alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Berpakaian Superhero hingga Bercerita Lucu ke Anak-Anak

Akhir-akhir ini Jember diterjang bencana banjir. Banyak pihak yang peduli dan membantu korban terdampak. Mulai dari menggalang dana hingga membantu langsung proses evakuasi. Namun, yang diperbuat M Jaka Siswono ini berbeda. Dia berpakaian ala superhero di tengah-tengah lokasi bencana. Apa yang dia lakukan?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akhir pekan kemarin, sebagian warga Jember diterpa luapan Sungai Bedadung. Sungai terbesar di Jember itu seperti mengamuk. Seolah ingin menumpahkan semua isinya ke permukiman dan rumah-rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Kisah pilu tentu saja menyelimuti warga yang terkena dampak.

Walau begitu, pascabencana itu menerjang, ada sedikit yang berbeda pada akhir pekan kemarin, Sabtu (30/1). Di rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Patrang, sejumlah orang masih tertawa. Anak-anak yang terdampak bencana juga terlihat ceria. Ternyata, kegembiraan itu karena tiba-tiba ada superhero bertopeng yang datang. Bahkan, manusia berkostum ala pahlawan tersebut turut membantu petugas membersihkan sisa lumpur di rumah warga.

Bukan superhero sungguhan seperti di layar televisi. Tapi hanya manusia biasa yang mengenakan kostum ala superhero. Bermodalkan pakaian hitam-hitam, ditambah ornamen sepatu superhero, sabuk, hingga topeng, M Jaka Siswono mampu menghipnotis warga, khususnya anak-anak yang menjadi korban bencana.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jaka mengaku, dirinya sengaja memakai baju ala superhero itu saat membantu warga membersihkan lumpur, penuh dengan tantangan. “Jujur, memakai kostum ini sambil kerja bakti rasanya sumuk banget,” ucap Jaka kepada Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini.

Tujuan dia bukan turut membersihkan sisa lumpur di rumah warga semata, melainkan juga memberikan hiburan bagi anak-anak korban bencana. Ide berpenampilan superhero di tengah-tengah lokasi bencana bukan saat bencana banjir luapan Sungai Bedadung saja. Namun, juga pada saat banjir menerjang Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, lalu.

Kala itu, Jaka mulai berpikir apa yang bisa dia sumbang untuk warga terdampak. Sebab, bantuan uang, pakaian, dan makanan sudah bermunculan di sana. Tapi, tiba-tiba salah seorang rekannya memunculkan ide agar melakukan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak musibah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akhir pekan kemarin, sebagian warga Jember diterpa luapan Sungai Bedadung. Sungai terbesar di Jember itu seperti mengamuk. Seolah ingin menumpahkan semua isinya ke permukiman dan rumah-rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Kisah pilu tentu saja menyelimuti warga yang terkena dampak.

Walau begitu, pascabencana itu menerjang, ada sedikit yang berbeda pada akhir pekan kemarin, Sabtu (30/1). Di rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Patrang, sejumlah orang masih tertawa. Anak-anak yang terdampak bencana juga terlihat ceria. Ternyata, kegembiraan itu karena tiba-tiba ada superhero bertopeng yang datang. Bahkan, manusia berkostum ala pahlawan tersebut turut membantu petugas membersihkan sisa lumpur di rumah warga.

Bukan superhero sungguhan seperti di layar televisi. Tapi hanya manusia biasa yang mengenakan kostum ala superhero. Bermodalkan pakaian hitam-hitam, ditambah ornamen sepatu superhero, sabuk, hingga topeng, M Jaka Siswono mampu menghipnotis warga, khususnya anak-anak yang menjadi korban bencana.

Jaka mengaku, dirinya sengaja memakai baju ala superhero itu saat membantu warga membersihkan lumpur, penuh dengan tantangan. “Jujur, memakai kostum ini sambil kerja bakti rasanya sumuk banget,” ucap Jaka kepada Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini.

Tujuan dia bukan turut membersihkan sisa lumpur di rumah warga semata, melainkan juga memberikan hiburan bagi anak-anak korban bencana. Ide berpenampilan superhero di tengah-tengah lokasi bencana bukan saat bencana banjir luapan Sungai Bedadung saja. Namun, juga pada saat banjir menerjang Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, lalu.

Kala itu, Jaka mulai berpikir apa yang bisa dia sumbang untuk warga terdampak. Sebab, bantuan uang, pakaian, dan makanan sudah bermunculan di sana. Tapi, tiba-tiba salah seorang rekannya memunculkan ide agar melakukan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak musibah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Akhir pekan kemarin, sebagian warga Jember diterpa luapan Sungai Bedadung. Sungai terbesar di Jember itu seperti mengamuk. Seolah ingin menumpahkan semua isinya ke permukiman dan rumah-rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai. Kisah pilu tentu saja menyelimuti warga yang terkena dampak.

Walau begitu, pascabencana itu menerjang, ada sedikit yang berbeda pada akhir pekan kemarin, Sabtu (30/1). Di rumah penduduk yang tinggal di bantaran sungai belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Patrang, sejumlah orang masih tertawa. Anak-anak yang terdampak bencana juga terlihat ceria. Ternyata, kegembiraan itu karena tiba-tiba ada superhero bertopeng yang datang. Bahkan, manusia berkostum ala pahlawan tersebut turut membantu petugas membersihkan sisa lumpur di rumah warga.

Bukan superhero sungguhan seperti di layar televisi. Tapi hanya manusia biasa yang mengenakan kostum ala superhero. Bermodalkan pakaian hitam-hitam, ditambah ornamen sepatu superhero, sabuk, hingga topeng, M Jaka Siswono mampu menghipnotis warga, khususnya anak-anak yang menjadi korban bencana.

Jaka mengaku, dirinya sengaja memakai baju ala superhero itu saat membantu warga membersihkan lumpur, penuh dengan tantangan. “Jujur, memakai kostum ini sambil kerja bakti rasanya sumuk banget,” ucap Jaka kepada Jawa Pos Radar Jember, baru-baru ini.

Tujuan dia bukan turut membersihkan sisa lumpur di rumah warga semata, melainkan juga memberikan hiburan bagi anak-anak korban bencana. Ide berpenampilan superhero di tengah-tengah lokasi bencana bukan saat bencana banjir luapan Sungai Bedadung saja. Namun, juga pada saat banjir menerjang Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, lalu.

Kala itu, Jaka mulai berpikir apa yang bisa dia sumbang untuk warga terdampak. Sebab, bantuan uang, pakaian, dan makanan sudah bermunculan di sana. Tapi, tiba-tiba salah seorang rekannya memunculkan ide agar melakukan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak musibah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/