Minuman Dibawa Rasit dari Dalam Lapas

AKP Hasran SH MHum Kasat Reskrim Polres Lumajang

RADARJEMBER.ID – Teka-teki penyebab meninggalnya Rasit dengan istrinya di tempat kunjungan lapas mengarah kuat dari minuman yang diteguk keduanya. Dan minuman itu bukan dari luar yang dibawa Fatima (istri Rasit). Melainkan dibawa Rasit sendiri dari dalam Lapas.

IKLAN

Hal itu disampaikan Ahmad Tohari, kepala Lapas Kelas IIB Lumajang. Dia mengakui, saat kejadian sedang berdinas luar di Malang. Mendengar kejadian tersebut, dia bergegas pulang ke Lumajang.

Setelah melakukan crosscheck dan menerima laporan dari anggotanya, dia sedia memberikan keterangan pada sejumlah awak media yang menunggu sebelum salat Jumat kemarin. Dia pun mengklaim pemeriksaan pada semua pengunjung sebagaimana prosedur yang ada. Ketat!.

Khusus Jumat, ada 2 sif jam kunjung. Yakni pukul 09.00 – 10.00, sif kedua pukul 10.00 sampai 11.00. Jika hari lainnya berlaku 3 sif. Ditambah dengan pukul 12.00 sampai pukul 13.00.

Nah, pemeriksaan pada Fatimah dan Rawi dilakukan di sif pertama. Setelah selesai diperiksa, kemudian dipersilakan masuk sebagaimana biasanya pembesuk lainnya. “Masuk seperti biasa. Makanan dan barang bawaan diperiksa. Termasuk pakaian dan fisik pembesuk,” katanya.

Dia mengatakan, Rasit dititipkan oleh Polsek Kota pada 16 Agustus kemarin. “Kurang lebih 14 sampai 15 hari. Cukup kooperatif selama di tahanan sini. Bisa bergaul dan tidak ada masalah dengan tahanan lainnya,” jelasnya.

Namun, akhirnya keduanya meninggal dunia di tempat besuk tahanan. Usai ditemukan kejang dan meninggal dunia, ruangan dan kamar mandi digeledah. Tim polres juga turut menggeledah.

Hasilnya, tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Ataupun tulisan yang berbahaya atau berisi pesan. Di kamar mandi juga tidak ditemukan apa-apa yang mencurigakan. “Tersisa temuan barang-barang makanan yang dibawa tapi masih utuh tidak dimakan. Ada botol minuman dan gelas kopi kecil itu ditemukan dan sekarang diamankan untuk di lab,” katanya.

Pantauan CCTV bagaimana? Ahmad Tohari menjelaskan tidak sampai terlihat CCTV saat berpelukan. Tapi banyak yang bilang memang berpelukan. Adanya CCTV menghadap ke arah selatan dan utara. “Namun, yang menghadap utara terhalang tirai umbul-umbul Agustusan. Tapi pengunjung yang disampingnya memastikan tenang saat berpelukan dan diketahui kejang,” jelasnya.

Tohari menegaskan memang minuman yang diduga berisi zat berbahaya itu bukan dari luar. Sebab, prosedurnya membawa minuman dari luar tidak boleh. Minuman itu kata dia berasal dari dalam yang dibawa Rasit. “Rasit memang bawa minuman bening dari dalam. Tidak ada warna apa-apa,” tegasnya. Minuman itulah yang dicurigai kuat menjadi penyebab pasutri itu meninggal.

Lalu, langkah apa yang akan dilakukan lapas berikutnya? Tohari berjanji akan memperketat pengawasan di tempat kunjungan. “Kemudian memerintahkan anggota selalu standby di tempat penjagaan dan kunjungan,” jelasnya.

Akan dilakukan pengawasan yang lebih teliti lagi di pemeriksaannya. “Barangkali di celana dalam, di BH dan sebagainya, kalau laki-laki bisa dipantat, akan lebih ketat pemeriksaannya,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer : Hafid Asnan
Editor : Narto
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :