23.2 C
Jember
Tuesday, 28 March 2023

Peredaran Sabu Marak di Pinggiran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian diminta serius menangani ancaman peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Sebab, saat ini peredarannya tak hanya menyasar warga yang tinggal di perkotaan, tapi juga mereka yang tinggal di perdesaan. Seperti kasus yang terungkap oleh Polsek Sumberbaru ini.

Di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang itu, polisi menangkap dua orang yang disangka sebagai pengedar narkoba jenis sabu. Unit Reskrim Polsek Sumberbaru menangkap keduanya setelah melakukan transaksi di Jl PB Sudirman, Desa Yosorati, Sabtu (29/5).

Kedua tersangka masing-masing adalah Imam Safi’i, 36, warga Dusun Tunggangan, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, dan Budi Hartono, 35, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Lumajang. Kini, para tersangka telah mendekam di tahanan polsek setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ada warga yang melapor akan ada transaksi narkoba di sekitar jalan Desa Yosorati yang masuk wilayah hukum Polsek Sumberbaru. Informasi itu kami tindak lanjuti dan langsung kami lakukan penangkapan,” kata AKP Facthur Rahman, Kapolsek Sumberbaru, yang memimpin langsung penangkapan tersebut.

Selain menangkap kedua tersangka, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni dua klip sabu seberat 1,20 gram, satu unit HP, satu unit sepeda motor, dan sabu seberat 8 gram. Bukti-bukti inilah yang akan menguatkan sangkaan bahwa kedua pelaku benar-benar seorang pengedar narkoba.

Informasi yang beredar, salah seorang tersangka yang ditangkap itu sedang memakai baju seragam Pemuda Pancasila (PP). Namun, Fachtur memastikan bahwa tersangka bukan anggota PP. “Mungkin pinjam atau dikasih temannya. Yang jelas, dia bukan anggota PP,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku memperoleh sabu-sabu dari seseorang berinisial M alias MS. “Namun, saat menggerebek rumah M alias MS ini, yang bersangkutan sudah melarikan diri. Namun, saat rumahnya kami geledah, kami kembali menemukan barang bukti sabu seberat delapan gram,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian diminta serius menangani ancaman peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Sebab, saat ini peredarannya tak hanya menyasar warga yang tinggal di perkotaan, tapi juga mereka yang tinggal di perdesaan. Seperti kasus yang terungkap oleh Polsek Sumberbaru ini.

Di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang itu, polisi menangkap dua orang yang disangka sebagai pengedar narkoba jenis sabu. Unit Reskrim Polsek Sumberbaru menangkap keduanya setelah melakukan transaksi di Jl PB Sudirman, Desa Yosorati, Sabtu (29/5).

Kedua tersangka masing-masing adalah Imam Safi’i, 36, warga Dusun Tunggangan, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, dan Budi Hartono, 35, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Lumajang. Kini, para tersangka telah mendekam di tahanan polsek setempat.

“Ada warga yang melapor akan ada transaksi narkoba di sekitar jalan Desa Yosorati yang masuk wilayah hukum Polsek Sumberbaru. Informasi itu kami tindak lanjuti dan langsung kami lakukan penangkapan,” kata AKP Facthur Rahman, Kapolsek Sumberbaru, yang memimpin langsung penangkapan tersebut.

Selain menangkap kedua tersangka, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni dua klip sabu seberat 1,20 gram, satu unit HP, satu unit sepeda motor, dan sabu seberat 8 gram. Bukti-bukti inilah yang akan menguatkan sangkaan bahwa kedua pelaku benar-benar seorang pengedar narkoba.

Informasi yang beredar, salah seorang tersangka yang ditangkap itu sedang memakai baju seragam Pemuda Pancasila (PP). Namun, Fachtur memastikan bahwa tersangka bukan anggota PP. “Mungkin pinjam atau dikasih temannya. Yang jelas, dia bukan anggota PP,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku memperoleh sabu-sabu dari seseorang berinisial M alias MS. “Namun, saat menggerebek rumah M alias MS ini, yang bersangkutan sudah melarikan diri. Namun, saat rumahnya kami geledah, kami kembali menemukan barang bukti sabu seberat delapan gram,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian diminta serius menangani ancaman peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Sebab, saat ini peredarannya tak hanya menyasar warga yang tinggal di perkotaan, tapi juga mereka yang tinggal di perdesaan. Seperti kasus yang terungkap oleh Polsek Sumberbaru ini.

Di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang itu, polisi menangkap dua orang yang disangka sebagai pengedar narkoba jenis sabu. Unit Reskrim Polsek Sumberbaru menangkap keduanya setelah melakukan transaksi di Jl PB Sudirman, Desa Yosorati, Sabtu (29/5).

Kedua tersangka masing-masing adalah Imam Safi’i, 36, warga Dusun Tunggangan, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, dan Budi Hartono, 35, warga Dusun Krajan Kidul, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Lumajang. Kini, para tersangka telah mendekam di tahanan polsek setempat.

“Ada warga yang melapor akan ada transaksi narkoba di sekitar jalan Desa Yosorati yang masuk wilayah hukum Polsek Sumberbaru. Informasi itu kami tindak lanjuti dan langsung kami lakukan penangkapan,” kata AKP Facthur Rahman, Kapolsek Sumberbaru, yang memimpin langsung penangkapan tersebut.

Selain menangkap kedua tersangka, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni dua klip sabu seberat 1,20 gram, satu unit HP, satu unit sepeda motor, dan sabu seberat 8 gram. Bukti-bukti inilah yang akan menguatkan sangkaan bahwa kedua pelaku benar-benar seorang pengedar narkoba.

Informasi yang beredar, salah seorang tersangka yang ditangkap itu sedang memakai baju seragam Pemuda Pancasila (PP). Namun, Fachtur memastikan bahwa tersangka bukan anggota PP. “Mungkin pinjam atau dikasih temannya. Yang jelas, dia bukan anggota PP,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku memperoleh sabu-sabu dari seseorang berinisial M alias MS. “Namun, saat menggerebek rumah M alias MS ini, yang bersangkutan sudah melarikan diri. Namun, saat rumahnya kami geledah, kami kembali menemukan barang bukti sabu seberat delapan gram,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Jumai
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca