Pasutri Tewas di Lapas Kelas II B Lumajang, Berangkulan, Roboh, Terus Tewas

HAFID ASNAN / RAME MENINGGAL: Jenazah Rasit ketika dibawa ke RS Bayangkara setelah dipastikan meninggal dunia dalam Lapas Kelas II B Lumajang.

RADARJEMBER.ID – Tragedi kematian pasangan suami istri (pasutri) Rasit dan Fatimah di Lapas Kelas II B Lumajang membuat Kota Pisang gempar. Apalagi, keduanya diketahui tewas setelah berpelukan lama. Setelah itu keduanya roboh bareng dan belakangan diketahui sudah meregang nyawa di dalam Lapas Kelas II B Lumajang.

IKLAN

Korban Rasit adalah tahanan perkara penipuan dan penggelapan. Sedangkan istrinya datang untuk membesuk Rasit. Dia datang bersama ibunya. Belum diketahui pasti penyebab kematian keduanya.  Polres Lumajang masih melakukan penyelisikan kasus pasutri yang tewas berpelukan tersebut.

Informasi mengejutkan itu didapat wartawan sekitar pukul 11.00. Ada sejumlah mobil polisi dan dua mobil jenazah di halaman Lapas Kelas IIB Lumajang. Sejumlah awak media yang tahu langsung menunggu di depan Lapas Kelas IIB Lumajang. Awak media menunggu kejelasan informasi tersebut.

Dari kabar yang beredar, diketahui Rasit merupakan tahanan titipan Polsek Lumajang Kota. Rasit merupakan tahanan atas sangkaan penipuan dan ditahan oleh Polsek Lumajang Kota yang kemudian dititipkan di Lapas Kelas IIB Lumajang. Sebab, perkara Rasit belum masuk persidangan.

Informasi lain menyebutkan istri Rasit bersama ibunya membesuk Rasit sejak pagi kemarin. Di saat jam besuk, pasangan ini berdekapan cukup lama. Tahu-tahu meninggal dunia di tempat besuk tahanan.

Ipda Darmanto, Kapolsek Lumajang Kota yang keluar ruang lapas sempat dicecar wartawan. Sambil menuju mobil dinasnya, dia mengakui adanya dua jenazah suami istri meninggal dunia. “Iya ada dua yang meninggal dunia. Suami istri,” katanya.

Darmanto yang terburu-buru tak bisa menghindari kepungan wartawan. Dia menjelaskan Rasit memang tersangka yang ditahan di Lapas Kelas IIB Lumajang. “Yang meninggal tahanannya, istrinya yang membesuk juga meninggal. Ini saya masih ada urusan,” kata Darmanto sambil melaju mobilnya meninggalkan wartawan.

Reporter & Fotografer: Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :