhantam air sungai hingga memunculkan pusaran besar di sana. “Makanya, air pas tinggi semalam (Rabu, Red) langsung membuat saya, keluarga, dan warga sekitar mengungsi,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahfud menyeka dahinya menggunakan lengan. Butiran keringat menetes perlahan setelah dirinya mengikat roda motornya dengan tambang. Ini dilakukan agar ketika banjir kembali datang, kendaraannya itu tak sampai terbawa arus. Sebab, saat banjir, Jumat (29/1) lalu, dua motornya sempat terbawa arus, meski tak sampai hanyut dan hilang.

Mahfud selanjutnya berkeliling rumahnya yang terdampak banjir. Dia tak perlu memutar untuk pergi ke samping rumah, karena tembok samping rumahnya jebol. “Temboknya hilang diterjang banjir. Begitu juga dengan barang-barang berharga lainnya,” ungkap pria yang berumur 58 tahun itu.

Pascabencana banjir menerjang permukimannya, Mahfud mengaku selalu siaga. Terlebih, Rabu (3/2) kemarin, hujan turun semalaman hingga mengakibatkan air sungai kembali meninggi. “Bakda Magrib, air mulai naik lagi. Kami langsung waspada,” ucapnya.

Rumah Mahfud tepat berada di tikungan Sungai Bedadung, persis selatan Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Saat arus sungai deras, rumahnya rentan terhantam air sungai hingga memunculkan pusaran besar di sana. “Makanya, air pas tinggi semalam (Rabu, Red) langsung membuat saya, keluarga, dan warga sekitar mengungsi,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mahfud menyeka dahinya menggunakan lengan. Butiran keringat menetes perlahan setelah dirinya mengikat roda motornya dengan tambang. Ini dilakukan agar ketika banjir kembali datang, kendaraannya itu tak sampai terbawa arus. Sebab, saat banjir, Jumat (29/1) lalu, dua motornya sempat terbawa arus, meski tak sampai hanyut dan hilang.

Mahfud selanjutnya berkeliling rumahnya yang terdampak banjir. Dia tak perlu memutar untuk pergi ke samping rumah, karena tembok samping rumahnya jebol. “Temboknya hilang diterjang banjir. Begitu juga dengan barang-barang berharga lainnya,” ungkap pria yang berumur 58 tahun itu.

Pascabencana banjir menerjang permukimannya, Mahfud mengaku selalu siaga. Terlebih, Rabu (3/2) kemarin, hujan turun semalaman hingga mengakibatkan air sungai kembali meninggi. “Bakda Magrib, air mulai naik lagi. Kami langsung waspada,” ucapnya.

Rumah Mahfud tepat berada di tikungan Sungai Bedadung, persis selatan Jembatan Semanggi, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Saat arus sungai deras, rumahnya rentan terhantam air sungai hingga memunculkan pusaran besar di sana. “Makanya, air pas tinggi semalam (Rabu, Red) langsung membuat saya, keluarga, dan warga sekitar mengungsi,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/