alexametrics
24.1 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Warga Mulai Renovasi Rumah

Usai Diterjang Banjir Luapan Sungai Bedadung

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga yang rumahnya diterjang banjir luapan Sungai Bedadung akhir Januari lalu, kini masih berusaha merenovasi kembali rumah mereka, Rabu (3/3). Sedikitnya, terdapat tiga rumah warga yang berada di bantaran Sungai Bedadung, Jalan Sumatra arah menuju Gladak Kembar Kelurahan Sumbersari yang kondisinya lumayan parah diterjang banjir. Mulai dari fondasi rumah yang ambrol sampai dinding yang retak.

Menurut warga setempat, pasca banjir itu, mereka harus berjuang keras merenovasi rumah rumah mereka yang rusak. “Sempat memang ada bantuan, beberapa di antaranya semen. Tapi itu dibagi-bagi ke warga sekitar lingkungan ini,” terang Suwarni, 65, yang rumahnya tengah direnovasi.

Dia membeberkan, kerusakan yang menimpa rumahnya cukup parah. Pada bagian belakang yang persis menghadapi sungai, dinding fondasi setinggi sekitar empat meter ambrol. “Memperbaiki dinding fondasi itu lumayan banyak dan lama, habis Rp 5 juta,” imbuhnya, sambil menunjukkan fondasi yang rusak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di saat warga lainnya tengah menikmati suasana rumah layak, sejumlah warga di lingkungan itu masih harus berjuang memperbaiki tempat tinggal mereka. Bahkan tak sedikit mereka yang masih trauma atas banjir luapan Bedadung yang disebut-sebut terbesar selama ini.
“Sudah hampir tiga minggu perbaikan pondasi itu, dan sekarang memperbaiki dinding yang retak ini,” timpal Rindah, warga yang tengah memperbaiki rumah saat ditemui RADARJEMBER.ID.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga yang rumahnya diterjang banjir luapan Sungai Bedadung akhir Januari lalu, kini masih berusaha merenovasi kembali rumah mereka, Rabu (3/3). Sedikitnya, terdapat tiga rumah warga yang berada di bantaran Sungai Bedadung, Jalan Sumatra arah menuju Gladak Kembar Kelurahan Sumbersari yang kondisinya lumayan parah diterjang banjir. Mulai dari fondasi rumah yang ambrol sampai dinding yang retak.

Menurut warga setempat, pasca banjir itu, mereka harus berjuang keras merenovasi rumah rumah mereka yang rusak. “Sempat memang ada bantuan, beberapa di antaranya semen. Tapi itu dibagi-bagi ke warga sekitar lingkungan ini,” terang Suwarni, 65, yang rumahnya tengah direnovasi.

Dia membeberkan, kerusakan yang menimpa rumahnya cukup parah. Pada bagian belakang yang persis menghadapi sungai, dinding fondasi setinggi sekitar empat meter ambrol. “Memperbaiki dinding fondasi itu lumayan banyak dan lama, habis Rp 5 juta,” imbuhnya, sambil menunjukkan fondasi yang rusak.

Di saat warga lainnya tengah menikmati suasana rumah layak, sejumlah warga di lingkungan itu masih harus berjuang memperbaiki tempat tinggal mereka. Bahkan tak sedikit mereka yang masih trauma atas banjir luapan Bedadung yang disebut-sebut terbesar selama ini.
“Sudah hampir tiga minggu perbaikan pondasi itu, dan sekarang memperbaiki dinding yang retak ini,” timpal Rindah, warga yang tengah memperbaiki rumah saat ditemui RADARJEMBER.ID.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah warga yang rumahnya diterjang banjir luapan Sungai Bedadung akhir Januari lalu, kini masih berusaha merenovasi kembali rumah mereka, Rabu (3/3). Sedikitnya, terdapat tiga rumah warga yang berada di bantaran Sungai Bedadung, Jalan Sumatra arah menuju Gladak Kembar Kelurahan Sumbersari yang kondisinya lumayan parah diterjang banjir. Mulai dari fondasi rumah yang ambrol sampai dinding yang retak.

Menurut warga setempat, pasca banjir itu, mereka harus berjuang keras merenovasi rumah rumah mereka yang rusak. “Sempat memang ada bantuan, beberapa di antaranya semen. Tapi itu dibagi-bagi ke warga sekitar lingkungan ini,” terang Suwarni, 65, yang rumahnya tengah direnovasi.

Dia membeberkan, kerusakan yang menimpa rumahnya cukup parah. Pada bagian belakang yang persis menghadapi sungai, dinding fondasi setinggi sekitar empat meter ambrol. “Memperbaiki dinding fondasi itu lumayan banyak dan lama, habis Rp 5 juta,” imbuhnya, sambil menunjukkan fondasi yang rusak.

Di saat warga lainnya tengah menikmati suasana rumah layak, sejumlah warga di lingkungan itu masih harus berjuang memperbaiki tempat tinggal mereka. Bahkan tak sedikit mereka yang masih trauma atas banjir luapan Bedadung yang disebut-sebut terbesar selama ini.
“Sudah hampir tiga minggu perbaikan pondasi itu, dan sekarang memperbaiki dinding yang retak ini,” timpal Rindah, warga yang tengah memperbaiki rumah saat ditemui RADARJEMBER.ID.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/