alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Manajemen Mutu Budaya Pendidikan Era Pandemi

Mobile_AP_Rectangle 1

Penerapan manajemen mutu budaya pendidikan selama masa Pandemi Covid-19 menjadi kajian menarik para mahasiswa program studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk bahan kajian riset. Setidaknya, tantangan yang dihadapi para manajer, seperti kepala sekolah  dalam menerapkan mutu budaya pendidikan di madrasah menemukan tantangan tersendiri. Dan, untuk kepentingan riset para calon magister Manajemen Pendidikan Islam, akan semakin menemukan relevansinya jika dikaitkan dengan tantangan Pascapandemi Covid-19

Salah satu riset yang menarik perhatian adalah tesis berjudul “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menerapkan Budaya Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan”. Tesis ini memotret fenomena tinggi rendahnya mutu madrasah yang umumnya ditentukan oleh kreativitas dan inovasi kepala madrasah. Suatu madrasah dinillai bermutu tinggi dapat dilihat dari budaya mutunya, baik yang tampak maupun tidak tampak.

Tanggungjawab besar yang melekat pada pemimpin dan manajer, maka kepala madrasah dituntut mampu menerapkan budaya mutu madrasah yang menjadi kesadaran dan kebiasaan kolektif seluruh warga madrasah. Apalagi, selama tahun 2020 hingga tahun 2021 ini, bangsa Indonesia menghadapi Pandemi Covid-19 yang membutuhkan “kecermatan” pemimpin dalam mengelola budaya mutu pendidikan di madrasahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Fenomena menarik soal kemampuan seorang manajer dalam “menjaga mutu” itu terlihat pada praktik empiris kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan yang kemudian menjadi alasan riset itu menarik. Kepala madrasah dipandang mampu menerapkan budaya mutu dengan baik sehingga prestasi guru dan peserta didiknya meningkat secara signifikan, sekaligus mengantarkanya menjadi salah satu madrasah model di Jawa Timur.

Sebagai kajian magister Manajemen Pendidikan Islam yang mengembangkan dialektika teoritis dan empiris, penelitian itu menganalisis karakteristik budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, menganalisis strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, dan menganalisis hambatan dan solusi dalam penerapan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan.

Melalui pendekatan kualitatif deksriptif dengan studi kasus,  hasil riset ini menemukan fenomena yang menarik untuk dikembangkan dalam kajian/ riset di masa-masa mendatang. Pertama, karakteristik budaya mutu pendidikan yang dapat diidentifikasi di MTs Negeri 3 Pamekasan adalah  budaya akhlakul karimah, budaya edukasi, budaya ekologi, dan budaya literasi. Keempat karakteristik ini bisa menjadi inspirasi bagi kepala sekolah untuk diterapkan dengan pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tanpa mengurangi kualitasnya. Bahkan, ketika fenomena Pandemi Covid-19 itu berlangsung, karakteristik itu dikembangkan dalam bentuk yang lain, seperti “budaya” memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan/ menggunakan handsanitizer.

Kedua, strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di MTs Negeri 3 Pamekasan juga bisa dipetakan antara sebelum Pandemi Covid-19  maupun setelah pandemi. Tantangan para kepala madrasah ini menuntut “kecerdasan” tersendiri dalam merespon situasi dan kondisi yang berkembang. Sebab, situasi sebelum dan sesudah pandemi problematikanya jelas tidak sama, sehingga menuntut evaluasi yang komprehensif terhadap keputusan menerapkan budaya mutu yang diharapkan.

Secara umum, saat pandemi belum berlangsung, strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan budaya mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi kepada semua stakeholders madrasah, melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas SDM, pemenuhan terhadap sarana dan prasarana madrasah, dan  pemberian reward dan punishment.

Berbeda halnya ketika penerapan saat suasana pandemi. Strategi kepala dikembangkan sesuai konteks yang dihadapi, tanpa mengurangi substansi strategi sebelum pandemi. Diantara pengembangan strategi yang diterapkan saat pandemi adalah  pembelajaran dengan pola daring (pembelajaran dengan menggunakan media online), pembelajaran di luar daring/ luring (koloman), uji coba pembelajaran tatap muka, melakukan sosialisasi dan edukasi terkait virus Covid-19.

- Advertisement -

Penerapan manajemen mutu budaya pendidikan selama masa Pandemi Covid-19 menjadi kajian menarik para mahasiswa program studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk bahan kajian riset. Setidaknya, tantangan yang dihadapi para manajer, seperti kepala sekolah  dalam menerapkan mutu budaya pendidikan di madrasah menemukan tantangan tersendiri. Dan, untuk kepentingan riset para calon magister Manajemen Pendidikan Islam, akan semakin menemukan relevansinya jika dikaitkan dengan tantangan Pascapandemi Covid-19

Salah satu riset yang menarik perhatian adalah tesis berjudul “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menerapkan Budaya Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan”. Tesis ini memotret fenomena tinggi rendahnya mutu madrasah yang umumnya ditentukan oleh kreativitas dan inovasi kepala madrasah. Suatu madrasah dinillai bermutu tinggi dapat dilihat dari budaya mutunya, baik yang tampak maupun tidak tampak.

Tanggungjawab besar yang melekat pada pemimpin dan manajer, maka kepala madrasah dituntut mampu menerapkan budaya mutu madrasah yang menjadi kesadaran dan kebiasaan kolektif seluruh warga madrasah. Apalagi, selama tahun 2020 hingga tahun 2021 ini, bangsa Indonesia menghadapi Pandemi Covid-19 yang membutuhkan “kecermatan” pemimpin dalam mengelola budaya mutu pendidikan di madrasahnya.

Fenomena menarik soal kemampuan seorang manajer dalam “menjaga mutu” itu terlihat pada praktik empiris kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan yang kemudian menjadi alasan riset itu menarik. Kepala madrasah dipandang mampu menerapkan budaya mutu dengan baik sehingga prestasi guru dan peserta didiknya meningkat secara signifikan, sekaligus mengantarkanya menjadi salah satu madrasah model di Jawa Timur.

Sebagai kajian magister Manajemen Pendidikan Islam yang mengembangkan dialektika teoritis dan empiris, penelitian itu menganalisis karakteristik budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, menganalisis strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, dan menganalisis hambatan dan solusi dalam penerapan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan.

Melalui pendekatan kualitatif deksriptif dengan studi kasus,  hasil riset ini menemukan fenomena yang menarik untuk dikembangkan dalam kajian/ riset di masa-masa mendatang. Pertama, karakteristik budaya mutu pendidikan yang dapat diidentifikasi di MTs Negeri 3 Pamekasan adalah  budaya akhlakul karimah, budaya edukasi, budaya ekologi, dan budaya literasi. Keempat karakteristik ini bisa menjadi inspirasi bagi kepala sekolah untuk diterapkan dengan pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tanpa mengurangi kualitasnya. Bahkan, ketika fenomena Pandemi Covid-19 itu berlangsung, karakteristik itu dikembangkan dalam bentuk yang lain, seperti “budaya” memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan/ menggunakan handsanitizer.

Kedua, strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di MTs Negeri 3 Pamekasan juga bisa dipetakan antara sebelum Pandemi Covid-19  maupun setelah pandemi. Tantangan para kepala madrasah ini menuntut “kecerdasan” tersendiri dalam merespon situasi dan kondisi yang berkembang. Sebab, situasi sebelum dan sesudah pandemi problematikanya jelas tidak sama, sehingga menuntut evaluasi yang komprehensif terhadap keputusan menerapkan budaya mutu yang diharapkan.

Secara umum, saat pandemi belum berlangsung, strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan budaya mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi kepada semua stakeholders madrasah, melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas SDM, pemenuhan terhadap sarana dan prasarana madrasah, dan  pemberian reward dan punishment.

Berbeda halnya ketika penerapan saat suasana pandemi. Strategi kepala dikembangkan sesuai konteks yang dihadapi, tanpa mengurangi substansi strategi sebelum pandemi. Diantara pengembangan strategi yang diterapkan saat pandemi adalah  pembelajaran dengan pola daring (pembelajaran dengan menggunakan media online), pembelajaran di luar daring/ luring (koloman), uji coba pembelajaran tatap muka, melakukan sosialisasi dan edukasi terkait virus Covid-19.

Penerapan manajemen mutu budaya pendidikan selama masa Pandemi Covid-19 menjadi kajian menarik para mahasiswa program studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember untuk bahan kajian riset. Setidaknya, tantangan yang dihadapi para manajer, seperti kepala sekolah  dalam menerapkan mutu budaya pendidikan di madrasah menemukan tantangan tersendiri. Dan, untuk kepentingan riset para calon magister Manajemen Pendidikan Islam, akan semakin menemukan relevansinya jika dikaitkan dengan tantangan Pascapandemi Covid-19

Salah satu riset yang menarik perhatian adalah tesis berjudul “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Menerapkan Budaya Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan”. Tesis ini memotret fenomena tinggi rendahnya mutu madrasah yang umumnya ditentukan oleh kreativitas dan inovasi kepala madrasah. Suatu madrasah dinillai bermutu tinggi dapat dilihat dari budaya mutunya, baik yang tampak maupun tidak tampak.

Tanggungjawab besar yang melekat pada pemimpin dan manajer, maka kepala madrasah dituntut mampu menerapkan budaya mutu madrasah yang menjadi kesadaran dan kebiasaan kolektif seluruh warga madrasah. Apalagi, selama tahun 2020 hingga tahun 2021 ini, bangsa Indonesia menghadapi Pandemi Covid-19 yang membutuhkan “kecermatan” pemimpin dalam mengelola budaya mutu pendidikan di madrasahnya.

Fenomena menarik soal kemampuan seorang manajer dalam “menjaga mutu” itu terlihat pada praktik empiris kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan yang kemudian menjadi alasan riset itu menarik. Kepala madrasah dipandang mampu menerapkan budaya mutu dengan baik sehingga prestasi guru dan peserta didiknya meningkat secara signifikan, sekaligus mengantarkanya menjadi salah satu madrasah model di Jawa Timur.

Sebagai kajian magister Manajemen Pendidikan Islam yang mengembangkan dialektika teoritis dan empiris, penelitian itu menganalisis karakteristik budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, menganalisis strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan, dan menganalisis hambatan dan solusi dalam penerapan budaya mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pamekasan.

Melalui pendekatan kualitatif deksriptif dengan studi kasus,  hasil riset ini menemukan fenomena yang menarik untuk dikembangkan dalam kajian/ riset di masa-masa mendatang. Pertama, karakteristik budaya mutu pendidikan yang dapat diidentifikasi di MTs Negeri 3 Pamekasan adalah  budaya akhlakul karimah, budaya edukasi, budaya ekologi, dan budaya literasi. Keempat karakteristik ini bisa menjadi inspirasi bagi kepala sekolah untuk diterapkan dengan pengembangan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi, tanpa mengurangi kualitasnya. Bahkan, ketika fenomena Pandemi Covid-19 itu berlangsung, karakteristik itu dikembangkan dalam bentuk yang lain, seperti “budaya” memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan/ menggunakan handsanitizer.

Kedua, strategi kepala madrasah dalam menerapkan budaya mutu pendidikan di MTs Negeri 3 Pamekasan juga bisa dipetakan antara sebelum Pandemi Covid-19  maupun setelah pandemi. Tantangan para kepala madrasah ini menuntut “kecerdasan” tersendiri dalam merespon situasi dan kondisi yang berkembang. Sebab, situasi sebelum dan sesudah pandemi problematikanya jelas tidak sama, sehingga menuntut evaluasi yang komprehensif terhadap keputusan menerapkan budaya mutu yang diharapkan.

Secara umum, saat pandemi belum berlangsung, strategi kepala sekolah dalam mengimplementasikan budaya mutu pendidikan dapat dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi kepada semua stakeholders madrasah, melakukan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan kualitas SDM, pemenuhan terhadap sarana dan prasarana madrasah, dan  pemberian reward dan punishment.

Berbeda halnya ketika penerapan saat suasana pandemi. Strategi kepala dikembangkan sesuai konteks yang dihadapi, tanpa mengurangi substansi strategi sebelum pandemi. Diantara pengembangan strategi yang diterapkan saat pandemi adalah  pembelajaran dengan pola daring (pembelajaran dengan menggunakan media online), pembelajaran di luar daring/ luring (koloman), uji coba pembelajaran tatap muka, melakukan sosialisasi dan edukasi terkait virus Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca