alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sampai Bikin Penanda di Tengah Aspal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Fendi tampak memperhatikan onggokan benda yang berdiri persis di depan bengkelnya, di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates. Benda yang menjadi penanda jalan berlubang itu berasal dari berbagai barang bekas, seperti boneka, ban, bak mandi, kayu, banner, dan beberapa ranting pohon.

“Sengaja saya pasang di tengah jalan biar tidak ada korban lagi,” kata pemuda berusia 28 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/1). Penyebabnya, kata dia, sehari sebelumnya, Sabtu (30/1) malam, dia bersama teman-temannya tengah berkumpul sembari membakar ayam. “Tiba-tiba ada yang jatuh, pas melintas di jalan ini. Sekitar pukul delapan malam” ucap warga Dusun Gumuk Bagu, Kelurahan Tegal Besar, tersebut.

Untung saja, kata Fendi, si pengedaran itu melaju pelan. Jadi, saat jatuh korban tak sampai terluka. “Motornya beset, tapi orangnya tidak apa-apa,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Belum sempat bubar, rupanya ada yang jatuh lagi sekitar pukul 22.30. Menurut dia, yang ini cukup parah lantaran melaju dengan kecepatan yang cukup kencang. Bahkan, korban sampai terseret sekitar 15 meter dari lubang jalan. “Bisa jadi, karena jalan ini tergolong sepi, dia melaju kencang karena takut ada begal dan semacamnya,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Fendi tampak memperhatikan onggokan benda yang berdiri persis di depan bengkelnya, di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates. Benda yang menjadi penanda jalan berlubang itu berasal dari berbagai barang bekas, seperti boneka, ban, bak mandi, kayu, banner, dan beberapa ranting pohon.

“Sengaja saya pasang di tengah jalan biar tidak ada korban lagi,” kata pemuda berusia 28 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/1). Penyebabnya, kata dia, sehari sebelumnya, Sabtu (30/1) malam, dia bersama teman-temannya tengah berkumpul sembari membakar ayam. “Tiba-tiba ada yang jatuh, pas melintas di jalan ini. Sekitar pukul delapan malam” ucap warga Dusun Gumuk Bagu, Kelurahan Tegal Besar, tersebut.

Untung saja, kata Fendi, si pengedaran itu melaju pelan. Jadi, saat jatuh korban tak sampai terluka. “Motornya beset, tapi orangnya tidak apa-apa,” ungkapnya.

Belum sempat bubar, rupanya ada yang jatuh lagi sekitar pukul 22.30. Menurut dia, yang ini cukup parah lantaran melaju dengan kecepatan yang cukup kencang. Bahkan, korban sampai terseret sekitar 15 meter dari lubang jalan. “Bisa jadi, karena jalan ini tergolong sepi, dia melaju kencang karena takut ada begal dan semacamnya,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siang itu, Fendi tampak memperhatikan onggokan benda yang berdiri persis di depan bengkelnya, di Jalan Moh Yamin, Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates. Benda yang menjadi penanda jalan berlubang itu berasal dari berbagai barang bekas, seperti boneka, ban, bak mandi, kayu, banner, dan beberapa ranting pohon.

“Sengaja saya pasang di tengah jalan biar tidak ada korban lagi,” kata pemuda berusia 28 tahun tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (31/1). Penyebabnya, kata dia, sehari sebelumnya, Sabtu (30/1) malam, dia bersama teman-temannya tengah berkumpul sembari membakar ayam. “Tiba-tiba ada yang jatuh, pas melintas di jalan ini. Sekitar pukul delapan malam” ucap warga Dusun Gumuk Bagu, Kelurahan Tegal Besar, tersebut.

Untung saja, kata Fendi, si pengedaran itu melaju pelan. Jadi, saat jatuh korban tak sampai terluka. “Motornya beset, tapi orangnya tidak apa-apa,” ungkapnya.

Belum sempat bubar, rupanya ada yang jatuh lagi sekitar pukul 22.30. Menurut dia, yang ini cukup parah lantaran melaju dengan kecepatan yang cukup kencang. Bahkan, korban sampai terseret sekitar 15 meter dari lubang jalan. “Bisa jadi, karena jalan ini tergolong sepi, dia melaju kencang karena takut ada begal dan semacamnya,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/