alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Jadi Ajang Uji Kesabaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai akses masyarakat sehari-hari, keberadaan jalan penghubung desa sepertinya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan jalan sebagai bagian dari pergerakan sendi perekonomian. Tak heran, ketika ada jalan yang rusak, sedikit saja, hal itu bisa viral di media sosial hingga menjadi topik pembahasan di lini masa.

Kondisi jalan rusak sudah banyak ditemui sejak memasuki musim hujan lalu. Di Jember belakangan ini, masih ramai warganet menyoal kapan jalan diperbaiki. Bukan saja di satu atau dua lokasi, tapi hampir merata di tiap penjuru Kota Tembakau. Seperti jalanan yang berlokasi di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi jalan yang di sisi kanan kirinya area persawahan itu menunjukkan, sedikitnya terdapat 100 lubang lebih di sepanjang jalur tersebut. Terhitung dari depan Balai Desa Glundengan hingga ke Pasar Dusun Sumberejo. Dari total 100 lubang itu, belum termasuk jalan yang berkubang yang jumlahnya belasan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kalau seperti ini jelas tidak enak. Malah mengganggu. Tapi pakai jalan lain memutarnya jauh,” keluh Rendi, pengendara motor yang tengah berhenti di jalanan tersebut. Kondisi itu sebenarnya dikeluhkan hampir setiap pengendara motor atau mobil yang melintas. Utamanya warga sekitar desa. Sebab, mereka yang sehari-hari beraktivitas memanfaatkan jalan tersebut.

Menurut penuturan sejumlah warga, jalan tersebut memang memotong area persawahan. Terlebih lagi, kondisi jalan yang hampir sama tinggi dengan area sawah. “Sehingga kalau sawah banjir, jalanan ikut tergenang,” kata Purnomo, warga yang tengah ke sawah saat itu.

Jika terkait kerusakan, lanjut dia, dulu sebelum memasuki musim hujan memang ada yang rusak. Namun tidak separah hari ini. “Apalagi ketika hujan lama, seharian atau semalaman, itu pasti banjir. Dan jalanan ini pasti tergenang,” timpal Budi, warga di sekitar Pasar Dusun Sumberejo.

Karena banyaknya genangan itulah, warga menyebut turut memperparah kerusakan jalan. “Apalagi yang lewat bukan sepeda motor atau mobil saja, kadang truk muatan juga lewat sini,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai akses masyarakat sehari-hari, keberadaan jalan penghubung desa sepertinya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan jalan sebagai bagian dari pergerakan sendi perekonomian. Tak heran, ketika ada jalan yang rusak, sedikit saja, hal itu bisa viral di media sosial hingga menjadi topik pembahasan di lini masa.

Kondisi jalan rusak sudah banyak ditemui sejak memasuki musim hujan lalu. Di Jember belakangan ini, masih ramai warganet menyoal kapan jalan diperbaiki. Bukan saja di satu atau dua lokasi, tapi hampir merata di tiap penjuru Kota Tembakau. Seperti jalanan yang berlokasi di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi jalan yang di sisi kanan kirinya area persawahan itu menunjukkan, sedikitnya terdapat 100 lubang lebih di sepanjang jalur tersebut. Terhitung dari depan Balai Desa Glundengan hingga ke Pasar Dusun Sumberejo. Dari total 100 lubang itu, belum termasuk jalan yang berkubang yang jumlahnya belasan.

“Kalau seperti ini jelas tidak enak. Malah mengganggu. Tapi pakai jalan lain memutarnya jauh,” keluh Rendi, pengendara motor yang tengah berhenti di jalanan tersebut. Kondisi itu sebenarnya dikeluhkan hampir setiap pengendara motor atau mobil yang melintas. Utamanya warga sekitar desa. Sebab, mereka yang sehari-hari beraktivitas memanfaatkan jalan tersebut.

Menurut penuturan sejumlah warga, jalan tersebut memang memotong area persawahan. Terlebih lagi, kondisi jalan yang hampir sama tinggi dengan area sawah. “Sehingga kalau sawah banjir, jalanan ikut tergenang,” kata Purnomo, warga yang tengah ke sawah saat itu.

Jika terkait kerusakan, lanjut dia, dulu sebelum memasuki musim hujan memang ada yang rusak. Namun tidak separah hari ini. “Apalagi ketika hujan lama, seharian atau semalaman, itu pasti banjir. Dan jalanan ini pasti tergenang,” timpal Budi, warga di sekitar Pasar Dusun Sumberejo.

Karena banyaknya genangan itulah, warga menyebut turut memperparah kerusakan jalan. “Apalagi yang lewat bukan sepeda motor atau mobil saja, kadang truk muatan juga lewat sini,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebagai akses masyarakat sehari-hari, keberadaan jalan penghubung desa sepertinya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan jalan sebagai bagian dari pergerakan sendi perekonomian. Tak heran, ketika ada jalan yang rusak, sedikit saja, hal itu bisa viral di media sosial hingga menjadi topik pembahasan di lini masa.

Kondisi jalan rusak sudah banyak ditemui sejak memasuki musim hujan lalu. Di Jember belakangan ini, masih ramai warganet menyoal kapan jalan diperbaiki. Bukan saja di satu atau dua lokasi, tapi hampir merata di tiap penjuru Kota Tembakau. Seperti jalanan yang berlokasi di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember ke lokasi jalan yang di sisi kanan kirinya area persawahan itu menunjukkan, sedikitnya terdapat 100 lubang lebih di sepanjang jalur tersebut. Terhitung dari depan Balai Desa Glundengan hingga ke Pasar Dusun Sumberejo. Dari total 100 lubang itu, belum termasuk jalan yang berkubang yang jumlahnya belasan.

“Kalau seperti ini jelas tidak enak. Malah mengganggu. Tapi pakai jalan lain memutarnya jauh,” keluh Rendi, pengendara motor yang tengah berhenti di jalanan tersebut. Kondisi itu sebenarnya dikeluhkan hampir setiap pengendara motor atau mobil yang melintas. Utamanya warga sekitar desa. Sebab, mereka yang sehari-hari beraktivitas memanfaatkan jalan tersebut.

Menurut penuturan sejumlah warga, jalan tersebut memang memotong area persawahan. Terlebih lagi, kondisi jalan yang hampir sama tinggi dengan area sawah. “Sehingga kalau sawah banjir, jalanan ikut tergenang,” kata Purnomo, warga yang tengah ke sawah saat itu.

Jika terkait kerusakan, lanjut dia, dulu sebelum memasuki musim hujan memang ada yang rusak. Namun tidak separah hari ini. “Apalagi ketika hujan lama, seharian atau semalaman, itu pasti banjir. Dan jalanan ini pasti tergenang,” timpal Budi, warga di sekitar Pasar Dusun Sumberejo.

Karena banyaknya genangan itulah, warga menyebut turut memperparah kerusakan jalan. “Apalagi yang lewat bukan sepeda motor atau mobil saja, kadang truk muatan juga lewat sini,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/