alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Anak Korban Banjir Perlu Pendampingan

Karena Sering Menangis dan Cemas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bedadung tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik dan material. Namun, juga psikis. Sebab, banyak anak korban banjir yang mengalami trauma. Bahkan ada yang sampai takut pulang ke rumah dan bermain air.

Salah satunya adalah anak Halimatus Sa’diyah. Perempuan ini merupakan salah satu korban banjir yang rumahnya roboh. Saat kejadian, perempuan yang tinggal di bantaran sungai Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini sedang berkumpul dengan anak-anaknya di rumah. Dia tak menyangka, rumah yang baru direnovasi dua bulan belakangan itu ambruk. Fondasinya tidak kuat menahan derasnya arus air yang masuk ke rumah.

Selain menyebabkan rumahnya roboh, Rizal, anaknya, juga ikut terdampak. Bocah yang duduk di bangku SMP ini masih saja murung hingga sekarang. Bahkan, dia terus menangis jika kembali teringat dengan bencana yang menimpa keluarganya. Rizal merasa cemas tentang sekolahnya karena buku-bukunya hancur. “Sampai sekarang anak saya masih menangis kalau ingat,” kata Sa’diyah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rizal juga masih enggan berkunjung ke bekas rumahnya yang rusak. Ia trauma. Untuk sementara waktu, Rizal tinggal dengan pamannya di permukiman Gladak Kembar yang letaknya lebih tinggi dari rumahnya. Sudah tiga hari lebih Rizal diungsikan. Sebab, kecemasan masih terus menghantuinya.

Selain Rizal, adiknya yang masih berusia dua tahun juga mengalami hal serupa. Jika Sa’diyah pergi ke rumah yang hancur itu untuk mengambil baju yang tersisa, anaknya tersebut menangis. “Dia tidak membolehkan saya ke sungai (bekas rumah, Red),” ungkapnya.

Trauma juga dialami oleh Mario Maulana. Siswa SDN Kepatihan 05 ini trauma pada air. Saat banjir berlangsung, ibu Mario menyuruhnya ke rumah sang nenek. Mario diminta membantu menyelamatkan ayam milik neneknya. Namun, lantaran banjir terlalu parah, dampaknya tidak hanya pada hewan ternak, tapi juga barang berharga lainnya. Termasuk buku dan dokumen berharga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bedadung tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik dan material. Namun, juga psikis. Sebab, banyak anak korban banjir yang mengalami trauma. Bahkan ada yang sampai takut pulang ke rumah dan bermain air.

Salah satunya adalah anak Halimatus Sa’diyah. Perempuan ini merupakan salah satu korban banjir yang rumahnya roboh. Saat kejadian, perempuan yang tinggal di bantaran sungai Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini sedang berkumpul dengan anak-anaknya di rumah. Dia tak menyangka, rumah yang baru direnovasi dua bulan belakangan itu ambruk. Fondasinya tidak kuat menahan derasnya arus air yang masuk ke rumah.

Selain menyebabkan rumahnya roboh, Rizal, anaknya, juga ikut terdampak. Bocah yang duduk di bangku SMP ini masih saja murung hingga sekarang. Bahkan, dia terus menangis jika kembali teringat dengan bencana yang menimpa keluarganya. Rizal merasa cemas tentang sekolahnya karena buku-bukunya hancur. “Sampai sekarang anak saya masih menangis kalau ingat,” kata Sa’diyah.

Rizal juga masih enggan berkunjung ke bekas rumahnya yang rusak. Ia trauma. Untuk sementara waktu, Rizal tinggal dengan pamannya di permukiman Gladak Kembar yang letaknya lebih tinggi dari rumahnya. Sudah tiga hari lebih Rizal diungsikan. Sebab, kecemasan masih terus menghantuinya.

Selain Rizal, adiknya yang masih berusia dua tahun juga mengalami hal serupa. Jika Sa’diyah pergi ke rumah yang hancur itu untuk mengambil baju yang tersisa, anaknya tersebut menangis. “Dia tidak membolehkan saya ke sungai (bekas rumah, Red),” ungkapnya.

Trauma juga dialami oleh Mario Maulana. Siswa SDN Kepatihan 05 ini trauma pada air. Saat banjir berlangsung, ibu Mario menyuruhnya ke rumah sang nenek. Mario diminta membantu menyelamatkan ayam milik neneknya. Namun, lantaran banjir terlalu parah, dampaknya tidak hanya pada hewan ternak, tapi juga barang berharga lainnya. Termasuk buku dan dokumen berharga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bedadung tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik dan material. Namun, juga psikis. Sebab, banyak anak korban banjir yang mengalami trauma. Bahkan ada yang sampai takut pulang ke rumah dan bermain air.

Salah satunya adalah anak Halimatus Sa’diyah. Perempuan ini merupakan salah satu korban banjir yang rumahnya roboh. Saat kejadian, perempuan yang tinggal di bantaran sungai Kelurahan/Kecamatan Sumbersari ini sedang berkumpul dengan anak-anaknya di rumah. Dia tak menyangka, rumah yang baru direnovasi dua bulan belakangan itu ambruk. Fondasinya tidak kuat menahan derasnya arus air yang masuk ke rumah.

Selain menyebabkan rumahnya roboh, Rizal, anaknya, juga ikut terdampak. Bocah yang duduk di bangku SMP ini masih saja murung hingga sekarang. Bahkan, dia terus menangis jika kembali teringat dengan bencana yang menimpa keluarganya. Rizal merasa cemas tentang sekolahnya karena buku-bukunya hancur. “Sampai sekarang anak saya masih menangis kalau ingat,” kata Sa’diyah.

Rizal juga masih enggan berkunjung ke bekas rumahnya yang rusak. Ia trauma. Untuk sementara waktu, Rizal tinggal dengan pamannya di permukiman Gladak Kembar yang letaknya lebih tinggi dari rumahnya. Sudah tiga hari lebih Rizal diungsikan. Sebab, kecemasan masih terus menghantuinya.

Selain Rizal, adiknya yang masih berusia dua tahun juga mengalami hal serupa. Jika Sa’diyah pergi ke rumah yang hancur itu untuk mengambil baju yang tersisa, anaknya tersebut menangis. “Dia tidak membolehkan saya ke sungai (bekas rumah, Red),” ungkapnya.

Trauma juga dialami oleh Mario Maulana. Siswa SDN Kepatihan 05 ini trauma pada air. Saat banjir berlangsung, ibu Mario menyuruhnya ke rumah sang nenek. Mario diminta membantu menyelamatkan ayam milik neneknya. Namun, lantaran banjir terlalu parah, dampaknya tidak hanya pada hewan ternak, tapi juga barang berharga lainnya. Termasuk buku dan dokumen berharga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/