alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kasus Badrodin Haiti KW OTW Kejaksaan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mendalami kasus penipuan yang mencatut nama mantan Kapolri Badrodin Haiti. Perkara ini mendapat sorotan karena korban merupakan seorang kepala desa dan tertipu hingga Rp 4,7 miliar. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kini berkas kedua tersangka bakal segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Artinya, kasus tersebut sedang on the way (OTW) kejaksaan.

Hingga saat ini, kedua tersangka, Fithroni Ramadhani alias Gus Dani, 39, serta Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, 52, masih mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan. Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan sejumlah alat bukti yang menguatkan jeratan ke tersangka. Sebelum perkara itu benar-benar diajukan ke tahap penuntutan. Keduanya disangka melanggar Pasal 378 junto Pasal 372 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 junto Pasal 56 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kapolsek Wuluhan Iptu Sholekhan Arief menjelaskan, sejauh ini penyidikan terhadap kedua tersangka masih berlangsung. Kendati begitu, polisi belum menemukan sejumlah fakta baru sebagaimana kabar yang beredar bahwa ada kemungkinan korban lainnya. “Untuk perkembangannya, kami masih menyelesaikan berkas perkaranya,” jelas Arief, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, perkara tersebut masih ditangani Polsek Wuluhan. Rencananya, kepolisian bakal melimpahkan berkas perkara itu ke Kejari Jember. “Kami kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak JPU. Kalau berkasnya sudah selesai, segera kami limpahkan ke kejaksaan dan kami kabarkan,” tambahnya.

Dosen hukum pidana Universitas Jember, Fiska Maulidian Nugroho menilai, pasal yang dikenakan untuk kedua tersangka itu sudah tepat. Namun demikian, polisi masih memiliki tugas lain yang perlu dituntaskan, yakni mengembalikan uang milik korban yang berada di tangan tersangka. “Pasal yang dikenakan cukup tepat. Yang terpenting bagaimana mengembalikan uang milik korban itu,” terangnya.

Menurut dia, penegak hukum sebenarnya bisa mengupayakan lebih dari itu. Sebab, dalam asas hukum, siapa pun yang membuat kerugian, maka dia wajib mengganti kerugian itu. Persis seperti kasus korupsi yang membuat kerugian negara, maka pelakunya wajib mengembalikan uang yang diambilnya tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mendalami kasus penipuan yang mencatut nama mantan Kapolri Badrodin Haiti. Perkara ini mendapat sorotan karena korban merupakan seorang kepala desa dan tertipu hingga Rp 4,7 miliar. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kini berkas kedua tersangka bakal segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Artinya, kasus tersebut sedang on the way (OTW) kejaksaan.

Hingga saat ini, kedua tersangka, Fithroni Ramadhani alias Gus Dani, 39, serta Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, 52, masih mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan. Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan sejumlah alat bukti yang menguatkan jeratan ke tersangka. Sebelum perkara itu benar-benar diajukan ke tahap penuntutan. Keduanya disangka melanggar Pasal 378 junto Pasal 372 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 junto Pasal 56 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kapolsek Wuluhan Iptu Sholekhan Arief menjelaskan, sejauh ini penyidikan terhadap kedua tersangka masih berlangsung. Kendati begitu, polisi belum menemukan sejumlah fakta baru sebagaimana kabar yang beredar bahwa ada kemungkinan korban lainnya. “Untuk perkembangannya, kami masih menyelesaikan berkas perkaranya,” jelas Arief, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5).

Sejauh ini, perkara tersebut masih ditangani Polsek Wuluhan. Rencananya, kepolisian bakal melimpahkan berkas perkara itu ke Kejari Jember. “Kami kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak JPU. Kalau berkasnya sudah selesai, segera kami limpahkan ke kejaksaan dan kami kabarkan,” tambahnya.

Dosen hukum pidana Universitas Jember, Fiska Maulidian Nugroho menilai, pasal yang dikenakan untuk kedua tersangka itu sudah tepat. Namun demikian, polisi masih memiliki tugas lain yang perlu dituntaskan, yakni mengembalikan uang milik korban yang berada di tangan tersangka. “Pasal yang dikenakan cukup tepat. Yang terpenting bagaimana mengembalikan uang milik korban itu,” terangnya.

Menurut dia, penegak hukum sebenarnya bisa mengupayakan lebih dari itu. Sebab, dalam asas hukum, siapa pun yang membuat kerugian, maka dia wajib mengganti kerugian itu. Persis seperti kasus korupsi yang membuat kerugian negara, maka pelakunya wajib mengembalikan uang yang diambilnya tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian terus mendalami kasus penipuan yang mencatut nama mantan Kapolri Badrodin Haiti. Perkara ini mendapat sorotan karena korban merupakan seorang kepala desa dan tertipu hingga Rp 4,7 miliar. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, kini berkas kedua tersangka bakal segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember. Artinya, kasus tersebut sedang on the way (OTW) kejaksaan.

Hingga saat ini, kedua tersangka, Fithroni Ramadhani alias Gus Dani, 39, serta Ahmad Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, 52, masih mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan. Penyidik masih melengkapi berkas perkara dan sejumlah alat bukti yang menguatkan jeratan ke tersangka. Sebelum perkara itu benar-benar diajukan ke tahap penuntutan. Keduanya disangka melanggar Pasal 378 junto Pasal 372 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 junto Pasal 56 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kapolsek Wuluhan Iptu Sholekhan Arief menjelaskan, sejauh ini penyidikan terhadap kedua tersangka masih berlangsung. Kendati begitu, polisi belum menemukan sejumlah fakta baru sebagaimana kabar yang beredar bahwa ada kemungkinan korban lainnya. “Untuk perkembangannya, kami masih menyelesaikan berkas perkaranya,” jelas Arief, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/5).

Sejauh ini, perkara tersebut masih ditangani Polsek Wuluhan. Rencananya, kepolisian bakal melimpahkan berkas perkara itu ke Kejari Jember. “Kami kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak JPU. Kalau berkasnya sudah selesai, segera kami limpahkan ke kejaksaan dan kami kabarkan,” tambahnya.

Dosen hukum pidana Universitas Jember, Fiska Maulidian Nugroho menilai, pasal yang dikenakan untuk kedua tersangka itu sudah tepat. Namun demikian, polisi masih memiliki tugas lain yang perlu dituntaskan, yakni mengembalikan uang milik korban yang berada di tangan tersangka. “Pasal yang dikenakan cukup tepat. Yang terpenting bagaimana mengembalikan uang milik korban itu,” terangnya.

Menurut dia, penegak hukum sebenarnya bisa mengupayakan lebih dari itu. Sebab, dalam asas hukum, siapa pun yang membuat kerugian, maka dia wajib mengganti kerugian itu. Persis seperti kasus korupsi yang membuat kerugian negara, maka pelakunya wajib mengembalikan uang yang diambilnya tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/