alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Kesaksian Korban Pembakaran di Silo Jember, Mereka Sempat Diancaman

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Situasi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, masih mencekam. Sehari setelah peristiwa pembakaran terjadi, warga masih bersiaga. Sebagian juga trauma dan takut keluar rumah. Karena tragedi perusakan dan pembakaran itu sudah terjadi tiga kali. Pada 3 Juli, 30 Juli dan 3 Agustus, kemarin.

M Kosim, salah seorang korban pembakaran, mengaku jika keluarga sempat mendapat ancaman dari seseorang yang bertamu ke rumahnya di Dusun Dampik Rejo, Desa Mulyorejo. Beberapa pria tak dikenal itu mengingatkan agar Kosim dan keluarganya tak mengabarkan tentang dua peristiwa perusakan dan pembakaran sebelumnya. “Katanya ini menyangkut keselamatan saya dan keluarga,” tutur Kosim, Kamis (4/5).

Tokoh agama yang sekaligus Takmir Masjid di Desa Mulyorejo ini mengaku, beberapa jam sebelum mobil dan dua motornya terbakar, ada beberapa orang yang bertamu ke rumahnya yang mengeluarkan kalimat ancaman. Kala itu, dia tidak sedang di rumah dan berada di Mumbulsari. Rupanya, ancaman itu bukan isapan jempol, sekitar pukul 00.30, istrinya, Zaimatul Husni, mendengar ada suara letusan yang berasal dari atap bangunan garasi mobilnya. “Setelah dari jendela ada api yang sudah membara. Istri saya mau keluar takut. Lalu banguni bapak dan ibu,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Bersama kedua orang tuanya, Zaimatul berusaha mencari air di dua tandon yang ada di rumahnya. Namun, air itu telah kosong. Orang tuanya kemudian berinisiatif meminta bantuan warga kampung dengan menyiarkannya melalui pelantang suara di masjid dekat rumahnya. “Bersama warga, akhirnya menggunakan air kolam untuk berusaha memadamkan api,” ungkapnya.

Kini, mobil jenis Suzuki Jimny dan dua motornya hanya tinggal kerangka. Api menghanguskan tiga kendaraan milik keluarganya tersebut tanpa sisa. Dia pun berharap, polisi bisa segera mengungkap siapa dalang dan pelaku di balik serentetan peristiwa perusakan dan pembakaran di desanya ini.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan itu. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, belum menjelaskan secara terperinci apa yang menjadi penyebab tragedi amuk massa itu. Perwira menengah polisi yang turun ke lokasi ini, masih mengumpulkan serpihan keterangan dari para saksi-saksi. Hingga hari ini, para pelaku juga belum teridentifikasi. Sebab, kejadiannya malam dan berlangsung di banyak tempat. Sedikitnya ada tiga titik yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). “Kami masih melakukan penyelidikan. Kami masih berupaya untuk bisa mengungkap perkara ini,” katanya, Kamis (4/8).

Hery menambahkan, pihaknya sempat kerepotan mendapat keterangan yang bisa membuka tragedi ini secara terang benderang. Sebab, pada awalnya warga enggan melapor ke polisi. Dia pun berharap, perkara ini bisa segera terungkap dan dapat diketahui akar masalah yang menjadi penyebab. “Untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada. Hanya kerugian harta benda,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Situasi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, masih mencekam. Sehari setelah peristiwa pembakaran terjadi, warga masih bersiaga. Sebagian juga trauma dan takut keluar rumah. Karena tragedi perusakan dan pembakaran itu sudah terjadi tiga kali. Pada 3 Juli, 30 Juli dan 3 Agustus, kemarin.

M Kosim, salah seorang korban pembakaran, mengaku jika keluarga sempat mendapat ancaman dari seseorang yang bertamu ke rumahnya di Dusun Dampik Rejo, Desa Mulyorejo. Beberapa pria tak dikenal itu mengingatkan agar Kosim dan keluarganya tak mengabarkan tentang dua peristiwa perusakan dan pembakaran sebelumnya. “Katanya ini menyangkut keselamatan saya dan keluarga,” tutur Kosim, Kamis (4/5).

Tokoh agama yang sekaligus Takmir Masjid di Desa Mulyorejo ini mengaku, beberapa jam sebelum mobil dan dua motornya terbakar, ada beberapa orang yang bertamu ke rumahnya yang mengeluarkan kalimat ancaman. Kala itu, dia tidak sedang di rumah dan berada di Mumbulsari. Rupanya, ancaman itu bukan isapan jempol, sekitar pukul 00.30, istrinya, Zaimatul Husni, mendengar ada suara letusan yang berasal dari atap bangunan garasi mobilnya. “Setelah dari jendela ada api yang sudah membara. Istri saya mau keluar takut. Lalu banguni bapak dan ibu,” tuturnya.

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Bersama kedua orang tuanya, Zaimatul berusaha mencari air di dua tandon yang ada di rumahnya. Namun, air itu telah kosong. Orang tuanya kemudian berinisiatif meminta bantuan warga kampung dengan menyiarkannya melalui pelantang suara di masjid dekat rumahnya. “Bersama warga, akhirnya menggunakan air kolam untuk berusaha memadamkan api,” ungkapnya.

Kini, mobil jenis Suzuki Jimny dan dua motornya hanya tinggal kerangka. Api menghanguskan tiga kendaraan milik keluarganya tersebut tanpa sisa. Dia pun berharap, polisi bisa segera mengungkap siapa dalang dan pelaku di balik serentetan peristiwa perusakan dan pembakaran di desanya ini.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan itu. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, belum menjelaskan secara terperinci apa yang menjadi penyebab tragedi amuk massa itu. Perwira menengah polisi yang turun ke lokasi ini, masih mengumpulkan serpihan keterangan dari para saksi-saksi. Hingga hari ini, para pelaku juga belum teridentifikasi. Sebab, kejadiannya malam dan berlangsung di banyak tempat. Sedikitnya ada tiga titik yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). “Kami masih melakukan penyelidikan. Kami masih berupaya untuk bisa mengungkap perkara ini,” katanya, Kamis (4/8).

Hery menambahkan, pihaknya sempat kerepotan mendapat keterangan yang bisa membuka tragedi ini secara terang benderang. Sebab, pada awalnya warga enggan melapor ke polisi. Dia pun berharap, perkara ini bisa segera terungkap dan dapat diketahui akar masalah yang menjadi penyebab. “Untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada. Hanya kerugian harta benda,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Situasi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, masih mencekam. Sehari setelah peristiwa pembakaran terjadi, warga masih bersiaga. Sebagian juga trauma dan takut keluar rumah. Karena tragedi perusakan dan pembakaran itu sudah terjadi tiga kali. Pada 3 Juli, 30 Juli dan 3 Agustus, kemarin.

M Kosim, salah seorang korban pembakaran, mengaku jika keluarga sempat mendapat ancaman dari seseorang yang bertamu ke rumahnya di Dusun Dampik Rejo, Desa Mulyorejo. Beberapa pria tak dikenal itu mengingatkan agar Kosim dan keluarganya tak mengabarkan tentang dua peristiwa perusakan dan pembakaran sebelumnya. “Katanya ini menyangkut keselamatan saya dan keluarga,” tutur Kosim, Kamis (4/5).

Tokoh agama yang sekaligus Takmir Masjid di Desa Mulyorejo ini mengaku, beberapa jam sebelum mobil dan dua motornya terbakar, ada beberapa orang yang bertamu ke rumahnya yang mengeluarkan kalimat ancaman. Kala itu, dia tidak sedang di rumah dan berada di Mumbulsari. Rupanya, ancaman itu bukan isapan jempol, sekitar pukul 00.30, istrinya, Zaimatul Husni, mendengar ada suara letusan yang berasal dari atap bangunan garasi mobilnya. “Setelah dari jendela ada api yang sudah membara. Istri saya mau keluar takut. Lalu banguni bapak dan ibu,” tuturnya.

BACA JUGA: Premanisme Disebut Menjadi Muasal Tragedi Pembakaran Rumah di Silo Jember

Bersama kedua orang tuanya, Zaimatul berusaha mencari air di dua tandon yang ada di rumahnya. Namun, air itu telah kosong. Orang tuanya kemudian berinisiatif meminta bantuan warga kampung dengan menyiarkannya melalui pelantang suara di masjid dekat rumahnya. “Bersama warga, akhirnya menggunakan air kolam untuk berusaha memadamkan api,” ungkapnya.

Kini, mobil jenis Suzuki Jimny dan dua motornya hanya tinggal kerangka. Api menghanguskan tiga kendaraan milik keluarganya tersebut tanpa sisa. Dia pun berharap, polisi bisa segera mengungkap siapa dalang dan pelaku di balik serentetan peristiwa perusakan dan pembakaran di desanya ini.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka atas perusakan dan pembakaran sejumlah rumah dan kendaraan itu. Sebab, perkara ini tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Ada serangkaian peristiwa yang menyertai rentetan amuk massa yang melibatkan warga asal Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, itu. Kabarnya, aksi premanisme menjadi muasal penyerbuan massa hingga menyebabkan Desa Mulyorejo mencekam.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, belum menjelaskan secara terperinci apa yang menjadi penyebab tragedi amuk massa itu. Perwira menengah polisi yang turun ke lokasi ini, masih mengumpulkan serpihan keterangan dari para saksi-saksi. Hingga hari ini, para pelaku juga belum teridentifikasi. Sebab, kejadiannya malam dan berlangsung di banyak tempat. Sedikitnya ada tiga titik yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). “Kami masih melakukan penyelidikan. Kami masih berupaya untuk bisa mengungkap perkara ini,” katanya, Kamis (4/8).

Hery menambahkan, pihaknya sempat kerepotan mendapat keterangan yang bisa membuka tragedi ini secara terang benderang. Sebab, pada awalnya warga enggan melapor ke polisi. Dia pun berharap, perkara ini bisa segera terungkap dan dapat diketahui akar masalah yang menjadi penyebab. “Untuk korban jiwa sejauh ini tidak ada. Hanya kerugian harta benda,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/