Perjalanan alih status kelembagaan dari IAIN Jember menuju Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) tinggal menghitung hari. Tekad optimisme civitas academica IAIN Jember menatap cerah arah perubahan itu. Semangat menyambut alih status itu, IAIN Jember menggelar sayembara logo UIN KHAS Jember yang ditujukan kepada khalayak luas dengan tema “Mata Air Keilmuan: Mewujudkan Kedalaman Ilmu berbasis Kearifan Lokal”.

Tujuan sayembara itu adalah memberikan makna simbolik UIN KHAS Jember agar mudah dikenal visi, misi, dan tujuannya besarnya dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UUD 1945 melalui kampus. Ini bukan sekadar alih status “ganti nama” IAIN Jember menjadi UIN KHAS Jember, tetapi kekuatan perubahan yang multidimensional akan terjadi melalui Kampus Mangli ini. Mengapa?

Perubahan besar itu dapat ditelisik dari tiga pilar dasar/tridarma yang dijalankan oleh perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) UIN KHAS Jember nantinya. Yakni menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, melaksanakan penelitian, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Tiga dimensi inilah yang selama ini dijalankan PTKIN dalam ikut serta berkontribusi membangun kemajuan peradaban bangsa.

 

Pengetahuan untuk Perubahan

Pengetahuan yang digerakkan melalui pilar pendidikan dan pengajaran dalam tridarma itu memberikan kontribusi besar dalam perubahan cara pandang insan akademik ketika menyelesaikan berbagai problematika kehidupan bangsa. Sesuai dengan kekuatan intelektualnya, para warga kampus, baik dosen, mahasiswa, maupun karyawan memiliki tanggungjawab dalam melahirkan generasi yang cerdas, lulusan yang inovatif, dosen yang kreatif, dan karyawan yang kolaboratif. Suasana akademik kampus dengan segala dinamikanya adalah khazanah peradaban intelektual yang harus dijaga melalui wadah kampus.

Perubahan status UIN KHAS Jember tentu saja tidak dilepaskan dari upaya menyiapkan pengetahuan sumber daya akademik yang memadai. Sebelum alih status, berbagai perubahan sudah dilakukan, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa sebagai syarat alih status, rasio penambahan dosen yang memadai, karyawan yang mencukupi, dan tentu saja bidang keilmuan program studi dan fakultas yang harus dibuka.

Secara sederhana, dampak peningkatan jumlah dosen, mahasiswa, dan karyawan akan ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar kampus dengan tumbuhnya pusat perbelanjaan, kuliner, tempat kos, dan berbagai bisnis yang menyediakan kebutuhan kampus. Fenomena seperti ini akan memperkuat hubungan komunikasi warga kampus dengan masyarakat sekitar apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Dari sisi kuantitas sudah pasti berubah yang tentu saja harus diikuti dengan kualitas sumber daya akademik melalui proses seleksi yang ketat, dan profesional.

Di tengah suasana pandemi Covid-19 ini, tantangan mewujudkan Kampus Merdeka harus bisa dijawab oleh UIN KHAS Jember dengan menyiapkan perangkat perkuliahan yang kolaboratif, baik dengan lintas program studi, maupun lintas kampus, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Upaya peningkatan kualitas sumber daya akademik didorong melalui pelatihan-pelatihan, workshop, seminar yang bertujuan mewujudkan profesionalitas dan tetap menyajikan nilai-nilai Keislaman

 

Penelitian untuk Menyelesaikan

Berbagai penelitian yang dilakukan warga kampus terus ditantang untuk memberikan kontribusi yang besar dalam menghadapi problematika yang dihadapi masyarakat Indonesia. Masih adanya kemiskinan, angka pengangguran, menurunnya moralitas, kejahatan/kriminalitas, korupsi, narkoba, dan berbagai penyakit masyarakat adalah fenomena yang harus menjadi fokus perhatian masyarakat kampus untuk ikut menyelesaikan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Perubahan UIN KHAS Jember akan berusaha menjawab tantangan itu seiring dengan kuantitas sumber daya kampus yang akan terus meningkat, baik jumlah dosen, jumlah mahasiswa, maupun jumlah karyawan. Maka penelitian yang dikembangkan sesuai dengan bidang keilmuannya itu harus bisa menjawab problematika sosial yang ada, tidak hanya di wilayah Jember dan sekitar, tetapi juga secara nasional. Maka, penelitian untuk menjawab permasalahan masyarakat pun memfokuskan pada bidang kajian masing-masing sehingga solusinya mendalam.

Misalnya, bagi mahasiswa maupun dosen yang berada di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FTIK) dapat melakukan riset tentang dampak pembelajaran daring kepada siswa di era pandemi Covid-19. Melalui riset ini, akan ditemukan berbagai solusi inovatif pembelajaran yang berkualitas meskipun pertemuan di kelas terbatas. Demikian juga, mereka yang berada di Fakultas Dakwah dapat melakukan riset tentang strategi komunikasi dakwah melawan radikalisme dengan menggunakan media online. Inovasi riset berbasis solusi bisa dikembangkan secara konstruktif di Fakultas Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Usuhuluddin, Adab, dan Humaniora, serta Fakultas Umum yang disiapkan di UIN KHAS Jember.