Pelebaran Jalan Masih Berhenti, Pembangunan Tanggul Penahan Jalan Lanjut

JUMAI/RADAR JEMBER TETAP KERJA: Sembari menunggu masalah pelebaran jalan menuju bandara klir, kontraktor mengerjakan tanggul penahan jalan yang ada di samping lapangan Desa Wirowongso, Ajung.

RADARJEMBER.ID –  Pemkab Jember sejauh ini masih menunggu dari pihak PTPN XII terkait dengan tindak lanjut pelebaran jalan akses masuk bandara. Meskipun demikian, sembari menunggu, pemkab melalui pihak ketiga tetap melanjutkan pembangunan lain di kawasan tersebut, yakni tanggul penahan jalan yang ada di samping lapangan Desa Wirowongso, Ajung.

IKLAN

Seperti pantauan radarjember.id di lapangan kemarin siang, terlihat di sepanjang jalan memang sudah mulai dipasangi tanda. Termasuk juga tulisan Hati-hati ada pengerjaan pelebaran jalan. Namun, meskipun demikian, tidak ada pekerjaan yang dilakukan untuk pelebaran jalan itu.

Sementara itu, di sisi lain terlihat sejumlah pekerja yang hendak membangun. Sejumlah material juga sudah terlihat di lokasi, tepatnya di barat lapangan Desa Wirowongso, Ajung. Yakni untuk menggarap perpanjangan tanggul penahan jalan, karena memang lokasinya tidak di area kebun Mumbulsari yang sampai saat ini masih belum klir dengan pihak PTPN XII.

Rencananya, dengan adanya dinding penahan ini, nantinya dapat membuat bahu jalan menjadi lebih lebar. Sebab, selama ini akses jalan menuju bandara ini masih cukup mepet dengan jurang yang ada di sisi barat. Padahal, dari jalan ke lahan di bawah ini ada jurang sedalam kira-kira 10-15 meter.

Saat dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Rasyid Zakaria mengakui adanya pengerjaan ini. “Iya, kalau untuk pelebaran kita memang masih menunggu kejelasan. Tetapi kalau untuk pembangunan tanggul penahan jalan terus,” jelasnya.

Sebab, tanah yang digunakan untuk penggarapan ini adalah tanah desa, bukan yang menjadi sengketa dengan PTPN XII yang masih belum jelas jluntrungannya. “Makanya, akan tetap kami bangun untuk yang tanggul,” jelasnya. Dirinya menjelaskan, untuk anggaran pembangunan tanggul penahan ini juga tidak sama dengan pelebaran jalan masuk bandara.

“Pelebaran jalan dan tanggul total Rp 9 miliar. Tapi terpisah, yakni yang Rp 1,5 miliar untuk penahan tanggul ini,” jelas Rasyid. Oleh karena bukan rangkaian yang sama, maka tanggul penahan pun bisa digarap terlebih dahulu oleh pihak kontraktor. Sebab, penahan ini juga dipastikan akan bermanfaat nantinya.

Adanya penahan ini akan membuat pengendara yang lewat lebih aman. Ada bahu jalan yang cukup lebar di sisi barat, serta nantinya ada pembatas jalan dengan jurang. “Sehingga, nantinya pengendara yang lewat juga bisa lebih aman,” jelas Rasyid menambahkan.

Sementara itu, terkait dengan tindak lanjut pelebaran jalan, pihaknya juga belum bisa memberikan kepastian karena masih dalam tahap menunggu. “Kita hanya pelaksana pekerjaan. Jika memang sudah klir, maka akan segera dikerjakan,” jelas pria yang kini juga menjabat sebagai Kepala BPBD Jember ini.

Dirinya menyebutkan, meskipun ada keterlambatan pekerjaan, namun Rasyid optimistis nantinya pihak kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu. “Ya memang ada molor dari kontrak kerja yang ditandatangani sebelumnya, tapi saya rasa masih bisa selesai tepat waktu. Asalkan memang segera bisa ada kejelasan penggarapannya,” terang Rasyid kemarin.

Oleh karena itu, pihaknya berharap segera ada titik temu untuk masalah tanah yang nantinya dilakukan pelebaran jalan masuk bandara ini. Sebab, memang sudah sangat dibutuhkan masyarakat dan pengembangan bandara ke depannya.

Reporter : Rangga Mahardika
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :