Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tergerus Arus Bedadung, Jalan Desa di Jember Terancam Putus

M
Penulis: Maulana Ijal❯
HAMPIR HABIS: Kondisi jalan perkampungan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.
HAMPIR HABIS: Kondisi jalan perkampungan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Pengguna jalan yang melintas di Dusun Sulakdoro, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, diimbau berhati-hati. Karena jalan desa yang menghubungkan Lojejer dengan Desa Wonosari, Kecamatan Puger ini, kembali tergerus arus Sungai Bedadung.

Akibatnya, jalan selebar enam meter itu tinggal tak sampai separuhnya, sekitar 2,5 meter saja. Itu pun sudah ada retakan baru di sekitar longsoran. Agar pengguna aman, maka pihak pemerintah desa memasang pagar pengaman dari bambu. “Jalan yang longsor sepanjang 15 meteran,” kata M Soleh, Kepala Desa Lojejer, Rabu (1/2).

BACA JUGA: Kurang Waspada saat Mendahului, Pasutri di Jember Tabrak Mobil

Menurutnya, pihak desa sudah mengajukan perbaikan jalan yang gogos tersebut ke Dinas PU BMSDA Jawa Timur. Karena sungai itu berada di wilayah provinsi, bukan kabupaten.

“Mudah-mudahan segera direalisasikan. Karena kalau tidak segera diperbaiki, takutnya semakin parah dan benar-benar putus. Karena curah hujan di Jember tidak bisa diprediksi. Sepekan tidak ada hujan, tapi tiba-tiba hujan deras dan turun hampir setiap hari,” katanya.

Pria yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember tersebut mengungkapkan, jalan itu memang sempat ambrol beberapa tahun lalu. Penyebabnya sama, akibat tergerus arus Bedadung. Bahkan saat itu, tebing sungai sudah dipasang tiang pancang untuk mencegah abrasi. “Namun, karena terus menerus dihantam banjir, sehingga pancang ikut ambrol,” pungkasnya.

Hari, warga setempat menambahkan, jalan yang ambrol ini sudah lama karena diterjang arus sungai saat hujan deras. Warga pun khawatir, gogosan tebing itu semakin meluas hingga memakan habis jalan, bahkan masuk ke permukiman warga. “Sudah dicek sama Pak Kades dan sudah diukur. Mudah-mudahan segera diperbaiki biar tidak semakin parah,” ucapnya. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

Advertisement
Advertisement
Editor : Maulana Ijal

Artikel Terkait

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Inflasi Tahunan Jember Terkoreksi 3,08 Persen, BPS Ungkap Dampak Kemarau Ekstrem

Fenomena iklim tersebut memaksa sejumlah komoditas pertanian yang haus air mengalami penurunan suplai drastis di tingkat petani.

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Pemkab Jember Buka Jalan Santri Berkarir ke Luar Negeri dengan Jaminan Gaji dan Penempatan Terbaik

Seluruh proses pendaftaran dan penempatan ini dikoordinasikan langsung melalui pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja, sehingga para santri dan orang tua tidak perlu lagi khawatir terhadap keamanan dan legalitasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pemkab Jember Siapkan Program Usaha Produktif Sektor Perikanan

ia memaparkan pentingnya pondok pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan moral, tetapi juga sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi kerakyatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer