alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Jadi Ajang Uji Kesabaran

Mobile_AP_Rectangle 1

Jika bergeser sedikit ke barat, tepatnya di Desa Tutul, Kecamatan Balung, juga ada kerusakan jalan. Malah kerusakan jalan di Desa Tutul terdapat persis di depan kantor balai desa. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi saat menjelang malam, pekan kemarin menunjukkan, dari jarak sekitar 100 meter di depan balai desa itu, terdapat puluhan lubang. Paling banyak adalah lubang seukuran jengkal tangan. Padahal jalanan menghubungkan Desa Tutul dengan Desa Karang Semanding, Karang Duren, dan Desa Wringintelu di Kecamatan Puger.

Pantauan berlanjut ke sebuah jalan penghubung antara Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, dengan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jalanan yang persis berada di belakang Terminal Tawangalun Jember itu memang sudah langganan menjadi lalu-lalang bus-bus yang memiliki garasi di sekitar Terminal Tawangalun.

Bahkan, jalan yang berlokasi timur Terminal Tawangalun di wilayah Desa Jubung, kondisinya sudah jauh dari kata layak. Tidak ada aspal sedikit pun yang tersisa. Yang ada hanyalah bebatuan dan kubangan sepanjang sekitar 12 meter. Persis seperti jalur off-road.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut warga sekitar, kondisi jalan yang rusak di kawasan itu sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum memasuki masa musim hujan. Saking parahnya kerusakan itu, ada saja warga sekitar yang menamainya sebagai jalan makadam, atau jalanan uji kesabaran. “Jalanan ini langganan dilalui bus. Kalau mau lewat jalan makadam ini, mending mutar saja lewat jalan raya,” kata Hariono, warga sekitar yang tinggal di perbatasan Desa Kaliwining dan Jubung.

Warga berharap agar jalan bisa diperbaiki. Namun, kapan dan siapa yang akan memperbaikinya, tentu masih jadi tanda tanya. “Pinginnya diperbaiki. Tapi siapa yang memperbaiki selama ini, tidak ada,” imbuhnya. Lokasi jalan itu juga menunjukkan, sekitar 500 meter jalanan tersebut, terdapat kerusakan cukup parah.

Pemerintah daerah pun diminta tanggap agar kerusakan jalan itu segera diperbaiki. Sebab, jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan hingga membawa korban. Apalagi, masing-masing jalan tersebut merupakan akses vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

- Advertisement -

Jika bergeser sedikit ke barat, tepatnya di Desa Tutul, Kecamatan Balung, juga ada kerusakan jalan. Malah kerusakan jalan di Desa Tutul terdapat persis di depan kantor balai desa. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi saat menjelang malam, pekan kemarin menunjukkan, dari jarak sekitar 100 meter di depan balai desa itu, terdapat puluhan lubang. Paling banyak adalah lubang seukuran jengkal tangan. Padahal jalanan menghubungkan Desa Tutul dengan Desa Karang Semanding, Karang Duren, dan Desa Wringintelu di Kecamatan Puger.

Pantauan berlanjut ke sebuah jalan penghubung antara Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, dengan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jalanan yang persis berada di belakang Terminal Tawangalun Jember itu memang sudah langganan menjadi lalu-lalang bus-bus yang memiliki garasi di sekitar Terminal Tawangalun.

Bahkan, jalan yang berlokasi timur Terminal Tawangalun di wilayah Desa Jubung, kondisinya sudah jauh dari kata layak. Tidak ada aspal sedikit pun yang tersisa. Yang ada hanyalah bebatuan dan kubangan sepanjang sekitar 12 meter. Persis seperti jalur off-road.

Menurut warga sekitar, kondisi jalan yang rusak di kawasan itu sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum memasuki masa musim hujan. Saking parahnya kerusakan itu, ada saja warga sekitar yang menamainya sebagai jalan makadam, atau jalanan uji kesabaran. “Jalanan ini langganan dilalui bus. Kalau mau lewat jalan makadam ini, mending mutar saja lewat jalan raya,” kata Hariono, warga sekitar yang tinggal di perbatasan Desa Kaliwining dan Jubung.

Warga berharap agar jalan bisa diperbaiki. Namun, kapan dan siapa yang akan memperbaikinya, tentu masih jadi tanda tanya. “Pinginnya diperbaiki. Tapi siapa yang memperbaiki selama ini, tidak ada,” imbuhnya. Lokasi jalan itu juga menunjukkan, sekitar 500 meter jalanan tersebut, terdapat kerusakan cukup parah.

Pemerintah daerah pun diminta tanggap agar kerusakan jalan itu segera diperbaiki. Sebab, jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan hingga membawa korban. Apalagi, masing-masing jalan tersebut merupakan akses vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Jika bergeser sedikit ke barat, tepatnya di Desa Tutul, Kecamatan Balung, juga ada kerusakan jalan. Malah kerusakan jalan di Desa Tutul terdapat persis di depan kantor balai desa. Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi saat menjelang malam, pekan kemarin menunjukkan, dari jarak sekitar 100 meter di depan balai desa itu, terdapat puluhan lubang. Paling banyak adalah lubang seukuran jengkal tangan. Padahal jalanan menghubungkan Desa Tutul dengan Desa Karang Semanding, Karang Duren, dan Desa Wringintelu di Kecamatan Puger.

Pantauan berlanjut ke sebuah jalan penghubung antara Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, dengan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Jalanan yang persis berada di belakang Terminal Tawangalun Jember itu memang sudah langganan menjadi lalu-lalang bus-bus yang memiliki garasi di sekitar Terminal Tawangalun.

Bahkan, jalan yang berlokasi timur Terminal Tawangalun di wilayah Desa Jubung, kondisinya sudah jauh dari kata layak. Tidak ada aspal sedikit pun yang tersisa. Yang ada hanyalah bebatuan dan kubangan sepanjang sekitar 12 meter. Persis seperti jalur off-road.

Menurut warga sekitar, kondisi jalan yang rusak di kawasan itu sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum memasuki masa musim hujan. Saking parahnya kerusakan itu, ada saja warga sekitar yang menamainya sebagai jalan makadam, atau jalanan uji kesabaran. “Jalanan ini langganan dilalui bus. Kalau mau lewat jalan makadam ini, mending mutar saja lewat jalan raya,” kata Hariono, warga sekitar yang tinggal di perbatasan Desa Kaliwining dan Jubung.

Warga berharap agar jalan bisa diperbaiki. Namun, kapan dan siapa yang akan memperbaikinya, tentu masih jadi tanda tanya. “Pinginnya diperbaiki. Tapi siapa yang memperbaiki selama ini, tidak ada,” imbuhnya. Lokasi jalan itu juga menunjukkan, sekitar 500 meter jalanan tersebut, terdapat kerusakan cukup parah.

Pemerintah daerah pun diminta tanggap agar kerusakan jalan itu segera diperbaiki. Sebab, jalan yang rusak dapat memicu kecelakaan hingga membawa korban. Apalagi, masing-masing jalan tersebut merupakan akses vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/