alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pelaku Cabul Lewat Medsos Bisa Dipidana Enam Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya kasus pelecehan seksual menggunakan media sosial (medsos) tengah ramai dibicarakan. Karena para pelaku menyasar mahasiswi yang menjadi korbannya. Sebenarnya, perbuatan asusila menggunakan medsos itu bisa dipidanakan, asal korban memiliki bukti kuat atas dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Sekarang ini teknologi semakin canggih. Maka jangan ngawur ketika memakai medsos, karena itu tergolong cyber crime atau kejahatan siber. Dan pelaku bisa dipidana,” ungkap Pramukthiko Suryo Kencono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Alumni Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, itu mengatakan, kejahatan siber ini di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, cukup banyak pelaku pelecehan seksual lewat medsos ini yang telah dijatuhi hukuman.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Membagikan gambar atau film porno dan itu dikategorikan melanggar kesusilaan, orang itu bisa dijerat hukum. Di UU tersebut ancaman hukuman sangat berat, termasuk pemberlakuan denda cukup tinggi,” terang Pramukthiko.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya kasus pelecehan seksual menggunakan media sosial (medsos) tengah ramai dibicarakan. Karena para pelaku menyasar mahasiswi yang menjadi korbannya. Sebenarnya, perbuatan asusila menggunakan medsos itu bisa dipidanakan, asal korban memiliki bukti kuat atas dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Sekarang ini teknologi semakin canggih. Maka jangan ngawur ketika memakai medsos, karena itu tergolong cyber crime atau kejahatan siber. Dan pelaku bisa dipidana,” ungkap Pramukthiko Suryo Kencono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Alumni Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, itu mengatakan, kejahatan siber ini di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, cukup banyak pelaku pelecehan seksual lewat medsos ini yang telah dijatuhi hukuman.

“Membagikan gambar atau film porno dan itu dikategorikan melanggar kesusilaan, orang itu bisa dijerat hukum. Di UU tersebut ancaman hukuman sangat berat, termasuk pemberlakuan denda cukup tinggi,” terang Pramukthiko.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mencuatnya kasus pelecehan seksual menggunakan media sosial (medsos) tengah ramai dibicarakan. Karena para pelaku menyasar mahasiswi yang menjadi korbannya. Sebenarnya, perbuatan asusila menggunakan medsos itu bisa dipidanakan, asal korban memiliki bukti kuat atas dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Sekarang ini teknologi semakin canggih. Maka jangan ngawur ketika memakai medsos, karena itu tergolong cyber crime atau kejahatan siber. Dan pelaku bisa dipidana,” ungkap Pramukthiko Suryo Kencono, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ).

Alumni Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, itu mengatakan, kejahatan siber ini di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Menurutnya, cukup banyak pelaku pelecehan seksual lewat medsos ini yang telah dijatuhi hukuman.

“Membagikan gambar atau film porno dan itu dikategorikan melanggar kesusilaan, orang itu bisa dijerat hukum. Di UU tersebut ancaman hukuman sangat berat, termasuk pemberlakuan denda cukup tinggi,” terang Pramukthiko.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/