alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Mudahkan Petani Tentukan Perhitungan Pembuatan Rabuk Organik

Pupuk menjadi salah satu kebutuhan langka bagi petani. Berangkat dari masalah ini, enam mahasiswa Universitas Jember membuat aplikasi berbasis website yang diberi nama Naraku. Melalui aplikasi ini, petani dapat menentukan keputusan dan perhitungan pembuatan pupuk secara mandiri.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini kebutuhan pupuk pada petani masih belum terpenuhi seutuhnya. Pengurangan kuota rabuk bersubsidi serta adanya spekulan yang memainkan rantai distribusi menjadi salah satu penyebabnya. Di sisi lain, petani juga kurang teredukasi tentang pembuatan pupuk organik. Oleh karenanya, mereka masih bergantung pada pupuk kimia yang disubsidi pemerintah.

Sejalan dengan itu, banyak petani yang akhirnya didorong untuk membuat pupuk organik secara mandiri. Namun, ikhtiar ini belum dibarengi dengan pengetahuan petani mengenai takaran yang tepat dalam memproduksi pupuk. Sehingga berpengaruh pada hasil produksi pupuk ketika diaplikasikan pada tanaman.

Berawal dari kegelisahan inilah, enam mahasiswa Unej melakukan terobosan dengan membuat inovasi aplikasi Naratu. Sebuah inovasi teknologi berbasis website yang berfungsi sebagai sistem penunjang keputusan untuk meningkatkan efisiensi bahan baku pupuk kandang pada petani. Lima dari enam mahasiswa itu berasal dari Fakultas Ilmu Komputer dan satunya lagi mahasiswa Fakultas Pertanian. “Sistem ini dibuat secara pemrograman,” kata Muhamad Amri Zaman, mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan aplikasi tersebut, kemarin (3/1).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sistem ini, dia menjelaskan, memiliki banyak keunggulan yang diterjemahkan dalam beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi. Fitur-fitur tersebut meliputi pemasaran dan penunjang keputusan. Fitur pemasaran menyerupai fitur e-commerce pada umumnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini kebutuhan pupuk pada petani masih belum terpenuhi seutuhnya. Pengurangan kuota rabuk bersubsidi serta adanya spekulan yang memainkan rantai distribusi menjadi salah satu penyebabnya. Di sisi lain, petani juga kurang teredukasi tentang pembuatan pupuk organik. Oleh karenanya, mereka masih bergantung pada pupuk kimia yang disubsidi pemerintah.

Sejalan dengan itu, banyak petani yang akhirnya didorong untuk membuat pupuk organik secara mandiri. Namun, ikhtiar ini belum dibarengi dengan pengetahuan petani mengenai takaran yang tepat dalam memproduksi pupuk. Sehingga berpengaruh pada hasil produksi pupuk ketika diaplikasikan pada tanaman.

Berawal dari kegelisahan inilah, enam mahasiswa Unej melakukan terobosan dengan membuat inovasi aplikasi Naratu. Sebuah inovasi teknologi berbasis website yang berfungsi sebagai sistem penunjang keputusan untuk meningkatkan efisiensi bahan baku pupuk kandang pada petani. Lima dari enam mahasiswa itu berasal dari Fakultas Ilmu Komputer dan satunya lagi mahasiswa Fakultas Pertanian. “Sistem ini dibuat secara pemrograman,” kata Muhamad Amri Zaman, mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan aplikasi tersebut, kemarin (3/1).

Sistem ini, dia menjelaskan, memiliki banyak keunggulan yang diterjemahkan dalam beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi. Fitur-fitur tersebut meliputi pemasaran dan penunjang keputusan. Fitur pemasaran menyerupai fitur e-commerce pada umumnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hingga saat ini kebutuhan pupuk pada petani masih belum terpenuhi seutuhnya. Pengurangan kuota rabuk bersubsidi serta adanya spekulan yang memainkan rantai distribusi menjadi salah satu penyebabnya. Di sisi lain, petani juga kurang teredukasi tentang pembuatan pupuk organik. Oleh karenanya, mereka masih bergantung pada pupuk kimia yang disubsidi pemerintah.

Sejalan dengan itu, banyak petani yang akhirnya didorong untuk membuat pupuk organik secara mandiri. Namun, ikhtiar ini belum dibarengi dengan pengetahuan petani mengenai takaran yang tepat dalam memproduksi pupuk. Sehingga berpengaruh pada hasil produksi pupuk ketika diaplikasikan pada tanaman.

Berawal dari kegelisahan inilah, enam mahasiswa Unej melakukan terobosan dengan membuat inovasi aplikasi Naratu. Sebuah inovasi teknologi berbasis website yang berfungsi sebagai sistem penunjang keputusan untuk meningkatkan efisiensi bahan baku pupuk kandang pada petani. Lima dari enam mahasiswa itu berasal dari Fakultas Ilmu Komputer dan satunya lagi mahasiswa Fakultas Pertanian. “Sistem ini dibuat secara pemrograman,” kata Muhamad Amri Zaman, mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan aplikasi tersebut, kemarin (3/1).

Sistem ini, dia menjelaskan, memiliki banyak keunggulan yang diterjemahkan dalam beberapa fitur yang tersedia pada aplikasi. Fitur-fitur tersebut meliputi pemasaran dan penunjang keputusan. Fitur pemasaran menyerupai fitur e-commerce pada umumnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/