alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kita Harus Saling Jaga

Polisi, TNI, dan Banser Amankan Gereja

Mobile_AP_Rectangle 1

Ketua Dewan Pastoral Paroki Gereja Santo Yusup Agustinus Dwi Jatmoko menjelaskan, sebanyak 250 jemaat wajib mengisi formulir pendaftaran melalui situs yang disediakan oleh pihak gereja. Dalam situs tersebut, para jemaat diharuskan mengisi data diri, surel, dan asal lingkungan jemaat.

Setelah mengisi data, nantinya pihak gereja akan melakukan verifikasi pada ketua lingkungan. Tujuannya agar data akurat sesuai domisili, serta mencegah adanya jemaat asing yang masuk. Agustinus mengungkapkan, setidaknya terdapat 35 lingkungan jemaat Gereja Santo Yusup. “Kalau tidak memiliki barcode, tidak bisa masuk,” jelas Agustinus.

Pengetatan lain yang dilakukan oleh pihak gereja adalah pengecekan tas dan barang bawaan sebelum jemaat masuk gereja. Serta adanya pengalihan arus lalu lintas di simpang empat Jalan Kartini, dekat Polres Jember. Semua kendaraan yang melaju dan mengarah ke Jalan Kartini dialihkan ke Jalan Dewi Sartika.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada awal penutupan simpang empat, beberapa petugas sempat berinisiatif untuk memeriksa barang bawaan kendaraan yang melaju. Hal ini dilakukan lantaran para jemaat masih khawatir akan tragedi di Makassar. Adapun umat yang tidak kebagian tempat, mereka bisa mengikuti perayaan Jumat Agung melalui siaran streaming.

Agnes Jovanka, petugas barcode ticketing mengungkapkan, sistem ticketing yang sudah diterapkan ini merupakan hal baru dan perdana untuk mengamankan proses peribadatan Jumat Agung. Namun, untuk beberapa kegiatan kemahasiswaan yang berlangsung di gereja, sistem ini merupakan hal yang wajar dan sudah lama dilakukan.

 

 

 

Jurnalis : Maulana, Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Ketua Dewan Pastoral Paroki Gereja Santo Yusup Agustinus Dwi Jatmoko menjelaskan, sebanyak 250 jemaat wajib mengisi formulir pendaftaran melalui situs yang disediakan oleh pihak gereja. Dalam situs tersebut, para jemaat diharuskan mengisi data diri, surel, dan asal lingkungan jemaat.

Setelah mengisi data, nantinya pihak gereja akan melakukan verifikasi pada ketua lingkungan. Tujuannya agar data akurat sesuai domisili, serta mencegah adanya jemaat asing yang masuk. Agustinus mengungkapkan, setidaknya terdapat 35 lingkungan jemaat Gereja Santo Yusup. “Kalau tidak memiliki barcode, tidak bisa masuk,” jelas Agustinus.

Pengetatan lain yang dilakukan oleh pihak gereja adalah pengecekan tas dan barang bawaan sebelum jemaat masuk gereja. Serta adanya pengalihan arus lalu lintas di simpang empat Jalan Kartini, dekat Polres Jember. Semua kendaraan yang melaju dan mengarah ke Jalan Kartini dialihkan ke Jalan Dewi Sartika.

Pada awal penutupan simpang empat, beberapa petugas sempat berinisiatif untuk memeriksa barang bawaan kendaraan yang melaju. Hal ini dilakukan lantaran para jemaat masih khawatir akan tragedi di Makassar. Adapun umat yang tidak kebagian tempat, mereka bisa mengikuti perayaan Jumat Agung melalui siaran streaming.

Agnes Jovanka, petugas barcode ticketing mengungkapkan, sistem ticketing yang sudah diterapkan ini merupakan hal baru dan perdana untuk mengamankan proses peribadatan Jumat Agung. Namun, untuk beberapa kegiatan kemahasiswaan yang berlangsung di gereja, sistem ini merupakan hal yang wajar dan sudah lama dilakukan.

 

 

 

Jurnalis : Maulana, Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

Ketua Dewan Pastoral Paroki Gereja Santo Yusup Agustinus Dwi Jatmoko menjelaskan, sebanyak 250 jemaat wajib mengisi formulir pendaftaran melalui situs yang disediakan oleh pihak gereja. Dalam situs tersebut, para jemaat diharuskan mengisi data diri, surel, dan asal lingkungan jemaat.

Setelah mengisi data, nantinya pihak gereja akan melakukan verifikasi pada ketua lingkungan. Tujuannya agar data akurat sesuai domisili, serta mencegah adanya jemaat asing yang masuk. Agustinus mengungkapkan, setidaknya terdapat 35 lingkungan jemaat Gereja Santo Yusup. “Kalau tidak memiliki barcode, tidak bisa masuk,” jelas Agustinus.

Pengetatan lain yang dilakukan oleh pihak gereja adalah pengecekan tas dan barang bawaan sebelum jemaat masuk gereja. Serta adanya pengalihan arus lalu lintas di simpang empat Jalan Kartini, dekat Polres Jember. Semua kendaraan yang melaju dan mengarah ke Jalan Kartini dialihkan ke Jalan Dewi Sartika.

Pada awal penutupan simpang empat, beberapa petugas sempat berinisiatif untuk memeriksa barang bawaan kendaraan yang melaju. Hal ini dilakukan lantaran para jemaat masih khawatir akan tragedi di Makassar. Adapun umat yang tidak kebagian tempat, mereka bisa mengikuti perayaan Jumat Agung melalui siaran streaming.

Agnes Jovanka, petugas barcode ticketing mengungkapkan, sistem ticketing yang sudah diterapkan ini merupakan hal baru dan perdana untuk mengamankan proses peribadatan Jumat Agung. Namun, untuk beberapa kegiatan kemahasiswaan yang berlangsung di gereja, sistem ini merupakan hal yang wajar dan sudah lama dilakukan.

 

 

 

Jurnalis : Maulana, Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/