alexametrics
30.9 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Serupa Jalur Off-road

Warga Jember disarankan mengganti kendaraan dengan motor trail atau mobil off-road. Sebab, kondisi infrastruktur jalan levelnya sudah bukan rusak lagi, tapi hancur. Jawa Pos Radar Jember menyusuri beberapa ruas embong di kawasan kecamatan kota dan pinggiran. Juga menghitung berapa jumlah lubang di setiap jalurnya. Mau tahu hasilnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mau ke RSD Soebandi? Setiap pengendara sebaiknya ekstra hati-hati. Sebab, Jalan dr Seobandi yang berada persis di muka rumah sakit daerah terbesar se Jember tersebut penuh lubang. Jumlahnya bukan satu atau dua, tapi mencapai lima puluh lebih. Bahkan, cukup dalam.

Jawa Pos Radar Jember mencoba melewati jalan menuju rumah sakit tersebut. Berangkat dari alun-alun, Jalan PB Sudirman cukup mulus dan tak ada kekhawatiran motor kejeglong. Namun, setelah belok kiri menuju RS dr Soebandi, tanda-tanda jalan berlubang itu tidak ada. Baru melewati palang pintu rel kereta, jeglongan pertama tampak di sebelah kiri. Jalan yang sedikit menanjak tersebut juga terdapat lubang sampai membuat warga geram, hingga diberi penanda khusus.

Siti Farida, pedagang yang berjualan di depan rumah sakit itu, mengatakan, sengaja memberi penanda jalan lantaran sering merugikan pengendara dan pedagang. “Biar tidak ada motor kena jalan berlubang. Juga agar mobil tidak melintas. Sebab, jalan lubang itu ada genangan air dan cipratan air merugikan pedagang dan tukang tambal ban,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai warga yang setiap hari lalu lalang di jalan depan RSD dr Soebandi, tentu saja waswas dengan banyaknya jalan berlubang. “Kalau hujan gerimis itu yang paling bahaya. Karena motor biasanya ngebut dan tidak sempat memperhatikan kondisi jalan,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mau ke RSD Soebandi? Setiap pengendara sebaiknya ekstra hati-hati. Sebab, Jalan dr Seobandi yang berada persis di muka rumah sakit daerah terbesar se Jember tersebut penuh lubang. Jumlahnya bukan satu atau dua, tapi mencapai lima puluh lebih. Bahkan, cukup dalam.

Jawa Pos Radar Jember mencoba melewati jalan menuju rumah sakit tersebut. Berangkat dari alun-alun, Jalan PB Sudirman cukup mulus dan tak ada kekhawatiran motor kejeglong. Namun, setelah belok kiri menuju RS dr Soebandi, tanda-tanda jalan berlubang itu tidak ada. Baru melewati palang pintu rel kereta, jeglongan pertama tampak di sebelah kiri. Jalan yang sedikit menanjak tersebut juga terdapat lubang sampai membuat warga geram, hingga diberi penanda khusus.

Siti Farida, pedagang yang berjualan di depan rumah sakit itu, mengatakan, sengaja memberi penanda jalan lantaran sering merugikan pengendara dan pedagang. “Biar tidak ada motor kena jalan berlubang. Juga agar mobil tidak melintas. Sebab, jalan lubang itu ada genangan air dan cipratan air merugikan pedagang dan tukang tambal ban,” terangnya.

Sebagai warga yang setiap hari lalu lalang di jalan depan RSD dr Soebandi, tentu saja waswas dengan banyaknya jalan berlubang. “Kalau hujan gerimis itu yang paling bahaya. Karena motor biasanya ngebut dan tidak sempat memperhatikan kondisi jalan,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mau ke RSD Soebandi? Setiap pengendara sebaiknya ekstra hati-hati. Sebab, Jalan dr Seobandi yang berada persis di muka rumah sakit daerah terbesar se Jember tersebut penuh lubang. Jumlahnya bukan satu atau dua, tapi mencapai lima puluh lebih. Bahkan, cukup dalam.

Jawa Pos Radar Jember mencoba melewati jalan menuju rumah sakit tersebut. Berangkat dari alun-alun, Jalan PB Sudirman cukup mulus dan tak ada kekhawatiran motor kejeglong. Namun, setelah belok kiri menuju RS dr Soebandi, tanda-tanda jalan berlubang itu tidak ada. Baru melewati palang pintu rel kereta, jeglongan pertama tampak di sebelah kiri. Jalan yang sedikit menanjak tersebut juga terdapat lubang sampai membuat warga geram, hingga diberi penanda khusus.

Siti Farida, pedagang yang berjualan di depan rumah sakit itu, mengatakan, sengaja memberi penanda jalan lantaran sering merugikan pengendara dan pedagang. “Biar tidak ada motor kena jalan berlubang. Juga agar mobil tidak melintas. Sebab, jalan lubang itu ada genangan air dan cipratan air merugikan pedagang dan tukang tambal ban,” terangnya.

Sebagai warga yang setiap hari lalu lalang di jalan depan RSD dr Soebandi, tentu saja waswas dengan banyaknya jalan berlubang. “Kalau hujan gerimis itu yang paling bahaya. Karena motor biasanya ngebut dan tidak sempat memperhatikan kondisi jalan,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/