alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sekolah Jadi Posko Bencana

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun ruang kelas sekolah sepi. Tidak ada aktivitas apa pun di dalamnya sejak berlangsungnya sistem pembelajaran daring akibat pandemi. Namun, kini mulai ada aktivitas di ruangan tersebut. Bukan kegiatan pembelajaran, melainkan jadi posko bencana.

Bencana banjir luapan Sungai Bedadung memberikan imbas hampir merata ke permukiman warga di bantaran sungai. Sehingga sejumlah pihak mulai memfungsikan sekolah sebagai posko bencana. Salah satunya di SD Al Furqan.

Sekolah yang berada di Lingkungan Kebon Dalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, tersebut tidak hanya dijadikan pos untuk penyimpanan logistik, namun sempat menjadi posko pengungsian. “Pada awal banjir itu kondisi listrik mati. Dan kelas langsung dibuka untuk dijadikan pengungsian dan posko,” jelas Direktur Pelaksana Yayasan Al Furqan Denok Mugi Hidayati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah banyak warga mulai pulang ke rumah masing-masing, kini sekolah tetap dijadikan posko. Terutama untuk menyimpan logistik bantuan. Kemudian, kemarin pagi (3/2) bantuan sembako hingga kompor telah dibagikan ke warga terdampak yang berada di Lingkungan Kebon Dalem.

Denok mengaku, saat ada kabar bencana banjir Sungai Bedadung, dia tidak mengira ada warga sekitar sekolah yang terkena dampak. “Ternyata ada yang terkena, sehingga saat diminta dijadikan posko bencana, sekolah langsung setuju,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun ruang kelas sekolah sepi. Tidak ada aktivitas apa pun di dalamnya sejak berlangsungnya sistem pembelajaran daring akibat pandemi. Namun, kini mulai ada aktivitas di ruangan tersebut. Bukan kegiatan pembelajaran, melainkan jadi posko bencana.

Bencana banjir luapan Sungai Bedadung memberikan imbas hampir merata ke permukiman warga di bantaran sungai. Sehingga sejumlah pihak mulai memfungsikan sekolah sebagai posko bencana. Salah satunya di SD Al Furqan.

Sekolah yang berada di Lingkungan Kebon Dalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, tersebut tidak hanya dijadikan pos untuk penyimpanan logistik, namun sempat menjadi posko pengungsian. “Pada awal banjir itu kondisi listrik mati. Dan kelas langsung dibuka untuk dijadikan pengungsian dan posko,” jelas Direktur Pelaksana Yayasan Al Furqan Denok Mugi Hidayati.

Setelah banyak warga mulai pulang ke rumah masing-masing, kini sekolah tetap dijadikan posko. Terutama untuk menyimpan logistik bantuan. Kemudian, kemarin pagi (3/2) bantuan sembako hingga kompor telah dibagikan ke warga terdampak yang berada di Lingkungan Kebon Dalem.

Denok mengaku, saat ada kabar bencana banjir Sungai Bedadung, dia tidak mengira ada warga sekitar sekolah yang terkena dampak. “Ternyata ada yang terkena, sehingga saat diminta dijadikan posko bencana, sekolah langsung setuju,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir setahun ruang kelas sekolah sepi. Tidak ada aktivitas apa pun di dalamnya sejak berlangsungnya sistem pembelajaran daring akibat pandemi. Namun, kini mulai ada aktivitas di ruangan tersebut. Bukan kegiatan pembelajaran, melainkan jadi posko bencana.

Bencana banjir luapan Sungai Bedadung memberikan imbas hampir merata ke permukiman warga di bantaran sungai. Sehingga sejumlah pihak mulai memfungsikan sekolah sebagai posko bencana. Salah satunya di SD Al Furqan.

Sekolah yang berada di Lingkungan Kebon Dalem, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, tersebut tidak hanya dijadikan pos untuk penyimpanan logistik, namun sempat menjadi posko pengungsian. “Pada awal banjir itu kondisi listrik mati. Dan kelas langsung dibuka untuk dijadikan pengungsian dan posko,” jelas Direktur Pelaksana Yayasan Al Furqan Denok Mugi Hidayati.

Setelah banyak warga mulai pulang ke rumah masing-masing, kini sekolah tetap dijadikan posko. Terutama untuk menyimpan logistik bantuan. Kemudian, kemarin pagi (3/2) bantuan sembako hingga kompor telah dibagikan ke warga terdampak yang berada di Lingkungan Kebon Dalem.

Denok mengaku, saat ada kabar bencana banjir Sungai Bedadung, dia tidak mengira ada warga sekitar sekolah yang terkena dampak. “Ternyata ada yang terkena, sehingga saat diminta dijadikan posko bencana, sekolah langsung setuju,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/