alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Perbaikan Ditargetkan Tahun Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan jalan berlubang di Kabupaten Jember telah beberapa kali memakan korban. Kondisinya yang begitu memprihatinkan menjadi atensi sejumlah pihak. Jalan aspal dinilai penting. Selain untuk akses, juga menjadi tumpuan aktivitas warga di desa maupun kota. Semakin jalan rusak, banyak hal yang akan terganggu.

Pada tahun 2020, Jember menjadi salah satu kabupaten yang tidak bisa melakukan pembangunan jalan aspal. Pemerintah saat itu hanya berupaya melakukan penambalan jalan berlubang. Akibatnya, sejak awal tahun 2021, jalan mrotol semakin menjadi-jadi.

“Seperti kita tahu, pembangunan jalan kabupaten, khususnya pada 2020, benar-benar off. Untuk itu, pada 2021 ini harus menjadi atensi agar pengaspalan jalan bisa optimal,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember, komisi yang salah satunya membidangi infrastruktur jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai mitra Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), dia berkata, komisi C telah beberapa kali berkoordinasi dengan dinas agar benar-benar memaksimalkan pengaspalan jalan. “Jalan rusak, khususnya jalan kabupaten, sudah sangat banyak. Kami sudah koordinasi agar PU Bina Marga membuat perencanaan yang matang. Dan menghitung kebutuhan dengan cermat agar tahun ini pembangunan jalan bisa terealisasi,” ucapnya.

Menurutnya, bila Jember memiliki Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD), maka pengerjaan fisik, khususnya jalan aspal, bisa dimajukan. Namun demikian, Jember belum punya APBD sehingga pengaspalan yang diharapkan bisa cepat terlaksana oleh masyarakat harus terhambat. “Kami juga sudah meminta agar titik-titik jalan yang rusak di data seluruhnya. Agar nanti jalan dengan tingkat kerusakan berat, sedang, dan ringan bisa dibedakan,” bebernya.

David menyebut, DPUBMSDA sudah mulai melakukan pendataan jalan rusak. Hasil hitungan itu nantinya juga akan dikomunikasikan dengan dewan untuk menjadi usulan pembangunan jalan aspal. “Komisi C dan DPRD secara umum mendorong pengaspalan jalan agar maksimal. Keinginan kami, semua jalan rusak dibangun tahun ini. Tetapi nanti, melihat kekuatan APBD apakah mampu untuk semua atau harus bertahap,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan jalan berlubang di Kabupaten Jember telah beberapa kali memakan korban. Kondisinya yang begitu memprihatinkan menjadi atensi sejumlah pihak. Jalan aspal dinilai penting. Selain untuk akses, juga menjadi tumpuan aktivitas warga di desa maupun kota. Semakin jalan rusak, banyak hal yang akan terganggu.

Pada tahun 2020, Jember menjadi salah satu kabupaten yang tidak bisa melakukan pembangunan jalan aspal. Pemerintah saat itu hanya berupaya melakukan penambalan jalan berlubang. Akibatnya, sejak awal tahun 2021, jalan mrotol semakin menjadi-jadi.

“Seperti kita tahu, pembangunan jalan kabupaten, khususnya pada 2020, benar-benar off. Untuk itu, pada 2021 ini harus menjadi atensi agar pengaspalan jalan bisa optimal,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember, komisi yang salah satunya membidangi infrastruktur jalan.

Sebagai mitra Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), dia berkata, komisi C telah beberapa kali berkoordinasi dengan dinas agar benar-benar memaksimalkan pengaspalan jalan. “Jalan rusak, khususnya jalan kabupaten, sudah sangat banyak. Kami sudah koordinasi agar PU Bina Marga membuat perencanaan yang matang. Dan menghitung kebutuhan dengan cermat agar tahun ini pembangunan jalan bisa terealisasi,” ucapnya.

Menurutnya, bila Jember memiliki Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD), maka pengerjaan fisik, khususnya jalan aspal, bisa dimajukan. Namun demikian, Jember belum punya APBD sehingga pengaspalan yang diharapkan bisa cepat terlaksana oleh masyarakat harus terhambat. “Kami juga sudah meminta agar titik-titik jalan yang rusak di data seluruhnya. Agar nanti jalan dengan tingkat kerusakan berat, sedang, dan ringan bisa dibedakan,” bebernya.

David menyebut, DPUBMSDA sudah mulai melakukan pendataan jalan rusak. Hasil hitungan itu nantinya juga akan dikomunikasikan dengan dewan untuk menjadi usulan pembangunan jalan aspal. “Komisi C dan DPRD secara umum mendorong pengaspalan jalan agar maksimal. Keinginan kami, semua jalan rusak dibangun tahun ini. Tetapi nanti, melihat kekuatan APBD apakah mampu untuk semua atau harus bertahap,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keberadaan jalan berlubang di Kabupaten Jember telah beberapa kali memakan korban. Kondisinya yang begitu memprihatinkan menjadi atensi sejumlah pihak. Jalan aspal dinilai penting. Selain untuk akses, juga menjadi tumpuan aktivitas warga di desa maupun kota. Semakin jalan rusak, banyak hal yang akan terganggu.

Pada tahun 2020, Jember menjadi salah satu kabupaten yang tidak bisa melakukan pembangunan jalan aspal. Pemerintah saat itu hanya berupaya melakukan penambalan jalan berlubang. Akibatnya, sejak awal tahun 2021, jalan mrotol semakin menjadi-jadi.

“Seperti kita tahu, pembangunan jalan kabupaten, khususnya pada 2020, benar-benar off. Untuk itu, pada 2021 ini harus menjadi atensi agar pengaspalan jalan bisa optimal,” kata David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember, komisi yang salah satunya membidangi infrastruktur jalan.

Sebagai mitra Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), dia berkata, komisi C telah beberapa kali berkoordinasi dengan dinas agar benar-benar memaksimalkan pengaspalan jalan. “Jalan rusak, khususnya jalan kabupaten, sudah sangat banyak. Kami sudah koordinasi agar PU Bina Marga membuat perencanaan yang matang. Dan menghitung kebutuhan dengan cermat agar tahun ini pembangunan jalan bisa terealisasi,” ucapnya.

Menurutnya, bila Jember memiliki Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perda APBD), maka pengerjaan fisik, khususnya jalan aspal, bisa dimajukan. Namun demikian, Jember belum punya APBD sehingga pengaspalan yang diharapkan bisa cepat terlaksana oleh masyarakat harus terhambat. “Kami juga sudah meminta agar titik-titik jalan yang rusak di data seluruhnya. Agar nanti jalan dengan tingkat kerusakan berat, sedang, dan ringan bisa dibedakan,” bebernya.

David menyebut, DPUBMSDA sudah mulai melakukan pendataan jalan rusak. Hasil hitungan itu nantinya juga akan dikomunikasikan dengan dewan untuk menjadi usulan pembangunan jalan aspal. “Komisi C dan DPRD secara umum mendorong pengaspalan jalan agar maksimal. Keinginan kami, semua jalan rusak dibangun tahun ini. Tetapi nanti, melihat kekuatan APBD apakah mampu untuk semua atau harus bertahap,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/