alexametrics
23.6 C
Jember
Wednesday, 1 December 2021

Bukan Superman, Tapi Superteam

Mobile_AP_Rectangle 1

Manajemen kolaborasi menjadi pintu masuk menuju keberhasilan. Membangun jaringan untuk meraih hasil yang diharapkan adalah keniscayaan. Bukti empiris sudah cukup banyak yang meneguhkan kebenaran tesis bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dan, secara sunnatullah, berjamaah/ kolaborasi dalam kelompok, melahirkan energi luar biasa dalam mencapai hasil akhir yang dicita-citakan. 

Hal ini pula yang dalam berbagai kesempatan saya sampaikan Ketika memberikan sambutan dalam Silaturahmi bersama para rektor/ ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia di Gedung Daerah Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas  PTKIN di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau baru-baru ini, kembali ditegaskan bahwa kolaborasi adalah harta yang penting untuk terus dijaga. 

Pengalaman dalam mengawal alih status dari IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (selanjutnya saya tulis UIN KHAS Jember) semakin membuktikan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih sendirian, tetapi dengan kebersamaan. Melalui Perpres Nomor 44 Tahun 2021 tertanggal 11 Mei 2021 itu menjadi tonggak baru UIN KHAS Jember yang menegaskan pentingnya membangun tim yang solid dalam meraih tujuan besar. Semua civitas akademika memiliki andil masing-masing dalam perubahan bentuk “Kampus Mangli” ini. Sebagai proses berdirinya bangunan, semua kekuatan memiliki perannya masing-masing membentuk konstruksi yang kokoh. Doa, misalnya adalah andil yang besar dalam setiap perjuangan dalam memberikan dorongan spiritual agar Allah SWT memberikan jalan terbaik melalui perubahan “Kampus Hijau” ini. 

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagai bagian masyarakat intelektual yang pernah belajar manajemen, saya percaya bahwa keberhasilan cita-cita besar dapat dicapai dengan tim yang solid, tim yang kompak, tim yang saling mendukung, saling peduli. Inilah yang sering disebut dengan super team, yang tim yang super, tim yang saling menguatkan. Tanpa kekuatan tim yang super itu, rasanya susah impian “indah” alih status itu bisa diraih. 

Pengalaman dipercaya sebagai Ketua STAIN Jember sejak 2012, diamanahi menjadi  Rektor IAIN Jember 2015 hingga 2021, dan menghantarkan alih status UIN KHAS Jember, kekuatan tim itu benar-benar teruji. Dan, Alhamdulillah, setelah alih status, pada hari Jumat 1 Oktober 2021, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah melantik saya menjadi Rektor UIN KHAS Jember di Jakarta. Suatu amanah yang tidak ringan.

Saya semakin yakin bahwa tanpa superteam, mustahil semua tantangan itu bisa dilalui dengan baik. Tentu saja, membangun kekuatan yang solid juga membutuhkan keseriusan, kesabaran, ketelatenan, dan ketegasan. Kalau diibaratkan “imam” dalam shalat berjamaah sebagai salah satu dari empat pilar pandangan KHAS (selain membaca Al Quran, melantunkan shalawat, dan tidak Dzalim), saya tidak berarti apa-apa tanpa adanya jamaah, yakni civitas akademika yang mendukung. 

Karena melibatkan banyak pihak, maka mengandalkan satu kekuatan tim saja dirasa masih kurang. Maka tim harus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar tahapan, langkah, dan strategi meraih alih status itu bisa dilalui dengan baik. Tanpa superteam, kita pasti kesulitan dalam meraih cita-cita besar ini. Apalagi, tantangan UIN KHAS Jember kedepan akan semakin besar untuk menjadi universitas kelas dunia (world class university). 

 

- Advertisement -

Manajemen kolaborasi menjadi pintu masuk menuju keberhasilan. Membangun jaringan untuk meraih hasil yang diharapkan adalah keniscayaan. Bukti empiris sudah cukup banyak yang meneguhkan kebenaran tesis bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dan, secara sunnatullah, berjamaah/ kolaborasi dalam kelompok, melahirkan energi luar biasa dalam mencapai hasil akhir yang dicita-citakan. 

Hal ini pula yang dalam berbagai kesempatan saya sampaikan Ketika memberikan sambutan dalam Silaturahmi bersama para rektor/ ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia di Gedung Daerah Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas  PTKIN di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau baru-baru ini, kembali ditegaskan bahwa kolaborasi adalah harta yang penting untuk terus dijaga. 

Pengalaman dalam mengawal alih status dari IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (selanjutnya saya tulis UIN KHAS Jember) semakin membuktikan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih sendirian, tetapi dengan kebersamaan. Melalui Perpres Nomor 44 Tahun 2021 tertanggal 11 Mei 2021 itu menjadi tonggak baru UIN KHAS Jember yang menegaskan pentingnya membangun tim yang solid dalam meraih tujuan besar. Semua civitas akademika memiliki andil masing-masing dalam perubahan bentuk “Kampus Mangli” ini. Sebagai proses berdirinya bangunan, semua kekuatan memiliki perannya masing-masing membentuk konstruksi yang kokoh. Doa, misalnya adalah andil yang besar dalam setiap perjuangan dalam memberikan dorongan spiritual agar Allah SWT memberikan jalan terbaik melalui perubahan “Kampus Hijau” ini. 

Sebagai bagian masyarakat intelektual yang pernah belajar manajemen, saya percaya bahwa keberhasilan cita-cita besar dapat dicapai dengan tim yang solid, tim yang kompak, tim yang saling mendukung, saling peduli. Inilah yang sering disebut dengan super team, yang tim yang super, tim yang saling menguatkan. Tanpa kekuatan tim yang super itu, rasanya susah impian “indah” alih status itu bisa diraih. 

Pengalaman dipercaya sebagai Ketua STAIN Jember sejak 2012, diamanahi menjadi  Rektor IAIN Jember 2015 hingga 2021, dan menghantarkan alih status UIN KHAS Jember, kekuatan tim itu benar-benar teruji. Dan, Alhamdulillah, setelah alih status, pada hari Jumat 1 Oktober 2021, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah melantik saya menjadi Rektor UIN KHAS Jember di Jakarta. Suatu amanah yang tidak ringan.

Saya semakin yakin bahwa tanpa superteam, mustahil semua tantangan itu bisa dilalui dengan baik. Tentu saja, membangun kekuatan yang solid juga membutuhkan keseriusan, kesabaran, ketelatenan, dan ketegasan. Kalau diibaratkan “imam” dalam shalat berjamaah sebagai salah satu dari empat pilar pandangan KHAS (selain membaca Al Quran, melantunkan shalawat, dan tidak Dzalim), saya tidak berarti apa-apa tanpa adanya jamaah, yakni civitas akademika yang mendukung. 

Karena melibatkan banyak pihak, maka mengandalkan satu kekuatan tim saja dirasa masih kurang. Maka tim harus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar tahapan, langkah, dan strategi meraih alih status itu bisa dilalui dengan baik. Tanpa superteam, kita pasti kesulitan dalam meraih cita-cita besar ini. Apalagi, tantangan UIN KHAS Jember kedepan akan semakin besar untuk menjadi universitas kelas dunia (world class university). 

 

Manajemen kolaborasi menjadi pintu masuk menuju keberhasilan. Membangun jaringan untuk meraih hasil yang diharapkan adalah keniscayaan. Bukti empiris sudah cukup banyak yang meneguhkan kebenaran tesis bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dan, secara sunnatullah, berjamaah/ kolaborasi dalam kelompok, melahirkan energi luar biasa dalam mencapai hasil akhir yang dicita-citakan. 

Hal ini pula yang dalam berbagai kesempatan saya sampaikan Ketika memberikan sambutan dalam Silaturahmi bersama para rektor/ ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia di Gedung Daerah Pemerintah Propinsi Kepulauan Riau dan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kapasitas  PTKIN di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau baru-baru ini, kembali ditegaskan bahwa kolaborasi adalah harta yang penting untuk terus dijaga. 

Pengalaman dalam mengawal alih status dari IAIN Jember menjadi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (selanjutnya saya tulis UIN KHAS Jember) semakin membuktikan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih sendirian, tetapi dengan kebersamaan. Melalui Perpres Nomor 44 Tahun 2021 tertanggal 11 Mei 2021 itu menjadi tonggak baru UIN KHAS Jember yang menegaskan pentingnya membangun tim yang solid dalam meraih tujuan besar. Semua civitas akademika memiliki andil masing-masing dalam perubahan bentuk “Kampus Mangli” ini. Sebagai proses berdirinya bangunan, semua kekuatan memiliki perannya masing-masing membentuk konstruksi yang kokoh. Doa, misalnya adalah andil yang besar dalam setiap perjuangan dalam memberikan dorongan spiritual agar Allah SWT memberikan jalan terbaik melalui perubahan “Kampus Hijau” ini. 

Sebagai bagian masyarakat intelektual yang pernah belajar manajemen, saya percaya bahwa keberhasilan cita-cita besar dapat dicapai dengan tim yang solid, tim yang kompak, tim yang saling mendukung, saling peduli. Inilah yang sering disebut dengan super team, yang tim yang super, tim yang saling menguatkan. Tanpa kekuatan tim yang super itu, rasanya susah impian “indah” alih status itu bisa diraih. 

Pengalaman dipercaya sebagai Ketua STAIN Jember sejak 2012, diamanahi menjadi  Rektor IAIN Jember 2015 hingga 2021, dan menghantarkan alih status UIN KHAS Jember, kekuatan tim itu benar-benar teruji. Dan, Alhamdulillah, setelah alih status, pada hari Jumat 1 Oktober 2021, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah melantik saya menjadi Rektor UIN KHAS Jember di Jakarta. Suatu amanah yang tidak ringan.

Saya semakin yakin bahwa tanpa superteam, mustahil semua tantangan itu bisa dilalui dengan baik. Tentu saja, membangun kekuatan yang solid juga membutuhkan keseriusan, kesabaran, ketelatenan, dan ketegasan. Kalau diibaratkan “imam” dalam shalat berjamaah sebagai salah satu dari empat pilar pandangan KHAS (selain membaca Al Quran, melantunkan shalawat, dan tidak Dzalim), saya tidak berarti apa-apa tanpa adanya jamaah, yakni civitas akademika yang mendukung. 

Karena melibatkan banyak pihak, maka mengandalkan satu kekuatan tim saja dirasa masih kurang. Maka tim harus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak agar tahapan, langkah, dan strategi meraih alih status itu bisa dilalui dengan baik. Tanpa superteam, kita pasti kesulitan dalam meraih cita-cita besar ini. Apalagi, tantangan UIN KHAS Jember kedepan akan semakin besar untuk menjadi universitas kelas dunia (world class university). 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca