23 C
Jember
Saturday, 25 March 2023

Korban Tabrak Gerbong Logawa, Di Lintasan Sudah Ada Relawan

Mobile_AP_Rectangle 1

YOSORATI, RADARJEMBER.ID- Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sebenarnya sudah ada relawan. Namun, musibah tak bisa dihindari, karena Sumarto, 67, warga asal Lumajang, tetap melaju saat kereta melintas. Korban menabrak gerbong kedua kereta Logawa.

Akibat kejadian tersebut, Sumarto yang diketahui tinggal di Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, mengalami luka cukup parah dan sepeda motor yang dikendarai korban hancur. Korban ini meninggal di rumah sakit, Senin (27/2).

Kejadian itu bermula ketika korban mengendarai motornya, Honda GL Max nopol N 5541 ZD, melaju dari arah selatan. Sesampainya di perlintasan, korban tak menoleh ke kanan atau ke kiri, tetapi langsung menerobos perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Korban tidak melihat kedatangan kereta api Logawa Lok CC 2039507 dari arah barat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman mengatakan, saat ada kereta lewat dari arah barat, korban yang mengendarai motornya langsung melintas. Motor korban menabrak bagian gerbong kedua kereta api dengan masinis Rizky W. “Sebenarnya di perlintasan itu sudah ada relawan yang jaga. Tetapi, karena hujan deras, penjaga lintasan itu pulang,” kata kapolsek.

BACA JUGA: Pakai Headset, Pejalan Kaki di Jember Meninggal Terserempet Kereta

Penjaga lintasan tanpa palang pintu itu bernama Enjan, 67, warga setempat. Biasanya ada dua orang yang bergantian setiap pagi dan sore hari. “Sehingga di lintasan itu sudah ada dua orang, dengan sukarela mereka menjaganya. Karena di jalan itu banyak yang melintas. Termasuk siswa SMP dan SMK,” kata Facthur.

Korban Sumarto itu bukan tertabrak kereta. Melainkan korban yang mengendarai motornya dari arah selatan menabrak gerbang kedua kereta Logawa itu. “Hal ini juga disampaikan warga sekitar kalau korban ini menabrak setelah kereta melintas di lintasan jalan tanpa palang pintu itu,” kata mantan kapolsek Semboro itu.

Sementara itu, dua orang relawan yang berjaga di perlintasan itu tidak ada yang dibayar. Mereka dengan sukarela menjaganya setiap hari dan bergantian. “Bahkan warga sekitar dengan sukarela memasang portal dari bambu, yang dipasang di sisi selatan dan utara lintasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Regu Polsuska Imam Basori mengatakan, korban yang mengendarai motornya itu melintas tanpa menoleh ke kanan dan kiri. Hal itu karena hujan, apalagi korban menggunakan jas hujan dan helm. “Korban menabrak kereta yang sudah melintas pada bagian gerbong kedua,” katanya.

Perlintasan itu sudah ada orang yang menjaga, itu pun dengan sukarela. Warga sekitar setiap harinya sudah ada yang menjaganya, karena di jalan itu banyak yang melintas, seperti pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat. “Saat kecelakaan, korban membawa uang sebesar Rp 12 juta dan sudah diserahkan ke keluarga korban,” pungkas Basori.

Reporter: Jumai
Foto      : Jumai
Editor   : Nur Hariri

 

- Advertisement -

YOSORATI, RADARJEMBER.ID- Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sebenarnya sudah ada relawan. Namun, musibah tak bisa dihindari, karena Sumarto, 67, warga asal Lumajang, tetap melaju saat kereta melintas. Korban menabrak gerbong kedua kereta Logawa.

Akibat kejadian tersebut, Sumarto yang diketahui tinggal di Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, mengalami luka cukup parah dan sepeda motor yang dikendarai korban hancur. Korban ini meninggal di rumah sakit, Senin (27/2).

Kejadian itu bermula ketika korban mengendarai motornya, Honda GL Max nopol N 5541 ZD, melaju dari arah selatan. Sesampainya di perlintasan, korban tak menoleh ke kanan atau ke kiri, tetapi langsung menerobos perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Korban tidak melihat kedatangan kereta api Logawa Lok CC 2039507 dari arah barat.

Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman mengatakan, saat ada kereta lewat dari arah barat, korban yang mengendarai motornya langsung melintas. Motor korban menabrak bagian gerbong kedua kereta api dengan masinis Rizky W. “Sebenarnya di perlintasan itu sudah ada relawan yang jaga. Tetapi, karena hujan deras, penjaga lintasan itu pulang,” kata kapolsek.

BACA JUGA: Pakai Headset, Pejalan Kaki di Jember Meninggal Terserempet Kereta

Penjaga lintasan tanpa palang pintu itu bernama Enjan, 67, warga setempat. Biasanya ada dua orang yang bergantian setiap pagi dan sore hari. “Sehingga di lintasan itu sudah ada dua orang, dengan sukarela mereka menjaganya. Karena di jalan itu banyak yang melintas. Termasuk siswa SMP dan SMK,” kata Facthur.

Korban Sumarto itu bukan tertabrak kereta. Melainkan korban yang mengendarai motornya dari arah selatan menabrak gerbang kedua kereta Logawa itu. “Hal ini juga disampaikan warga sekitar kalau korban ini menabrak setelah kereta melintas di lintasan jalan tanpa palang pintu itu,” kata mantan kapolsek Semboro itu.

Sementara itu, dua orang relawan yang berjaga di perlintasan itu tidak ada yang dibayar. Mereka dengan sukarela menjaganya setiap hari dan bergantian. “Bahkan warga sekitar dengan sukarela memasang portal dari bambu, yang dipasang di sisi selatan dan utara lintasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Regu Polsuska Imam Basori mengatakan, korban yang mengendarai motornya itu melintas tanpa menoleh ke kanan dan kiri. Hal itu karena hujan, apalagi korban menggunakan jas hujan dan helm. “Korban menabrak kereta yang sudah melintas pada bagian gerbong kedua,” katanya.

Perlintasan itu sudah ada orang yang menjaga, itu pun dengan sukarela. Warga sekitar setiap harinya sudah ada yang menjaganya, karena di jalan itu banyak yang melintas, seperti pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat. “Saat kecelakaan, korban membawa uang sebesar Rp 12 juta dan sudah diserahkan ke keluarga korban,” pungkas Basori.

Reporter: Jumai
Foto      : Jumai
Editor   : Nur Hariri

 

YOSORATI, RADARJEMBER.ID- Perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dusun Krajan Kidul, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, sebenarnya sudah ada relawan. Namun, musibah tak bisa dihindari, karena Sumarto, 67, warga asal Lumajang, tetap melaju saat kereta melintas. Korban menabrak gerbong kedua kereta Logawa.

Akibat kejadian tersebut, Sumarto yang diketahui tinggal di Dusun Kalibanter, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Lumajang, mengalami luka cukup parah dan sepeda motor yang dikendarai korban hancur. Korban ini meninggal di rumah sakit, Senin (27/2).

Kejadian itu bermula ketika korban mengendarai motornya, Honda GL Max nopol N 5541 ZD, melaju dari arah selatan. Sesampainya di perlintasan, korban tak menoleh ke kanan atau ke kiri, tetapi langsung menerobos perlintasan tanpa palang pintu tersebut. Korban tidak melihat kedatangan kereta api Logawa Lok CC 2039507 dari arah barat.

Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman mengatakan, saat ada kereta lewat dari arah barat, korban yang mengendarai motornya langsung melintas. Motor korban menabrak bagian gerbong kedua kereta api dengan masinis Rizky W. “Sebenarnya di perlintasan itu sudah ada relawan yang jaga. Tetapi, karena hujan deras, penjaga lintasan itu pulang,” kata kapolsek.

BACA JUGA: Pakai Headset, Pejalan Kaki di Jember Meninggal Terserempet Kereta

Penjaga lintasan tanpa palang pintu itu bernama Enjan, 67, warga setempat. Biasanya ada dua orang yang bergantian setiap pagi dan sore hari. “Sehingga di lintasan itu sudah ada dua orang, dengan sukarela mereka menjaganya. Karena di jalan itu banyak yang melintas. Termasuk siswa SMP dan SMK,” kata Facthur.

Korban Sumarto itu bukan tertabrak kereta. Melainkan korban yang mengendarai motornya dari arah selatan menabrak gerbang kedua kereta Logawa itu. “Hal ini juga disampaikan warga sekitar kalau korban ini menabrak setelah kereta melintas di lintasan jalan tanpa palang pintu itu,” kata mantan kapolsek Semboro itu.

Sementara itu, dua orang relawan yang berjaga di perlintasan itu tidak ada yang dibayar. Mereka dengan sukarela menjaganya setiap hari dan bergantian. “Bahkan warga sekitar dengan sukarela memasang portal dari bambu, yang dipasang di sisi selatan dan utara lintasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Regu Polsuska Imam Basori mengatakan, korban yang mengendarai motornya itu melintas tanpa menoleh ke kanan dan kiri. Hal itu karena hujan, apalagi korban menggunakan jas hujan dan helm. “Korban menabrak kereta yang sudah melintas pada bagian gerbong kedua,” katanya.

Perlintasan itu sudah ada orang yang menjaga, itu pun dengan sukarela. Warga sekitar setiap harinya sudah ada yang menjaganya, karena di jalan itu banyak yang melintas, seperti pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat. “Saat kecelakaan, korban membawa uang sebesar Rp 12 juta dan sudah diserahkan ke keluarga korban,” pungkas Basori.

Reporter: Jumai
Foto      : Jumai
Editor   : Nur Hariri

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca