alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Imbau Kurangi Aktivitas di Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Jember, baru-baru ini, sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, sejak memasuki musim hujan, sejumlah sungai terus mengalami peningkatan volume air. Termasuk Sungai Bedadung yang beberapa hari lalu luapan airnya menerjang sejumlah rumah di bantaran sungai.

Pantauan petugas penjaga pintu air (PPA) di bendungan Sungai Bedadung, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Sungai Bedadung sempat mencatatkan angka limpasan tertinggi 4,80 meter saat banjir lalu. “Ini angka tertinggi. Dan kenaikan tertinggi sejak musim hujan ini,” terang Pujang Usiwu, PPA pintu air Sungai Bedadung, Rambipuji.

Bahkan, ketinggian limpasan itu sempat masuk ke indikator merah bendungan, yang artinya darurat banjir. Meski begitu, PPA meyakini, bendungan Sungai Bedadung masih mampu menampung kapasitas air. “Kemarin, saat banjir itu memang terbesar. Tapi, level merahnya masih aman, karena baru di merah (antara dasar dan pertengahan, Red),” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Jember, baru-baru ini, sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, sejak memasuki musim hujan, sejumlah sungai terus mengalami peningkatan volume air. Termasuk Sungai Bedadung yang beberapa hari lalu luapan airnya menerjang sejumlah rumah di bantaran sungai.

Pantauan petugas penjaga pintu air (PPA) di bendungan Sungai Bedadung, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Sungai Bedadung sempat mencatatkan angka limpasan tertinggi 4,80 meter saat banjir lalu. “Ini angka tertinggi. Dan kenaikan tertinggi sejak musim hujan ini,” terang Pujang Usiwu, PPA pintu air Sungai Bedadung, Rambipuji.

Bahkan, ketinggian limpasan itu sempat masuk ke indikator merah bendungan, yang artinya darurat banjir. Meski begitu, PPA meyakini, bendungan Sungai Bedadung masih mampu menampung kapasitas air. “Kemarin, saat banjir itu memang terbesar. Tapi, level merahnya masih aman, karena baru di merah (antara dasar dan pertengahan, Red),” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Jember, baru-baru ini, sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, sejak memasuki musim hujan, sejumlah sungai terus mengalami peningkatan volume air. Termasuk Sungai Bedadung yang beberapa hari lalu luapan airnya menerjang sejumlah rumah di bantaran sungai.

Pantauan petugas penjaga pintu air (PPA) di bendungan Sungai Bedadung, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Sungai Bedadung sempat mencatatkan angka limpasan tertinggi 4,80 meter saat banjir lalu. “Ini angka tertinggi. Dan kenaikan tertinggi sejak musim hujan ini,” terang Pujang Usiwu, PPA pintu air Sungai Bedadung, Rambipuji.

Bahkan, ketinggian limpasan itu sempat masuk ke indikator merah bendungan, yang artinya darurat banjir. Meski begitu, PPA meyakini, bendungan Sungai Bedadung masih mampu menampung kapasitas air. “Kemarin, saat banjir itu memang terbesar. Tapi, level merahnya masih aman, karena baru di merah (antara dasar dan pertengahan, Red),” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/