alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Nongkrong di Jembatan, Mencari Ide untuk Sebuah Lukisan

Jembatan Ponjen di Desa/Kecamatan Kencong ini seperti tiada duanya. Selain kokoh, jembatan itu juga menawarkan pemandangan menakjubkan dari ketinggian. Nah, sejak Ramadan, jembatan ini menjadi lokasi favorit ngabuburit. Mulai pemuda hingga seniman lukis.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore di Jembatan Ponjen kala itu menjadi waktu yang pas menikmati senja sembari menunggu waktu berbuka puasa. Lokasinya yang berada di atas sungai dengan pemandangan persawahan, membuat jembatan ini jadi pilihan favorit warga Kencong menanti beduk Magrib. Bahkan warga setempat sudah terbiasa ngabuburit di sekitar jembatan tersebut.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar 8 meter ini disebut-sebut menjadi jembatan terpanjang di Jember. Biasanya, muda-mudi langganan mengunjungi jembatan itu. Mereka sekadar nongkrong bersama rekannya. “Sambil menantikan azan Magrib,” kata Wahyudi, yang sedang duduk-duduk di jembatan.

Tak hanya pemuda, warga lintas usia juga tampak menghabiskan waktu di sekitar jembatan ini. Bahkan sejumlah pengendara motor sempat menghentikan laju kendaraan mereka hanya untuk menengok sisi kanan kiri jembatan. “Kalau sore sangat cocok buat nongkrong. Pemandangannya bagus,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Badan jembatan yang panjang dan lebar, membuat cukup leluasa untuk tiap orang melintas. Sekalipun di sisi kanan dan kiri ada yang berhenti di tengah jembatan. Karena itu, beragam aktivitas bisa dilakukan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang melukis dengan latar pemandangan alam dari atas jembatan.

Sore itu, pelukis kenamaan Jember, Susmiadi, terlihat membikin karya seninya dari atas jembatan. Sebelum menggoreskan kuas di atas kanvas, sesekali pelukis itu melihat kanan dan kiri jembatan. Kala menikmati pemandangan sawah dan aliran sungai inilah dia mendapatkan ide untuk membikin objek gambar yang bakal dia lukis. “Melihat sawah dan sungai yang berkelok-kelok, menjadi ide melukis saya,” terang seniman yang juga mantan Camat Kencong itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore di Jembatan Ponjen kala itu menjadi waktu yang pas menikmati senja sembari menunggu waktu berbuka puasa. Lokasinya yang berada di atas sungai dengan pemandangan persawahan, membuat jembatan ini jadi pilihan favorit warga Kencong menanti beduk Magrib. Bahkan warga setempat sudah terbiasa ngabuburit di sekitar jembatan tersebut.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar 8 meter ini disebut-sebut menjadi jembatan terpanjang di Jember. Biasanya, muda-mudi langganan mengunjungi jembatan itu. Mereka sekadar nongkrong bersama rekannya. “Sambil menantikan azan Magrib,” kata Wahyudi, yang sedang duduk-duduk di jembatan.

Tak hanya pemuda, warga lintas usia juga tampak menghabiskan waktu di sekitar jembatan ini. Bahkan sejumlah pengendara motor sempat menghentikan laju kendaraan mereka hanya untuk menengok sisi kanan kiri jembatan. “Kalau sore sangat cocok buat nongkrong. Pemandangannya bagus,” ucapnya.

Badan jembatan yang panjang dan lebar, membuat cukup leluasa untuk tiap orang melintas. Sekalipun di sisi kanan dan kiri ada yang berhenti di tengah jembatan. Karena itu, beragam aktivitas bisa dilakukan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang melukis dengan latar pemandangan alam dari atas jembatan.

Sore itu, pelukis kenamaan Jember, Susmiadi, terlihat membikin karya seninya dari atas jembatan. Sebelum menggoreskan kuas di atas kanvas, sesekali pelukis itu melihat kanan dan kiri jembatan. Kala menikmati pemandangan sawah dan aliran sungai inilah dia mendapatkan ide untuk membikin objek gambar yang bakal dia lukis. “Melihat sawah dan sungai yang berkelok-kelok, menjadi ide melukis saya,” terang seniman yang juga mantan Camat Kencong itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore di Jembatan Ponjen kala itu menjadi waktu yang pas menikmati senja sembari menunggu waktu berbuka puasa. Lokasinya yang berada di atas sungai dengan pemandangan persawahan, membuat jembatan ini jadi pilihan favorit warga Kencong menanti beduk Magrib. Bahkan warga setempat sudah terbiasa ngabuburit di sekitar jembatan tersebut.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar 8 meter ini disebut-sebut menjadi jembatan terpanjang di Jember. Biasanya, muda-mudi langganan mengunjungi jembatan itu. Mereka sekadar nongkrong bersama rekannya. “Sambil menantikan azan Magrib,” kata Wahyudi, yang sedang duduk-duduk di jembatan.

Tak hanya pemuda, warga lintas usia juga tampak menghabiskan waktu di sekitar jembatan ini. Bahkan sejumlah pengendara motor sempat menghentikan laju kendaraan mereka hanya untuk menengok sisi kanan kiri jembatan. “Kalau sore sangat cocok buat nongkrong. Pemandangannya bagus,” ucapnya.

Badan jembatan yang panjang dan lebar, membuat cukup leluasa untuk tiap orang melintas. Sekalipun di sisi kanan dan kiri ada yang berhenti di tengah jembatan. Karena itu, beragam aktivitas bisa dilakukan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang melukis dengan latar pemandangan alam dari atas jembatan.

Sore itu, pelukis kenamaan Jember, Susmiadi, terlihat membikin karya seninya dari atas jembatan. Sebelum menggoreskan kuas di atas kanvas, sesekali pelukis itu melihat kanan dan kiri jembatan. Kala menikmati pemandangan sawah dan aliran sungai inilah dia mendapatkan ide untuk membikin objek gambar yang bakal dia lukis. “Melihat sawah dan sungai yang berkelok-kelok, menjadi ide melukis saya,” terang seniman yang juga mantan Camat Kencong itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/