Dugaan Pelecehan Seksual yang Terekam CCTV, Tetap Diselidiki meski Korban Tak Melapor

MAHRUS SHOLIH/RADAR JEMBER DETIK-DETIK KEJADIAN: Tangkapan layar video yang merekam aksi pelaku saat melecehkan perempuan yang duduk di motor.

RADARJEMBER.ID – Sebuah kamera pengintai atau CCTV menangkap detik-detik aksi dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Video itu kemudian menyebar dari ponsel ke ponsel, sehingga mendapat perhatian serius dari kepolisian setempat.

IKLAN

Peristiwa itu terjadi siang hari di kawasan rumah kos di Jalan Batu Raden, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, akhir-akhir ini. Dalam video yang beredar, terlihat seorang lelaki mengendarai motor matik yang berhenti di belakang perempuan berjilbab yang tengah duduk di atas motornya, seperti sedang menunggu teman. Sebelum melakukan aksinya, pria yang memakai helm penutup wajah itu melihat situasi terlebih dulu.

Setelah dirasa aman, lelaki berkaus lengan panjang garis-garis itu langsung duduk di jok belakang motor korban. Seketika pelaku menjulurkan tangannya dari arah belakang, persis di bagian dada korban. Mendapat perlakuan tak senonoh, korban langsung berteriak hingga membuat motor yang didudukinya terjatuh.

Mengetahui korbannya berontak, pelaku lantas kabur mengendarai motornya yang di parkir tak jauh dari tempat korban. Seorang warga yang mendengar teriakan itu keluar rumah untuk mengejar pelaku. Namun, pelaku sudah kabur.

Shela Firdausi, mahasiswi penghuni rumah kos di sekitar lokasi peristiwa menuturkan, sebenarnya kawasan tempat tinggalnya merupakan daerah aman. Kala malam hari, suasananya juga ramai. Sehingga, biasanya dia dan penghuni kos lain yang mayoritas mahasiswi berani keluar sendiri.

Namun, setelah peristiwa itu, Shela mengaku takut kalau pulang sendirian, dan merasa tidak aman. Saat malam hari, dirinya juga harus berpikir dua kali kalau akan pergi tanpa teman. Meski begitu, mahasiswi ini mengaku telah mengetahui plat nomor pelaku dari pesan berantai yang menyebar di ponsel.

Berbekal informasi tersebut, dirinya bisa mewaspadai setiap ada gelagat pemotor yang mencurigakan. “Plat nomornya P kok, terus motornya Honda Vario warna hitam. Semoga saja pelaku segera tertangkap,” harapnya.

Sementara Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menjelaskan, hingga kini belum ada laporan yang masuk ke kepolisian terkait dugaan pelecehan tersebut. Kendati begitu, pihaknya akan tetap menyelidiki kasus ini, karena dinilai telah meresahkan masyarakat, utamanya kaum wanita yang tinggal di kawasan rumah kos tersebut.

“Kami mendapat informasi itu dari video yang tersebar di grup WA. Dugaannya memang ada aksi pencabulan. Tetapi kami belum mendapat laporan resmi dari korban,” ungkap Kusworo, saat ditemui kemarin.

Menurut dia, meski belum ada laporan dari masyarakat maupun korban, kepolisian tetap akan melakukan serangkaian penyelidikan. Karena berdasarkan hasil pengamatan polisi, dalam video itu ada dugaan aksi pencabulan yang melanggar ketentuan pidana. “Kami juga sudah mengambil CCTV yang merekam kegiatan itu. Tetapi masih kami pelajari lebih lanjut. Soalnya hasilnya tidak bisa di-zoom karena kapasitas CCTV-nya terbatas,” ujarnya.

Dalam rekaman yang telah diperoleh kepolisian, Kusworo menjelaskan, aparat telah mendeteksi plat nomor kendaraan yang digunakan pelaku. Selain itu, ciri-ciri pria yang memakai helm teropong tersebut telah dipelajari. Sehingga, jika ada keterangan tambahan dari korban maupun saksi yang melihat, polisi meyakini bakal bisa mengungkap siapa lelaki mesum yang membuat kaum perempuan resah tersebut.

Selain itu, Kusworo juga menengarai, perbuatan pelaku sudah bisa dikategorikan melanggar ketentuan pidana sesuai Pasal 282 KUHP tentang Perbuatan Cabul. Sebab, dalam video itu pelaku terlihat merangkul dari belakang dan ditengarai meremas bagian sensitif korban. “Sejauh pengetahuan kami, peristiwa ini yang pertama. Dan mudah-mudahan juga yang terakhir,” jelas perwira menengah tersebut.

Kusworo optimistis, seandainya ada laporan, informasi yang diterima kepolisian bakal maksimal. Jika sudah begitu, upaya yang dilakukan aparat dalam mengungkap kasus ini juga bisa lebih cepat. Bahkan, sesegera mungkin kasus ini bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Seandainya sudah melapor, nanti kami akan ambil langkah-langkah berikutnya. Termasuk mengungkap identitas pelaku dan menangkapnya,” pungkas Kusworo.

Reporter & Fotografer: Mahrus Sholih
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :