alexametrics
22.4 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

“Manajemen” Marketing Mix Pendidikan Pesantren

Oleh: Dr. H. Zainuddin Al Haj Zaini, Lc., M.Pd.I

Mobile_AP_Rectangle 1

Ketujuh, ditinjau dari elemen physical facilities, bangunan/ sarana prasarana pesantren Al-Bidayah bisa jadi masih ‘kalah’ dibandingkan dengan pesantren besar di kabupaten Jember yang jumlah pondok pesantrennya mencapai 500 lebih. Akan tetapi, yang menarik—menurut riset tesis ini— adalah fasilitias pesantren Al-Bidayah memiliki asrama yang cukup untuk menampung para santri untuk  beraktivitas baik pembelajaran dan istirahat.  Dalam hal ini, kecukupan fasilitas disesuaikan dengan kemampuan daya tamping santri sehingga keberlangsungan belajar mengajar di pesantren berjalan efektif. Disamping itu, Pondok Pesantren Al-Bidayah juga telah menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk memantau keadaan lingkungan pondok, seperti penempatan kamera CCTV untuk menjaga keamanan.

Berdasarkan kajian marketing mix ini dapat diketahui kualitas manajemen pendidikan pesantren yang diterapkan di pesantren Al-Bidayah maupun pesantren-pesantren lain, atau lembaga pendidikan Islam yang diteliti. Melalui analisis marketing mix ini pula didapatkan suatu hasil riset yang memadai dalam menggambarkan praktik manajemen pendidikan pesantren. Dan, perlu diingat, para pengasuh pondok pesantren yang sudah ratusan tahun silam mengelola pondok pesantren memiliki “gaya” manajemen yang unik, berbeda dengan konsep/ teori manajemen modern. Melalui  kekuatan keilmuan yang dimiliki, pesantren tidak “alergi” dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi malah mengintegrasi maupun mengkolaborasinya sebagai kekuatan peradaban.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

    *) Dr. H. Zainuddin Al Haj Zaini, Lc., M.Pd., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

Ketujuh, ditinjau dari elemen physical facilities, bangunan/ sarana prasarana pesantren Al-Bidayah bisa jadi masih ‘kalah’ dibandingkan dengan pesantren besar di kabupaten Jember yang jumlah pondok pesantrennya mencapai 500 lebih. Akan tetapi, yang menarik—menurut riset tesis ini— adalah fasilitias pesantren Al-Bidayah memiliki asrama yang cukup untuk menampung para santri untuk  beraktivitas baik pembelajaran dan istirahat.  Dalam hal ini, kecukupan fasilitas disesuaikan dengan kemampuan daya tamping santri sehingga keberlangsungan belajar mengajar di pesantren berjalan efektif. Disamping itu, Pondok Pesantren Al-Bidayah juga telah menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk memantau keadaan lingkungan pondok, seperti penempatan kamera CCTV untuk menjaga keamanan.

Berdasarkan kajian marketing mix ini dapat diketahui kualitas manajemen pendidikan pesantren yang diterapkan di pesantren Al-Bidayah maupun pesantren-pesantren lain, atau lembaga pendidikan Islam yang diteliti. Melalui analisis marketing mix ini pula didapatkan suatu hasil riset yang memadai dalam menggambarkan praktik manajemen pendidikan pesantren. Dan, perlu diingat, para pengasuh pondok pesantren yang sudah ratusan tahun silam mengelola pondok pesantren memiliki “gaya” manajemen yang unik, berbeda dengan konsep/ teori manajemen modern. Melalui  kekuatan keilmuan yang dimiliki, pesantren tidak “alergi” dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi malah mengintegrasi maupun mengkolaborasinya sebagai kekuatan peradaban.

 

    *) Dr. H. Zainuddin Al Haj Zaini, Lc., M.Pd., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember

 

 

 

 

 

 

Ketujuh, ditinjau dari elemen physical facilities, bangunan/ sarana prasarana pesantren Al-Bidayah bisa jadi masih ‘kalah’ dibandingkan dengan pesantren besar di kabupaten Jember yang jumlah pondok pesantrennya mencapai 500 lebih. Akan tetapi, yang menarik—menurut riset tesis ini— adalah fasilitias pesantren Al-Bidayah memiliki asrama yang cukup untuk menampung para santri untuk  beraktivitas baik pembelajaran dan istirahat.  Dalam hal ini, kecukupan fasilitas disesuaikan dengan kemampuan daya tamping santri sehingga keberlangsungan belajar mengajar di pesantren berjalan efektif. Disamping itu, Pondok Pesantren Al-Bidayah juga telah menggunakan teknologi komunikasi canggih untuk memantau keadaan lingkungan pondok, seperti penempatan kamera CCTV untuk menjaga keamanan.

Berdasarkan kajian marketing mix ini dapat diketahui kualitas manajemen pendidikan pesantren yang diterapkan di pesantren Al-Bidayah maupun pesantren-pesantren lain, atau lembaga pendidikan Islam yang diteliti. Melalui analisis marketing mix ini pula didapatkan suatu hasil riset yang memadai dalam menggambarkan praktik manajemen pendidikan pesantren. Dan, perlu diingat, para pengasuh pondok pesantren yang sudah ratusan tahun silam mengelola pondok pesantren memiliki “gaya” manajemen yang unik, berbeda dengan konsep/ teori manajemen modern. Melalui  kekuatan keilmuan yang dimiliki, pesantren tidak “alergi” dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi malah mengintegrasi maupun mengkolaborasinya sebagai kekuatan peradaban.

 

    *) Dr. H. Zainuddin Al Haj Zaini, Lc., M.Pd., Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/