alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Bedadung Mengamuk, 398 KK Jadi Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rek, ayo rek! Masak-masakan,” kata Firman, sembari berlari di reruntuhan rumah di bawah jembatan Jalan Sumatera, kemarin (31/1) sore. Sementara itu, teman-temannya tampak sudah menanti di atas reruntuhan bekas musala. “Heeee, jangan main terus. Ayo bantu ibu bersih-bersih,” tegas Saminah sambil membersihkan baju dan berkas-berkas yang diselimuti lumpur bekas amukan Sungai Bedadung.

Selama 42 tahun berada di sana, Ketua RT 1 di RW 31 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu memaparkan bahwa kejadian yang berlangsung pada Jumat (29/1) malam tersebut merupakan banjir terbesar setelah banjir Panti pada 2006 silam. “Itu pun tidak separah ini,” ungkapnya.

Akibatnya, ada empat bangunan yang terdampak parah. “Satu musala dan dua rumah hanyut, sedangkan seisi perabotan di salah satu rumah bersih tersapu luapan Sungai Bedadung,” ujarnya. Sementara itu, ada sekitar empat rumah lain yang ikut terendam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sambil menanti bantuan, dia menyatakan bahwa tak ada yang dilakukan warga terdampak. “Ya, cuma bisa membersihkan yang masih ada,” tuturnya. Sementara itu, barangnya sudah banyak yang hanyut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rek, ayo rek! Masak-masakan,” kata Firman, sembari berlari di reruntuhan rumah di bawah jembatan Jalan Sumatera, kemarin (31/1) sore. Sementara itu, teman-temannya tampak sudah menanti di atas reruntuhan bekas musala. “Heeee, jangan main terus. Ayo bantu ibu bersih-bersih,” tegas Saminah sambil membersihkan baju dan berkas-berkas yang diselimuti lumpur bekas amukan Sungai Bedadung.

Selama 42 tahun berada di sana, Ketua RT 1 di RW 31 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu memaparkan bahwa kejadian yang berlangsung pada Jumat (29/1) malam tersebut merupakan banjir terbesar setelah banjir Panti pada 2006 silam. “Itu pun tidak separah ini,” ungkapnya.

Akibatnya, ada empat bangunan yang terdampak parah. “Satu musala dan dua rumah hanyut, sedangkan seisi perabotan di salah satu rumah bersih tersapu luapan Sungai Bedadung,” ujarnya. Sementara itu, ada sekitar empat rumah lain yang ikut terendam.

Sambil menanti bantuan, dia menyatakan bahwa tak ada yang dilakukan warga terdampak. “Ya, cuma bisa membersihkan yang masih ada,” tuturnya. Sementara itu, barangnya sudah banyak yang hanyut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rek, ayo rek! Masak-masakan,” kata Firman, sembari berlari di reruntuhan rumah di bawah jembatan Jalan Sumatera, kemarin (31/1) sore. Sementara itu, teman-temannya tampak sudah menanti di atas reruntuhan bekas musala. “Heeee, jangan main terus. Ayo bantu ibu bersih-bersih,” tegas Saminah sambil membersihkan baju dan berkas-berkas yang diselimuti lumpur bekas amukan Sungai Bedadung.

Selama 42 tahun berada di sana, Ketua RT 1 di RW 31 Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu memaparkan bahwa kejadian yang berlangsung pada Jumat (29/1) malam tersebut merupakan banjir terbesar setelah banjir Panti pada 2006 silam. “Itu pun tidak separah ini,” ungkapnya.

Akibatnya, ada empat bangunan yang terdampak parah. “Satu musala dan dua rumah hanyut, sedangkan seisi perabotan di salah satu rumah bersih tersapu luapan Sungai Bedadung,” ujarnya. Sementara itu, ada sekitar empat rumah lain yang ikut terendam.

Sambil menanti bantuan, dia menyatakan bahwa tak ada yang dilakukan warga terdampak. “Ya, cuma bisa membersihkan yang masih ada,” tuturnya. Sementara itu, barangnya sudah banyak yang hanyut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/