alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Seorang Napi Meninggal di Lapas

Dikabarkan Telah Menjalani Perawatan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seorang narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Jember dikabarkan meninggal, kemarin (2/8). Napi yang berinisial SR itu diketahui tengah menjalani masa tahanan sekitar satu tahun dari vonis enam tahun penjara karena kasus penyalahgunaan obat-obatan.

SR yang diketahui asal Perumahan Taman Gading, Kaliwates, ini sebelumnya sempat mengeluh demam. Lalu, dirujuk dan menjalani perawatan di RSD dr Soebandi, Patrang. “Tadi pagi (kemarin, Red) kami mendapat kabar bahwa WBP yang sedang dirawat di rumah sakit meninggal dunia. Maka, sesuai prosedur, kami serahkan ke keluarga,” terang Agus Yanto, Kasi Giatja Lapas Kelas II A Jember, saat ditemui awak media.

Menurut Agus, pada 31 Juli sekitar pukul 15.00, napi tersebut mengalami gejala demam tinggi. Karena di lapas perawatan minim dan keterbatasan fasilitas, maka sesuai standard operating procedure (SOP), pihak lapas merujuknya ke RSD dr Soebandi. “Petugas medis lapas sempat memeriksa, panasnya mencapai 38,6 derajat sekian. Beliau (SR, Red) memiliki penyakit bawaan sesak napas,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati begitu, ia tidak mengetahui detail meninggalnya SR. Sebab, yang bersangkutan meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. “Tentang penyakitnya atau sakit apa, yang tahu pihak rumah sakit,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seorang narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Jember dikabarkan meninggal, kemarin (2/8). Napi yang berinisial SR itu diketahui tengah menjalani masa tahanan sekitar satu tahun dari vonis enam tahun penjara karena kasus penyalahgunaan obat-obatan.

SR yang diketahui asal Perumahan Taman Gading, Kaliwates, ini sebelumnya sempat mengeluh demam. Lalu, dirujuk dan menjalani perawatan di RSD dr Soebandi, Patrang. “Tadi pagi (kemarin, Red) kami mendapat kabar bahwa WBP yang sedang dirawat di rumah sakit meninggal dunia. Maka, sesuai prosedur, kami serahkan ke keluarga,” terang Agus Yanto, Kasi Giatja Lapas Kelas II A Jember, saat ditemui awak media.

Menurut Agus, pada 31 Juli sekitar pukul 15.00, napi tersebut mengalami gejala demam tinggi. Karena di lapas perawatan minim dan keterbatasan fasilitas, maka sesuai standard operating procedure (SOP), pihak lapas merujuknya ke RSD dr Soebandi. “Petugas medis lapas sempat memeriksa, panasnya mencapai 38,6 derajat sekian. Beliau (SR, Red) memiliki penyakit bawaan sesak napas,” jelasnya.

Kendati begitu, ia tidak mengetahui detail meninggalnya SR. Sebab, yang bersangkutan meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. “Tentang penyakitnya atau sakit apa, yang tahu pihak rumah sakit,” tambahnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Seorang narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Jember dikabarkan meninggal, kemarin (2/8). Napi yang berinisial SR itu diketahui tengah menjalani masa tahanan sekitar satu tahun dari vonis enam tahun penjara karena kasus penyalahgunaan obat-obatan.

SR yang diketahui asal Perumahan Taman Gading, Kaliwates, ini sebelumnya sempat mengeluh demam. Lalu, dirujuk dan menjalani perawatan di RSD dr Soebandi, Patrang. “Tadi pagi (kemarin, Red) kami mendapat kabar bahwa WBP yang sedang dirawat di rumah sakit meninggal dunia. Maka, sesuai prosedur, kami serahkan ke keluarga,” terang Agus Yanto, Kasi Giatja Lapas Kelas II A Jember, saat ditemui awak media.

Menurut Agus, pada 31 Juli sekitar pukul 15.00, napi tersebut mengalami gejala demam tinggi. Karena di lapas perawatan minim dan keterbatasan fasilitas, maka sesuai standard operating procedure (SOP), pihak lapas merujuknya ke RSD dr Soebandi. “Petugas medis lapas sempat memeriksa, panasnya mencapai 38,6 derajat sekian. Beliau (SR, Red) memiliki penyakit bawaan sesak napas,” jelasnya.

Kendati begitu, ia tidak mengetahui detail meninggalnya SR. Sebab, yang bersangkutan meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. “Tentang penyakitnya atau sakit apa, yang tahu pihak rumah sakit,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/